
Melihat buku-buku yang bejibun di rak toko buku atau perpustakaan terkadang membuat kita bingung. Semua terasa lebih menarik dari yang lain. Akibatnya, justru mood untuk membaca atau membeli jadi surut.
Strategi & Teknologi Penulis Cerita

Melihat buku-buku yang bejibun di rak toko buku atau perpustakaan terkadang membuat kita bingung. Semua terasa lebih menarik dari yang lain. Akibatnya, justru mood untuk membaca atau membeli jadi surut.
Sebagai penikmat fiksi, seorang penulis cenderung suka dengan satu, dua atau tiga genre tertentu, dan mengabaikan genre-genre lainnya. Saat menulis pun aturan genre favorit itulah yang biasanya ia ikuti. Namun, sebagai investor? Gaya penulis dalam berinvestasi saham (tentu saja kalau ia bermain saham) bisa jadi sangat berbeda.

Apa alasan Kakak ingin membuat perpustakaan pribadi? Untuk berbagi buku atau ilmu? Untuk menata bahan-bahan bacaan sehingga sewaktu-waktu hendak meriset bahan tulisan jadi mudah? Untuk membiasakan keluarga (terutama anak) melihat dan mencintai buku? Untuk kelihatan intelek?
Penulis lepas sering terlalu fokus pada tulisannya atau proses produksi, sampai lupa betapa saldo juga butuh “nutrisi”. Terlalu fokus mengejar duit, sampai lupa bahwa tabungannya juga bisa disuruh bekerja sendiri. Ya, Kakak tidak salah baca. Justru itulah tujuan paling dasar dari kegiatan investasi.