Tips Mencuri Hati Penerbit

By: Windy Ariestanty (Pimred GagasMedia)

Mencari penerbit untuk menerbitkan naskah yang kita tulis ibarat mencari pacar. Sehingga langkah-langkah yang perlu dipraktikkan pun hampir serupa dengan langkah-langkah untuk menggaet pacar.

Klik untuk melihat bagaimana sebuah novel thriller diramu!

Klik untuk membaca bagaimana sebuah novel thriller diramu

Tinggal gali informasi sebanyak-banyaknya tentang si dia (penerbit). Saat ingin melakukan PDKT terhadap seseorang, kita bakal mencari tahu apa-apa tentang dia, bukan? Nah, hukum ini juga berlaku di dunia penerbitan. Begitu informasi yang terkumpul dirasa cukup, rancang jurus jitu buat PDKT. Pertimbangkan langkah-langkah di bawah ini untuk menarik perhatian si target:

  1. Siapkan naskah sebaik mungkin. Ketik rapi. Hindari menulis tangan. Jangan mengirimkan naskah yang sepotong-sepotong atau yang belum selesai. Penuhi spesifikasi naskah yang mereka minta. Dengan memenuhi syarat pengiriman naskah, paling tidak naskah Anda sudah bisa lolos ke tahap seleksi berikutnya.
  2. Kemas dengan menarik. Jilid yang rapi, agar si editor mudah membacanya. Kalau perlu beri sampul yang lucu dan menarik sehingga naskah itu tampak menonjol di antara ratusan naskah yang masuk lainnya.
  3. Sertakan sinopsis karya Anda. Beritahu mereka apa yang menjadi keunggulan naskah itu sehingga layak diterbitkan. Tidak ada salahnya juga Anda memberikan presentasi cara mempromosikan buku tersebut kelak.
  4. Jangan lupa, sertakan data diri agar bisa dihubungi kapan pun oleh penerbit. Jika memungkinkan, lengkapi juga dengan alamat email, rumah, dan nomor telepon alternatif. Ingat, tidak perlu mencantumkan nomor rekening bank.
  5. Judul itu penting banget! Editor suka ilfeel begitu melihat naskah yang tak berjudul.
  6. Bila perlu, presentasikan langsung naskah Anda ke penerbit. Datangilah kantor redaksinya dan minta bertemu dengan editornya. Tapi jangan terkesan memaksa. Bagaimanapun, pekerjaan sehari-hari Editor cukup banyak. Menghadapi penulis yang terlalu memaksa dan terlalu pede kadang bikin dia ilfeel. Jadi, kunjungilah Editor pada jam yang pas.

Sesudah semua langkah itu, tidak ada yang bisa dilakukan lagi selain menunggu jawaban. Tentu saja si dia tidak dapat langsung menjawab saat itu juga. You should give him/her a time. Oleh karena itu, setelah memasukkan naskah, tanyakan saja kapan Anda bisa memperoleh iya-tidaknya.

Tunggulah jawaban dari penerbit dengan sabar. Jangan terlalu sering merongrong. Bayangkan saja dalam dunia perpacaran: Apa yang terjadi kalau Anda terlalu ngebet minta jawaban? Sang gebetan bisa-bisa malah ngacir. Jadi, tagihlah jawaban sesuai dengan waktu yang dijanjikan.

Andai jawaban itu pada akhirnya ialah tidak, jangan patah semangat. Ditolak memang tidak enak rasanya. Tapi, Anda memang tak boleh lantas patah semangat. Tanyakan kepada penerbit alasan penolakan tersebut. Adalah hak kita kok untuk mengetahuinya. Minta mereka menjelaskan. Kalau revisi dimungkinkan, cobalah lakukan.

Yang penting, teruslah belajar. Biasanya Editor jadi hapal dengan penulis yang terus-menerus mengirimkan naskah, meski ditolak. Ini justru akan membuat editor itu mengamati perkembangan kemampuan menulis Anda.

Selamat mencoba!

BAGIKAN HALAMAN INI DI

38 Replies to “Tips Mencuri Hati Penerbit”

  1. windy

    ayooo, kita semua jadi penulis. eniweeiii, kalau mau lihat tips lainnya, bisa mampir ke kandangagas.blogspot.com. ada tips tentang menulis yang lainnya. semoga berguna buat semua!

    Reply
  2. imponk

    bila nggak ada penerbit yang mau menerima, langkah selanjutnya di-copy sendiri. kemudian dibagikan untuk kalangan terbatas. kalo respons mereka bagus, terbuka peluang untuk menjadi best seller. pengalaman ini terjadi pada novel laskar pelangi.

    Reply
  3. fatkur

    aku jadi kepingin ngembangin minat nulis lagi nih, apa yaa.. yang bakal ngetrend di tahun ini, soalnya aku belum pernah berhasil sampai selesai….tapi akan kucoba lagi. makasih banyak tipsnya .

    Reply
  4. Warnie Peach

    hai,maaf ya tiba-tiba nimbrung hehhehe.saya juga ingin bergabung disini.lam kenal sebelumnya.
    btw,saya mw nanya.kalo kita ada diluar kota dan jalan satu2nya menghubungi suatu penerbitan hanya lewat internet itu bagaimana ya??apakah boleh??begitu juga dengan pengiriman sebuah naskah cerita atau cerpen hanya komunikasi dengan email apakah itu baik atau bagaimana??mohon petunjuknya,hehhehe.makasih.
    kalau tidak keberatan,silahkan mampir ya ke blog saya yang alakadarnya,di http://www.peachza.wordpress.com

    makasih sebelumnya.

    Reply
  5. Brahm

    Salam kenal balik, Warnie. Dari pengalamanku menghubungi penerbit, sebagian besar mereka welcome kok ditanya2i via email. Tp tidak semua bersedia menerima naskah lewat email. Ini wajar kan, tidak semua orang (editor) merasa nyaman membaca naskah novel/kumcer (digital) di depan komputer. Kebetulan Wufi punya daftar penerbit2 mana yg bersedia dikirimi naskah via email, mana yang lebih memilih naskah kertas konvensional, dan mana yg bersedia menerima dua2nya. Silakan download aja daftar penerbit itu di Unduh Gratis.

    Reply
  6. Henny

    Makasiiih infonya!!! ini berguna banget buat aku, membangun kepercayaan diri aku juga yang saat ini emang lagi pengen cari pacar (hehehe) penerbit maksudnya!!!!

    Reply
  7. Devi

    Waooo..maksih bgt atas info-info dan tips2nya kebetulan lagi bingung gimana caranya masukkin naskah ke penerbit. Thankss:)

    Reply
  8. Opik

    Halah,
    Nggak semuanya poin2 di atas bisa berjalan dengan mulus. Ngepresentasiin ke editor langsung…?Hari giniiii…
    Wong kita nelpon ke resepsionis atau bagian redaksi aja, buat nanya boleh presentasi aja, NGGAK BOLEH!
    SIBUK lah,, gayaaaa!
    lebaaaaaay! SOMBOOOONG!
    itulah yang harus diderita penulis baru, kasihan banget tau.. gue tuh prihatin, udah nggak ada literary agent, jadinya susah, nggak kayak di luar negeri,,, disana semua orang yang nulis pasti dihargai oleh literary agent, kalo kita salah dan ancur ceritanya, pasti mereka akan bantu kita untuk ngasih tau gimana sih caranya buat naskah yang layak… nggak kayak disini, tau-tau ditolak, naskahnya dibalikin (kadang jg nggak dibalikin kayak Chs…ada deh pikir aja sendiri, tuh udah gue kasih inisialnya), terus dikasih surat ‘resmi-resmian’ yang nyatain kalo naskah kita tuh kurang ini-itulah…oke, gue terima seperti itu, seenggaknya saran jangan patah semangat bener banget kata Windy…
    Yang kami (penulis-penulis baru) mau, seharusnya karya kita yang emg punya potensi bagus untuk diterbitkan, dibimbing kalo emg pada awalnya naskahnya kurang oke dan banyak yang nggak logis…
    Okelah, banyak naskah sehingga penerbit kewalahan kalo ngebimbingnya satupersatu… yah kalo gitu, emg bener… penerbit di indonesia masih nggak efektif!
    Malah sekarang yang gue liat di toko, macemnya lo tau deh…
    Tentang personal lit yang terlalu dibuat-buat en super lebay lah… lifestyle-nya kaum homoseksual (kita namakan saja literature baru, QueerLite-gimana?-
    oke gue fine2 aja sih, tapi pliiiss deh bukunya Erza!) Heran gue kenapa penerbit seperti Gagasmedia bisa ya nerima naskah kayak gitu, setau gue Gagas nggak pernah berpikir ‘gila’ untuk bisa nerbitin karya sampah, nggak bermakna dan nggak ada pesan moralnya kayak gitu…

