SEO for Writers

A writer in internet era must know how to do SEOSearch Engine Optimization (SEO) is a process to systematically increase traffic quantity and quality of a website through search engines. It’s very important for writers. Imagine this. You have a novel called The Secret of Silence. Later on, you notice that there has been a novel with the same exact title. Damn! You can’t revise your title. It’s already printed and about to send to book stores.

The disaster doesn’t stop there. When your readers browse “secret of silence”, they have the other novel dominates the first Google SERPs (Search Engine Result Pages). Oh, boy. If this is a brands war, you already lost.

But, I’ll be cool if I were you. I’ll fix my novel’s website and do some SEO. So, in just a few weeks, Google will start to show my URLs on its first SERPs.

* * *

Ketika penerbit menentukan judul novel baru saya adalah Rahasia Sunyi, saya merasa biasa-biasa saja. Saya memang bukan tipikal penulis yang mempermasalahkan hal-hal kecil.

Toh saya yakin penerbit sudah mempertimbangkan segalanya, termasuk dari sudut pandang marketing, sebelum mengganti Kirey (judul yang saya ajukan) menjadi Rahasia Sunyi.

Tapi saya terkejut saat browsing “rahasia sunyi” untuk kroscek. Hasil pencarian urutan pertama di Google adalah artikel yang mengadvokasi kaum lesbi! Wah, gawat. Rahasia Sunyi karya saya kan tidak menyinggung soal queer sedikit pun. Takutnya ada yang menghubung-hubungkan.

Daripada timbul kesalahpahaman, saya putuskan untuk memisahkan antara Rahasia Sunyi saya dan artikel lesbianisme yang ditulis oleh RR. Sri Agustine itu. Saya pun mencoba menjauhkan hasil pencarian Google (dan search engines lainnya) antara novel saya dan artikel tersebut, sepanjang setidaknya 20 urutan, atau dua halaman hasil pencarian.

Bagaimana caranya? Yah, boleh dikata, dengan SEO (Search Engine Optimization) copywriting.

Misi ini dibilang sulit ya sulit, karena artikel itu sepengetahuan saya sudah bertengger di hasil pencarian search engines sejak 2011. Ditambah lagi, artikel-artikel lainnya yang berkaitan dengan artikel Rahasia Sunyi, baik yang pro maupun yang kontra dengan lesbianisme. Mereka semakin memperberat misi menggeser urutan di halaman pencarian ini.

Tapi dibilang gampang ya gampang, karena saya tidak bekerja sendirian. Saya dibantu beberapa resensi dan artikel dari penerbit, GoodReads, toko online, dan lain-lain. Belum lagi kicauan social media dan tulisan-tulisan saya sendiri (salah satunya yang sedang Anda baca ini).

Yang jelas, inilah salah satu fungsi SEO, serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis untuk meningkatkan jumlah dan kualitas kunjungan ke sebuah web melalui search engines. Teknik dasar SEO selalu sama: in site (pengoptimalan di dalam web) dan off site (pengoptimalan luar web).

Mempelajari SEO bagi seorang penulis era internet saya kira merupakan keharusan. Namun hati-hati, mempelajarinya terlalu dalam juga berisiko, sebab bisa-bisa Anda tergoda untuk melakukan rekayasa-rekayasa web yang justru tidak disukai Om Google.

Menurut hemat saya, cukup gunakan SEO untuk kepentingan praktis bagi penulis. Misalnya seperti kasus saya. Setiap kali orang mengetikkan “rahasia sunyi” di Google, saya ingin 20 hasil pencarian awalnya adalah situs-situs yang berhubungan dengan novel thriller Rahasia Sunyi.

Apakah saat ini sudah seperti itu? Hahaha, belum. Tapi saya masih berusaha. Dalam dua bulan ini, progresnya sekitar 70%. Padahal saya cuma menerapkan langkah-langkah SEO sederhana yang gratisan ini:

