
Kakak pasti pernah memergoki sebuah karya, entah itu film atau novel, yang dengan enteng memajang nama-nama brand komersial di dalamnya. Membaca atau menonton karya-karya yang memuat merek semacam ini, kening kita mungkin segera mengernyit, “Kok, menyebut merek dalam fiksi? Hm, ada pesan sponsor, nih, kayaknya!”

