SEO Copywriting Tips

SEO copywritingIn case you didn’t know, let me introduce you another species of writers: SEO Copywriter. S/he is a writer who specifically write in the online media. So, s/he doesn’t write for human only, but for search engines as well. This is the 5 tips when you want to be an SEO copywriter.

* * *

Saya yakin, Anda sudah mengetahui apa itu copywriter dan tugas-tugasnya. Nah, SEO copywriter ini sedikit berbeda. Dia sebenarnya menulis sama seperti copywriter biasa, tapi dengan menambahkan satu pihak lagi sebagai pembacanya, yaitu search engines.

Jadi setiap kali seorang SEO copywriter menulis, harapannya, tulisan tersebut berada di urutan setinggi mungkin di halaman hasil pencarian search engines (SERP). Sehingga, tulisan itu (atau web yang menampungnya) bisa kedatangan lebih banyak tamu. Kita tahu, search engines sangat berjasa dalam mangantarkan para visitors ke web atau blog.

Sayangnya, seorang SEO copywriter terkadang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan itu. Misalnya dengan membeli backlinks, melakukan keywords spamming dalam tulisan-tulisannya, menciptakan backlinks dari blog-blog dummies yang isinya serba copy-paste atau spun articles, membangun link farms, dan seterusnya.

Trik-trik semacam ini memang sempat mengalami masa keemasannya, terutama pada 2007-2011. Namun, seiring berjalannya waktu, search engines berkembang semakin canggih. Satu per satu web yang melakukan cara-cara kotor semacam itu pun kena penalti. Sanksinya, web-web tersebut ditendang dari SERP, PageRank-nya dilorot, atau kadang seperti kata Pertamina, “Mulai dari nol (lagi) ya, Pak?”

Dulu, saya punya beberapa blog dan situs gratisan (50megs.com). Tidak pernah saya update lagi. Sesekali, saya tengok, PageRank-nya tetap 1-2. Tapi, sejak akhir 2012, satu per satu PageRank-nya terpukul menjadi 0 🙁

Algoritma search engines memang terus berubah, Kawan. Tambah lama tambah sadis. Tapi kita tidak perlu galau. Toh Google sendiri mengatakan, “Buatlah web untuk pembacamu saja. Anggap search engines tidak pernah ada.”

Artinya, fokuslah pada pembaca manusia! Tak perlu repot-repot mengamati perkembangan algoritma search engines kalau memang tidak hobi.

Brian Clark dari CopyBlogger menambahkan, “Jangan pula terlalu bergantung pada strategi-strategi social media atau search engines dalam membangun brand di internet. Berdirilah di atas kaki sendiri.”

Jika Facebook tutup, strategi-strategi Facebook Marketing yang Anda pelajari akan jadi ilmu tak berguna. Bila Kaskus berhenti beroperasi, cendol-cendol Anda akan basi. Kalau Google bangkrut (siapa bilang tidak bisa?), web-web yang terlalu mengandalkannya sebagai sumber trafik pun pasti anjlok drastis pengunjungnya.

Makanya, Brian menyarankan setiap kegiatan SEO copywriting bertujuan untuk memberi konten yang bermanfaat kepada komunitas sendiri dan membangun online brand tanpa ketergantungan terhadap web-web populer di luar sana.

Apakah ini artinya era SEO atau search engines optimization sudah berakhir? Tidak juga. Search engines masih merupakan tool tak tergantikan dalam mencari sesuatu di internet. Lagipula, search engines bersifat inklusif, tidak perlu mendaftar untuk memanfaatkannya.

Kalau Facebook bangkrut, ya sudah, hilanglah semua peradaban di dalamnya, seperti Benua Atlantis! Atau perumpamaan yang lebih realistis: seperti Friendster atau Multiply! Mana mungkin friends Facebook Anda bisa dikonversi jadi followers Twitter? Atau status-status fanpage Anda ditransfer jadi status di page Google+? Mustahil, Kawan.

Sementara, kalau Google kolaps? Kita masih bisa searching lewat Yahoo!. Pengguna Yahoo! Search pun bisa sewaktu-waktu menjadi pengguna Ask, Bing, AOL, dll. Dan menariknya, algoritma masing-masing search engine itu mirip. Karena apa yang mereka tuju sama: memberi pengguna hasil pencarian terbaik, yaitu halaman-halaman web dengan konten yang serelevan mungkin dengan kata-kata yang dicari.

Jadi, rasanya sampai kapan pun, search engines masih akan terus ada dan dibutuhkan. Demikian pula SEO dan… SEO copywriter.

Nah, sekarang pertanyaannya, bagaimana SEO copywriting itu? Apa yang perlu dilakukan seorang SEO copywriter?

Yang paling awal, tentu mengerti bagaimana menjadi copywriter. Sepanjang sebuah profesi ada embel-embel “writer”-nya, tentu kita harus mau mempelajari teknik-teknik penulisan. Ya, termasuk pelajaran bahasa tentang tanda baca, kosakata dan struktur SPOK yang “membosankan” itu, tahu kapan EYD harus dipatuhi dan kapan harus dilanggar (supaya pesan tersampaikan secara lebih efektif).

Setelah semua itu, baru…

(1) Learn and plan your web

Pelajari dan rencanakan web Anda. Tujuan web itu apa? Gaya bahasanya bagaimana? Periode postingnya berapa kali? Mengapa begitu? Adakah yang bisa diperbaiki di sana? Matangkan rencananya, lalu jalankan. Tapi ingat, ini kita bicara web, bukan social media. SEO hanya berlaku untuk web. Anda tidak bisa mengoptimasi social media dengan teknik SEO, karena algoritmanya berbeda dan di social media, akses kita sangat dibatasi.

(2) Do your white SEO jobs

Lakukan langkah-langkah dasar SEO yang legal. Jangan pernah tergoda untuk mencurangi search engines, karena itu akan menjadi bumerang. Mungkin sekarang, Anda aman. Tapi, mereka yang ada di balik search engines itu kan bukan orang-orang culun nan lugu. Cepat atau lambat, mereka pasti akan mencium trik-trik kotor Anda dan segera menjatuhkan penalti bagi web Anda.

Nah, daripada Anda bersusah payah mempelajari trik-trik black SEO begitu namun hasilnya tidak jelas, mending energi Anda dialokasikan buat meriset keywords dan membuat tulisan-tulisan yang bermanfaat. Setuju?

(3) Make sure your content is shareable and/or useful

Menurut Chris Crum dari WebProNews, search engines juga mempertimbangkan popularitas sebuah halaman di jagat social media. Misalnya, berapa kali ia di-share atau diberi +1. Maka atur headline dan isi tulisan Anda agar terlihat berguna, lucu menggelitik, provokatif atau kontroversial (terutama jika karakter Anda seperti Farhat Abbas), sehingga orang tertarik membaginya di social media.

Jika diperlukan, Anda bisa melakukan keyword research dulu, entah melalui Keyword Planning Tools, trending topic di Twitter atau Google+, atau dengan menanyakan langsung ke pembaca Anda tentang tema-tema yang ingin mereka baca. Ini untuk memastikan saja kalau tulisan Anda memang sedang dibutuhkan. Tanpa konten yang berguna atau menarik untuk di-share, dioptimasi kayak apa pun tetap saja tak ada gunanya. “You can’t optimize something that’s dead,” sindir Brian Clark.

(4) Build community (build the readers)

Ya, bangunlah komunitas Anda sendiri. Teknik yang biasa dilakukan adalah dengan menjaring data pengunjung yang antusias dengan konten Anda melalui landing page. Begitu database peminat produk Anda terkumpul, Anda bisa berkomunikasi dengan mereka secara lebih tertarget. Untuk membuat komunitas lebih hidup, buatlah alur komunikasinya dua arah, atau bahkan multiarah (tiap anggota bisa berbicara dengan anggota lainnya).

(5) Feed up your web routinely

Karena Anda tertarik SEO copywriting, saya asumsikan Anda penulis. Tapi kenapa jarang update artikel? Mungkin alasannya, “Blog gue sepi, Bos! Nggak ada yang komen, nggak kayak di FB!” Hehehe, sekarang saya tanya, kalau rumah Anda sepi, apakah Anda malah meninggalkannya? Mencari keramaian di luar? Bahkan tidur di luar setiap hari? Wah, semakin sepi tak terselamatkan dong rumah Anda!

Ingat, web yang tak terurus lama pelan-pelan akan ditinggalkan pembaca dan search engines. PageRank-nya akan melorot, AlexaRank-nya akan membengkak. Tugas utama seorang SEO copywriter seharusnya merawat rumah tersebut, sehingga menarik bagi tamu-tamu yang ingin berkunjung, lalu membuat mereka betah berlama-lama di dalamnya, dan setelah pulang, mereka akan tergoda untuk berkunjung kembali.

6 Replies to “SEO Copywriting Tips”

  1. Nali

    Bener banget. Seach engine mati satu kita masih bisa pake satunya. Bahkan mati satu bisa tumbuh seribu. Ga usah kuatir, ilmu SEO masih panjang nafas. Jauh lebih panjang dari usia jejaring sosial FB.

    Reply
    • Brahmanto Anindito Post author

      Terima kasih, Mas (Mbak?) Nali.

      Oh ya, mau menambahkan. Inti dari SEO (buat yang tidak mau ribet-ribet mempelajarinya) menurutku hanya dua: konten yang berkualitas dan backlinks yang berkualitas. Nah, tugas SEO copywriter adalah memperbanyak keduanya. Tapi usahakan secara natural 🙂

      Reply
  2. Forum Copywriting

    Saya sepakat dengan pendapat Anda, tentang copywriter yang melakukan tindakan sedikit kurang baik untuk membuat situs webnya kedatangan banyak tamu. Semoga para seo copywriter yang telah membaca artikel ini bisa lebih mengedepankan kreatifitas, dari pada kecurangitas, hehe 🙂

    Thx for your tips 🙂
    Forum Copywriting´s last blog post ..5 Unsur Penting Dalam Membuat Sales Letter

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge