Landing Page Writing

Let’s talk about Landing Page. This is very valuable page when you put your feet on internet marketing. You can use a Landing Page to make sure someone take action right away, be it to buy or just to sign up. To write and format a Landing Page effectively, it is skill that worth to learn (and test frequently).

* * *

Untuk mendapat gambaran tentang apa itu Landing Page, bayangkan saja Anda memasang iklan, misalnya di social media, TokoBagus, atau homepage sendiri. Bayangkan jika orang mengklik iklan tersebut, akan kemanakah dia pergi? Akan mendarat dimanakah dia? Jawabnya: di Landing Page! Memang arti harfiah dari “landing page” adalah “halaman pendaratan”.

Tapi, yang dimaksud Landing Page dalam dunia internet marketing sedikit lebih spesifik dari itu. Ciri utama halaman ini yaitu memiliki form dan dibuat semata-mata untuk menjaring data pengunjung web.

Maka jelas, halaman atau artikel yang sedang Anda baca ini bukan termasuk Landing Page, meskipun ia sebagai tempat pendaratan setelah saya promosikan URL-nya di Twitter. Bahkan meskipun ia memiliki form (kolom komentar di bagian paling bawah) dan saya bisa saja memperoleh data dari pengunjung berupa nama, email dan alamat webnya.

Kenapa bukan termasuk Landing Page? Penyebabnya satu, segenap apa yang saya tulis (berikutnya kita sebut sebagai “copy”) di halaman ini tidak bertujuan untuk memperoleh data dari Anda. Melainkan cuma untuk berbagi informasi.

Landing Page anatomyLantas, bagaimana halaman yang tergolong Landing Page itu? Kurang lebih seperti gambar ini. Ada headline, copy dan form. Ketiga elemen itu hanya punya satu tujuan, yakni supaya pengunjung melakukan action! Dan ujung-ujungnya, pemilik web mendapatkan data pribadi para pengisi form.

Action bisa terjadi kalau copy kita mengena. Misalnya, dengan trik mengiming-imingi bonus e-book yang relevan, akses ke artikel-artikel blog yang lebih eksklusif, atau pemesanan langsung produk andalan Anda.

Cukup mudah dipahami, bukan?

Jika Anda sepakat Landing Page sangat penting bagi bisnis Anda, terutama di jagat maya, dan jika Anda ingin mempelajari seni menulis Landing Page, silakan lanjut membaca.

How to Write A Landing Page?

1. Headline
Hidup-mati sebuah Landing Page bergantung pada kualitas headline-nya. Normalnya, Anda punya waktu hanya dua detik untuk menarik perhatian para pengunjung web yang sibuk itu. Maka karanglah headline yang menarik, namun to the point.

2. Always “you” & “your”
Ya, gunakan POV orang kedua: Anda. Jangan ngobrol ngalor-ngidul tentang si “dia”, “mereka”, “kami”, apalagi “saya”. Landing Page adalah tentang manfaat yang ditawarkan bagi si “Anda”. Titik.

3. Clear, persuasive copy
Tulislah copy dengan jelas, bernas, sederhana dan persuasif. Bukannya malah pamer kemampuan mengolah kata, sok intelek atau bermajas-majas. Jangan coba-coba jadi sastrawan puitis di sini. Ini bisnis, Bung!

4. Long copy to close sales, short copy to get sign ups
Tulislah copy yang pendek untuk Landing Page yang bertujuan sign-up atau hal-hal gratis lainnya. Tulislah copy yang panjang untuk Landing Page yang sedang menjual produk/jasa.

5. Important points first
Kebanyakan orang membaca sekilas. Mereka menghabiskan 80% waktunya di layar atas, tanpa scrolling ke bawah. Maka taruh hal-hal penting di bagian atas paragraf atau bullet points. Tapi masalahnya, pengunjung terkadang juga membaca acak. Jadi, untuk amannya, pastikan copy Anda “daging” semua, tanpa “lemak”. Sehingga pembaca datang dari titik mana pun, mereka tetap bisa ngeh. Saya kira trik ini mirip dengan penulisan novel.

6. No more than 5 lines/paragraph
Variasikan paragraf panjang dan paragraf pendek untuk membuatnya tampak lebih enak dibaca. Namun pastikan semua paragraf tak ada yang lebih dari lima baris. Paragraf yang gendut melelahkan untuk dibaca. Dan menjengkelkan, karena berpeluang membuat pembaca mengulang membaca baris yang sama.

7. Ask just what you need
Melalui form, mintalah pengunjung mengisi informasi seperlunya. Ingat, Anda tidak sedang melakukan survei pemasaran. Terlalu banyak isian membuat orang malah malas melanjutkan mengisi. Ekstrimnya, Anda bisa meminta pengunjung memasukkan email saja, kalau memang butuhnya hanya itu.

8. Focus on action
Copy Anda hendaknya menggiring pengunjung ke satu action. Mungkin berupa pendaftaran. Mungkin pembelian. Tentukan saja tujuannya. Satu halaman, satu action. Sesederhana itu.

How to Format A Landing Page?

1. Eliminate distractions
Kecuali bila Anda merasa web utama Anda mendukung kredibilitas Landing Page, singkirkan bagian-bagian seperti side bar, header, footer, dan link-link. Anda ingin pengunjung fokus untuk melakukan action saat itu juga kan? Jadi, jangan malah dikasih kesempatan untuk klik sana-sini.

2. Use one-column
Gunakan format satu kolom yang tidak terlalu lebar. Dalam 6 Ways to Increase Conversions on your Web Pages, Nick Usborne mengambil kesimpulan dari eksperimennya. Bahwa teryata format satu kolomlah yang paling efektif menciptakan konversi. Format ini mendorong pembaca untuk melakukan scrolling karena penasaran dengan informasi berikutnya.

3. Pay attention to aesthetics
Font aneh, ukuran kecil, warnanya norak, tanda seru yang banyak atau clip art pasaran, di zaman keren begini, bukannya berpotensi menciptakan konversi, malah akan menghancurkan kredibilitas Anda!

4. Ensure it’s fast
Jangankan di Indonesia, di negara-negara maju saja masih banyak netizen dengan koneksi internet lambat. Maka pastikan Landing Page Anda enteng dan dapat diakses kurang dari 8 detik.

5. Make sure it’s easy
Mudahkanlah pengisi form Anda. Alih-alih membuat isian drop down yang banyak menuntut gerakan mouse, gunakan isian checkbox atau radio button. Lalu, pastikan pengunjung bisa berpindah dari satu isian satu ke isian lainnya hanya dengan menekan tombol tab di keyboard.

Finally, How to Measure A Landing Page?

Efektivitas Landing Page bisa dihitung dari conversion rate. Cara menghitungnya gampang. Tapi, Anda harus menginstal aplikasi Web Stats dulu. Yang gratisan, pakai saja Google Analytics. Dengan aplikasi itu, hitunglah unique visitor di Landing Page pada periode tertentu. Lalu, bagilah dengan jumlah action yang terjadi. Dan terakhir, kalikan 100%.

Anda ingin mengetahui conversion rate Landing Page di Q2 2013. Diketahui pengunjungnya selama Mei-Agustus 2013 adalah 2.000. Di periode yang sama, ada 20 action. Maka hitungannya 20/2000 x 100% = 1%. Jadi, angka konversi Landing Page Anda di Q2 2013 adalah 1%.

Baguskah konversi 1% itu? Kalau Landing Page-nya untuk penjualan, angka 1-2% tergolong bagus. Tapi untuk Landing Page pendaftaran, standarnya 5-6%.

Bagaimana kalau kurang dari itu? Berarti, ada yang salah dari Landing Page Anda. Saran saya, jangan berhenti bereksperimen. Bahkan para copywriter jago di luar sana tidak sekali bikin Landing Page langsung bagus konversinya. Mereka juga bolak-balik melakukan A/B Test, baik dari aspek copy-nya, formatnya, maupun desainnya. Semua itu perlu diuji sampai menemukan conversion rate yang ideal.

Nah, bagaimana kalau pengunjungnya sedikit? Atau bahkan 0 selama Q2? Conversion rate takkan mungkin bisa dihitung kalau pengunjung Anda tidak ada. Terus, bagaimana Anda dapat mengukur efektivitas sebuah Landing Page?

Kalau begitu masalahnya, berarti tugas Anda adalah membereskan trafik dulu. Periksalah SEO dari Landing Page itu. Mentok-mentoknya, pasanglah iklan di web-web yang ramai, supaya setidaknya ada beberapa pengunjung dulu di Landing Page tersebut.

3 Steps to Write an Amazon Review

Amazon AssociateDid you know, Amazon.com is one of the oldest affiliate programs on internet. Through this program, you are expected to sell any Amazon’s products. Each of sale you made, you’ll get commission. How to do that? One of effective methods is by writing a review for certain product in your own blog. You must prepare a blog with the specific target market, an Amazon product suit your blog posts, and an objective review. Have a try!

* * *

Anda yang lumayan lama berkecimpung di dunia internet marketing pasti tidak asing lagi dengan Amazon Associate atau Amazon Affiliate. Melalui program ini, Anda membantu menjualkan produk-produk Amazon.com. Setiap terjadi penjualan, Anda akan mendapatkan komisi sekitar 4-8% dari harga produk.

Pertanyaan lugunya, bagaimanakah cara menjualkan produk-produk Amazon? Macam-macam cara. Bisa dengan membuka toko online yang difasilitasi Amazon, dengan catatan blog Anda harus iframe support. Bisa juga dengan memasang banner atau widget Amazon di blog Anda. Atau, menuliskan review produk di blog Anda. Nah, yang terakhir ini adalah cara yang, kata para praktisi Amazon Affiliate berjam terbang tinggi, paling efektif.

Ingin mencoba? Berikut tiga langkah dasarnya. Silakan disimak dan dipraktikkan, siapa tahu Anda keranjingan menjadi penulis review Amazon. Entah itu keranjingan karena menyukai proses menulisnya, atau keranjingan karena melihat hasilnya alias transferan komisinya.

(1) Web with Specific Target

Siapkan website atau blog untuk mereview produk. Memakai blog gratisan seperti Blogspot juga tidak masalah, asalkan sudah punya trafik (pembaca) yang konsisten. Lalu tentukan, siapa calon pembeli produk-produk Amazon Anda. Melalui tools seperti Alexa atau Google Analytic, Anda bisa memeriksa, selama ini dari negara mana saja para pembaca blog Anda.

Jika saat ini blog Anda banyak dibaca orang Indonesia, sebaiknya Anda menyasar ke pembeli Indonesia, meski komisinya terancam minim karena sedikit sekali pembeli Amazon dari Indonesia (apalagi setelah akses pembeliannya diblokir Amazon). Bila Anda tetap ngotot ingin membidik konsumen Prancis, saran saya, buatlah blog baru saja. Namun sejak awal perhatikan:

  • Domain & hosting. Sebaiknya pakailah domain dot fr. Begitu pula host-nya, kalau bisa sekalian Prancis. Sebab search engines dan Alexa (platform perankingan buatan Amazon) hampir selalu mengidentifikasi IP address yang sesuai lokasi server Anda.
  • Content. Sesuaikan dengan negara target Anda. Bila Anda berencana berjualan di pasar Prancis, tentu konten di blog Anda pun harus berbahasa Prancis.
  • Link. Perhatikan juga link yang keluar-masuk blog Anda. Usahakan selalu berinteraksi dengan web-web dari negara, bahkan kota, yang Anda targetkan. Begitu pula ketika Anda mempromosikan blog di direktori-direktori. Pilih direktori-direktori milik orang Prancis.

(2) Amazon Products

Misalnya blog Anda bertemakan film, harusnya Anda mereview produk-produk DVD, Blu-Ray, instant video, atau piranti-piranti home entertainment yang ada di Amazon. Pilihlah salah satu produk. Atau 2-3 produk kalau Anda berniat melakukan komparasi dalam review tersebut. Namun umumnya, satu produk, satu review yang fokus dan mendalam.

Masuklah ke Amazon.com, cari kategori yang sesuai keinginan. Saran saya, pertama, pilihlah produk yang berbintang tiga ke atas, karena biasanya itu mencerminkan kualitas produk di mata para konsumen, terutama yang benar-benar sudah membeli (Amazon Verified Purchase). Kedua, pilih yang harganya agak mahal. Rugilah kalau produk yang hanya 20 USD Anda review panjang-lebar. Kalaupun terjadi penjualan, komisi 4% dari 20 dolar itu cuma berapa?

Bagaimanapun, memilih produk yang kemahalan juga bisa menjadi bumerang. Karena harusnya reviewer sudah mencoba sendiri produk itu. Sehingga nanti, selain bisa lancar menuliskan review, Anda juga bisa menanggapi jika ada calon pembeli yang bertanya-tanya di blog Anda. Bayangkan betapa banyak kebohongan yang Anda tuliskan bila mereview alat fitnes senilai 800 USD yang tidak pernah Anda beli.

(3) Objective & Original Review

Deskripsikan produk Amazon tersebut. Ini bagian yang mudah, karena di Amazon sendiri pasti sudah tersedia. Tunjukkan juga keunggulan dan kekurangan produk. Produk yang hanya di-review kelebihan-kelebihannya malah mencurigakan. Review Anda akan dianggap tidak lebih dari sekadar iklan. Ingat, hari-hari belakangan, orang sudah cenderung tidak percaya kata-kata iklan. Maka buatlah review yang berimbang antara sisi positif dan sisi negatif produk.

Meskipun demikian, tetap lebih perbanyaklah sisi-sisi positif produk itu, supaya pembaca tidak malah merasa ini produk gagal dan batal membeli. Beruntunglah, di Amazon.com ada fitur Customer Review pada setiap produk. Ini bisa Anda manfaatkan sebagai bahan penulisan review. Silakan dikutip, silakan diolah.

Jaga agar review Anda original. Ini penting. Tidak ada yang suka copy-paste, baik search engines maupun calon pembeli produk afiliasi Anda. Jangan lupa lengkapi review Anda dengan 1-3 gambar, juga video jika ada. Hasil akhir review biasanya 1.000-2.000 kata, dengan satu tujuan: meyakinkan pembaca bahwa produk ini layak dibeli!

Nah, begitu saja sebenarnya langkah-langkah untuk menulis review Amazon. Bukan jenis penulisan yang mudah. Tapi cobalah dulu. Selamat menangguk dolar melalui Amazon!