  • Web Optimizating: Mengoptimalkan web sesuai standar search engines seperti judul, deskripsi, keywords, permalink, pengaturan meta tag, dan lain-lain. Meta description, meskipun tidak mempengaruhi ranking, tapi sekitar 100 karakternya akan muncul sebagai snippet (deskripsi singkat di bawah judul) di SERP (halaman hasil pencarian search engines. Jadi buatlah semenarik mungkin, agar pencari mengklik link Anda, alih-alih sembilan links yang lain di SERP.
  • Domain Naming: Nama domain membantu proses SEO Anda sebesar kurang-lebih 30%. Maka kalau jualan Anda adalah jaket kulit rusa, belilah domain JaketKulitRusa.com. Jangan malah sok narsis memilih NamaAnda.com. Kalau belum mampu beli domain (dan memperpanjangnya tiap tahun), setidaknya nebenglah di Blogspot.com atau WordPress.com menggunakan user JaketKulitRusa.
  • Original Content Filling: Isilah web/blog itu dengan artikel-artikel original yang relevan dengan tema web. Semakin spesifik tema itu, semakin bagus. Cuma, Anda harus putar otak agar tidak kehabisan ide tulisan.
  • Keyword Density Setting: Mengatur persentase keyword 4-6%. Rumusnya, jumlah kata dalam tulisan Anda dibagi jumlah pengulangan keywords, lalu dikali 100% (keyword/words x 100%). Misalkan Anda mengincar keywordsbaju bodo modern” dan tulisan Anda adalah 300 kata. Maka, usahakan frase “baju bodo modern” muncul atau diulang dalam tulisan sebanyak 12-18 kali. Kurang dari itu, search engines bisa jadi menganggap tulisan itu bukan tentang baju bodo modern. Lebih banyak dari itu, search engines bisa menganggapnya tulisan spam.
  • Words Emphasizing: Memakai penekanan dengan bold (cetak tebal), italic (cetak miring), atau underline (bergaris bawah) pada frase-frase atau kalimat-kalimat yang dianggap penting. Tapi jangan berlebihan. Sekali lagi, bila berlebihan, search engine berpeluang menganggapnya sebagai tulisan spam.
  • URL Submissing: Mendaftarkan web di search engines dan direktori-direktori internet. Lakukan ini terutama bila web Anda masih baru. Lalu, setelah proses memasukkan alamat web, lanjutkan dengan memasukkan ke social bookmark sites, seperti digg.com, stumbleupon.com, reddit.com, del.icio.us, lintas.me, dll. setiap publish artikel. Ini untuk membantu artikel tersebut agar lebih cepat di-index oleh search engines dan mengantarkan visitors baru ke artikel itu.
  • Social Media Updating: Social media sekarang bukan lagi ajang narsis para ABG labil. Ia telah menjadi alat marketing yang ampuh. Hanya, pastikan social media itu terhubung (setidaknya melalui link) dengan web Anda. Lebih bagus lagi bila namanya sama dengan domain Anda. Umpamanya Anda punya domain JudulBuku.com, alangkah bagusnya kalau ada juga akun Facebook.com/Judul.Buku (Fanpage lho, bukan Profile), Twitter.com/JudulBuku, dan Google+ bernama sama.
  • Link Building: Menciptakan sebanyak mungkin link berkualitas yang mengarah ke web Anda. Sistem perangkingan di sebagian besar search engines adalah dengan menghitung berapa banyak links yang masuk ke web kita, dan seberapa berkualitasnya tautan-tautan itu. Seorang profesional (seperti dokter atau pengacara) yang dirujuk oleh banyak orang akan semakin laris dan eksis. Demikian pula web, semakin banyak dirujuk (dalam bentuk links) oleh web-web lain, semakin dipandang tinggilah ia oleh search engines.

Hm, begitu saja sih dasar-dasar SEO itu. Anda bisa mencoba-cobanya sendiri. Tapi menurut saya, langkah awalnya adalah memiliki blog atau web sendiri. Dengan begitu, Anda bisa bereksperimen SEO secara lebih leluasa.

6 comments for “SEO for Writers

  1. Indra S.
    March 14, 2013 at 15:11

    Salam,

    Kenalkan, saya Indra. Saya ingin bertanya, apakah Warung Fiksi menerima order SEO. Kalau benar, bisakah mengirim penawaran untuk SEO-ing 2-3 keywords dibidang kedokteran. Email seperti yang saya masukkan dikomentar ini.

    Thanks before
    Indra

  2. March 14, 2013 at 20:40

    Halo, Indra. Sayang, Warung Fiksi memberikan SEO hanya sebagai layanan tambahan. Layanan utama dan spesialisasi kami adalah content creating. Untuk lebih jelasnya, silakan menuju http://warungfiksi.net/writer-for-hire. Terima kasih :)

  3. Aleena
    March 17, 2013 at 09:38

    Kok ga nerima SEO, Bram? Peluang, tuh!

  4. March 17, 2013 at 10:18

    Mau fokus ke bidang penulisan. SEO tetap dilakukan sebagai complimentary, bukan layanan yang spesifik bicara itu. Soalnya aku belum punya web yg bisa “dipamerkan” ke calon klien. Nah, kalau aku punya web yang ber-PageRank minimal 5 dan AlexaRank maksimal 100.000, aku baru merasa layak bikin layanan spesifik SEO :)

  5. Robert CROITA
    July 20, 2013 at 12:04

    SEO service to sell? I rather say no. Google keeps changing its game rules every few months. What is your SEO practice is perfectly acceptable today may get your site banned seven months from now. That’s why I don’t do SEO service.

  6. July 20, 2013 at 12:21

    You make a good point, Robert. Overdoing the SEO is useless and bad, since Google keeps on changing its algorithm. The one that never changes is, “Make your content good for human. Do it as Google and other search engines don’t exist ever.” That’s what I always say to my clients.

    And no, we don’t offer SEO service either :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge