3 Langkah Menulis Review Produk Amazon melalui Blog dan Raih Dolar

3 Langkah Menulis Review Produk Amazon melalui Blog dan Raih Dolar

Anda yang sudah lama berkecimpung di dunia pemasaran internet (internet marketing) pasti tidak asing lagi dengan program Amazon Associate atau Amazon Affiliate. Melalui program ini, Anda membantu menjual produk-produk Amazon.com. Setiap terjadi penjualan, Anda akan mendapatkan komisi sebesar 4-8% dari harga produk.

Nah, bagaimanakah cara menjual produk-produk Amazon? Bisa dengan membuka toko daring yang difasilitasi oleh Amazon, dengan catatan blog Anda harus iframe support. Bisa juga dengan memasang banner atau widget Amazon di blog yang Anda pakai untuk jualan. Atau, menuliskan review produk di blog Anda. Cara yang disebutkan terakhir itu, menurut para praktisi Amazon Affiliate, ternyata paling efektif.

Ingin mencoba juga? Berikut tiga langkah dasarnya.

1. Siapkan Blog yang Tepat

Siapkan situs web atau blog untuk mereview produk. Memakai blog gratisan seperti Blogspot juga tidak masalah, asalkan sudah punya trafik (pengunjung) yang konsisten. Lalu, tentukan siapa calon pembeli produk-produk Amazon Anda. Melalui peranti-peranti daring seperti Alexa atau Google Analytics, Anda bisa memeriksa selama ini dari negara mana saja para pembaca Anda.

Jika blog Anda kebanyakan dibaca oleh orang Indonesia, sebaiknya Anda menyasar pembeli Indonesia, meski komisinya terancam minim karena sedikit sekali pembeli Amazon dari Indonesia (apalagi setelah Amazon memblokir akses pembeliannya).

Bila Anda bersikeras ingin membidik konsumen Prancis, misalnya, boleh-boleh saja. Namun sebaiknya, buatlah blog yang baru, dan sejak awal perhatikan hal-hal berikut ini:

Domain & hosting blog

Sebaiknya pakailah domain dot fr. Begitu pula hosnya, kalau bisa sekalian perusahaan hos di Prancis. Sebab search engines (mesin penelusuran) dan Alexa (platform perankingan buatan Amazon) hampir selalu mengidentifikasi IP address yang sesuai lokasi server Anda.

Artikel-artikel blog

Sesuaikan konten-konten blog dengan negara target Anda. Bila Anda berencana berjualan di pasar Prancis, tentu konten di blog Anda harus total berbahasa Prancis. Bukan hanya itu, topik-topik bahasannya pun hendaknya yang memang untuk dikonsumsi warga Prancis. Jangan sampai blog Anda isinya tentang tempat-tempat wisata Indonesia. Walaupun berbahasa Prancis, hanya berapa gelintir warga Prancis yang suka membicarakan itu? Anda dapat mencari tema-tema yang sedang menjadi tren di suatu negara melalui trending topics di Twitter, Google Trends, dan semacamnya.

Tautan-tautan di blog

Perhatikan juga tautan-tautan yang keluar-masuk blog Anda. Usahakan selalu berinteraksi dengan situs-situs web dari negara, bahkan kota, yang Anda targetkan. Begitu pula ketika Anda mempromosikan blog di direktori-direktori. Pilih direktori-direktori milik orang Prancis, jika sasaran penjualan Anda adalah warga Prancis.

Penentuan target ini gampang-gampang sulit. Gampang bila sejak awal blog Anda sudah spesifik pada jenis pembaca tertentu, baik secara geografi maupun psikografi. Sulit bila selama ini blog Anda menyasar pembaca yang terlalu umum, bahkan acak.

2. Tentukan Produk Amazon yang Ingin Diijual

Taruhlah blog Anda bertemakan film. Maka idealnya, Anda mereview produk-produk DVD, Blu-Ray, instant video, atau piranti-piranti home entertainment yang ada di Amazon. Pilihlah salah satu produk. Atau 2-3 produk jika Anda berniat melakukan komparasi dalam review tersebut. Namun saran terbaiknya, satu artikel review sebaiknya membahas satu produk saja secara mendalam.

Untuk menentukan produk yang dapat Anda bantu penjualannya, tinggal masuklah ke Amazon.com. Lalu, pilih produk-produk tersebut. Pastikan, produk itu:

  1. Sesuai pembaca blog Anda.
  2. Memiliki rating atau bintang minimal tiga. Sebab, biasanya itu mencerminkan kualitas produk di mata para konsumen (Amazon Verified Purchase).
  3. Harganya agak mahal. Rugi waktu dan tenaga bila Anda mereview panjang-lebar produk yang, misalnya, hanya seharga 20 USD. Hitung saja, komisi 4% dari 20 dolar itu hanya berapa?

Namun, jangan memilih produk yang terlalu mahal juga. Sebab, idealnya pereview sudah membeli dan mencoba sendiri produk itu, agar dapat “menjiwai” dalam menuliskan review dan bisa menanggapi jika ada calon pembeli yang bertanya-tanya di blog Anda. Bayangkan betapa banyak kebohongan yang Anda tuliskan bila mereview alat fitnes senilai 800 USD yang tidak pernah Anda beli.

3. Tulis Review yang Objektif & Orisinal

Ini bagian yang mudah, karena di Amazon sendiri pasti sudah tersedia fitur Description sekaligus Customer Review. Anda takkan kekurangan bahan tulisan. Artikel review Anda akan lebih “kaya” lagi bila Anda memiliki pengalaman personal menggunakan produk itu. Berikut ini tips cara menulis review di Amazon:

  1. Tunjukkan keunggulan dan kekurangan produk. Jangan seperti iklan yang hanya mengulas kelebihan-kelebihannya. Beri petunjuk pembaca setia blog Anda akan produk ini. Meski demikian, tetap perbanyaklah sisi-sisi positifnya, supaya pembaca tidak malah merasa ini produk yang tidak layak beli.
  2. Jaga agar review Anda orisinal. Tidak ada yang suka copy-paste, baik mesin penelusuran maupun calon pembeli produk afiliasi Anda.
  3. Lengkapi dengan 1-3 gambar dan video. Tulisan yang hanya menampilkan teks, selain kurang memberi kejelasan, juga tampak membosankan. Ketika Anda menawarkan mikrofon untuk membuat podcast, umpamanya, pembaca Anda pasti berterima kasih bila artikel pembahasannya juga dilengkapi dengan gambar mikrofon itu dari berbagai sudut, video cara memasangnya ke lengan penyangga, video tips membuat ruangan rekaman di rumah biasa (bukan studio), dan seterusnya.
  4. Sisipkan tautan afiliasi (affiliate link). Sebarkan tautan yang mengandung identitas akun Amazon Anda itu di teks atau gambar dalam artikel. Jika Anda sampai kelupaan langkah penting ini, berapapun pembelian yang terjadi setelah pengunjung membaca review Anda, komisi akan tetap tercatat nol. Sistem di Amazon.com tidak menganggapnya sebagai pembelian dari Anda. Artinya, artikel Anda tidak lebih dari sekadar promosi gratis buat produk Amazon. Sayang sekali, bukan?

Hasil akhir review biasanya 1.000-2.000 kata. Tujuannya hanya satu, yakni meyakinkan pembaca bahwa produk ini layak dibeli, dan kalau bisa, sekarang juga!


Setelah ketiga langkah ini, sebelum berharap mendapat komisi dari penjualan produk Amazon, Anda harus berhasil “menjual” dulu artikel review tersebut. Yang pertama, tentu bereskan SEO dasarnya. Kemudian, promosikan artikel Anda melalui akun-akun media sosial Anda. Bila perlu, iklankan melalui Google Adwords, Facebook Ads, atau lainnya. Agar semakin banyak yang membaca artikel review tersebut.

Semakin banyak pengunjung blog yang membaca review tersebut, semakin besar peluang terjadinya pembelian melalui link yang Anda berikan. Nah, begitu saja sebenarnya langkah-langkah untuk menulis review Amazon. Bukan jenis penulisan yang mudah. Tapi cobalah dulu. Selamat menangguk dolar melalui Amazon!

BAGIKAN HALAMAN INI DI