Netbook dengan Batere Seawet Ponsel

Batere ASUS 1025CSebagaimana kebanyakan orang, saya paling malas kalau disuruh menunggu. Seperti Rabu kemarin ketika harus mengantre dokter. Praktiknya dibuka pukul 19.30. Saya datang setengah jam sebelum itu. Eh, ternyata dokternya baru datang pukul 19.40. Padahal saya kebagian nomor antrean 15. Bagus. Kerjaan lagi deadline, dan saya terancam “bermalam” di klinik. Continue Reading →

Layar Sempit Bukan Masalah Selama Ada HDMI

HDMI connects netbook to bigger screenBagi seorang penulis, film bisa memberi inspirasi sekaligus referensi. Saya pun selalu menyempatkan diri menonton film. Kalau bisa sih di bioskop. Layar lebar, suara membahana, kita akan lebih mudah terseret ke tengah-tengah cerita. Seperti kemarin kami menonton The Raid. Seru! Sampai ikut ngos-ngosan dan ngilu-ngilu, rasanya. Sayang, kami dapat kursi baris J, jadi harus terima nasib: menengadah sepanjang film. Memang, di bioskop kita tak bisa seenaknya memilih duduk, kecuali tentu saja di film-film yang kurang laku. Continue Reading →

Netbook yang Bisa Satu… Dua… Nyala!

ASUS 1025C, my new toyHari Kamis pukul 11 siang, seorang teman menelepon. Dia hendak memesan tiket pesawat Surabaya-Bali untuk berlibur. Bukan hal yang aneh. Warung Fiksi kan secara rutin menulis tentang Indonesia. Blog ini juga mengajak penulis, tak terkecuali orang luar Indonesia, untuk menulis cerita tentang negeri indah ini. Nah, tidak mau sekadar memprovokasi, kami juga merasa perlu untuk memfasilitasi mereka yang ingin berkunjung dan melihat sendiri kekayaan Indonesia. Lahirlah Wufi Travel. Continue Reading →

Menggerakkan Industri Novel dengan Ponsel

Suka atau tidak, generasi sekarang lebih dekat ke TV, internet atau ponsel ketimbang koran atau buku. Padahal merekalah yang bakal jadi pasar dari produk-produk penerbit atau media. Maka secanggih apapun perkembangan teknologi, anak muda harus tetap membaca. Dasar pemikiran inilah (selain tentu saja pemikiran yang murni bisnis) yang digunakan perusahaan content provider untuk berdagang konten. Tak tanggung-tanggung, novel tebal pun sekonyong-konyong muncul di tempat biasanya orang baca SMS. Continue Reading →