    Anyway,
    Win, kurang topcer saran lo…gue tunggu saran yang paling jitu dari lo.. PR tuh buat lo! Dan buat penulis baru, terus maju. Buat penerbit buku populer di Indonesia, Pliis jangan terpaku melulu sama naskah rekomendasi dari orang-orang/ partner kerja kalian yang cuman bisanya muji2 tuh karya… Periksa teliti lagi!

    Reply
  9. Yuni Sucipto

    Saya baru saja menemukan blog Wufi ini – jadi salam kenal. Lagi coba-coba menulis chick lit 🙂 Something yang bernafaskan cinta dan persahabatan, bukan tragedi dan melodrama – sesuatu yang berhubungan dengan Amerika Serikat (karena saya tinggal di Los Angeles). Blog anda memberikan saya banyak informasi 🙂 Saya suka. Tidak menyangka kalau Indonesia memiliki banyak penulis, kreatif lagi. Jadi minder juga sih – tapi yah tulis aja, siapa tahu jadi 🙂 hehehe …

    Reply
  10. rangga muhammad

    salam cinta bagi orang yang ingin ‘mengencani’ penerbit. sapa saja yang bisa ngebantu, untuk bisa menimpakan ide2nya.saya tunggu, mudah2an bisa jadi solusi. saya PUNYA NASKAH. udah lama dipendem. sayang belum ditembak penerbit. pernah bebrapa kali nyoba nembak, ada sinyal tapi masih lemah. saya menulis sebuah kamus (Dikerjain selama 8bulanan) judulnya kamus MAHASISWA dan Pelajar. isinya diksi atau kata-kata pilihan yang diserap dari bahasa asing. yang emang penting banget untuk dicari dalam kamus. contohnya kata2 apologi, egaliter,ejawantah, manifestasi, absurd,dikotomi dsb.isinya kata-kata seperti itu. jika ada solusi, plis kasih tanggapan, khususnya dari mas penulis.

    Reply
  11. dihas

    Nice sarannya…
    bisa dicoba…
    🙂

    tapi kalo saya sih nulis,,saya ajukan ke penerbit,,3-4 penerbit menolak,,karya saya akan saya publish saja di blog buat bisa dinikmati….
    🙂
    dan karya saya pertama akan segera saya kirim setelah saya edit atas saran dari pembaca(temen2 saya)….
    dihas´s last blog post ..Bahaya Mengganggu Orang Maen PES

    Reply
  12. noy

    well, salam kenal buat semua…
    Pendatang baru nih.
    Thank’s unt mbak Win yg memberikan masukan ini.
    Unt mas Opic : sallute dengan keterbukaan anda, kadang kadang blak blakan seperti itu bisa membuka mata hati mereka mereka yang sok, setidaknya memberi penjelasan why they do that.
    Thanks for u suport juga buat penulis penulis baru, salah satunya adalah saya yang masih amatiran ini,tapi tetap semangat unt belajar…
    God bless.

    Reply
  13. Lukman H

    Tulisannya sangat membantu. Menulis itu mudah tapi bagaimana menulis yang berbobot dan bermutu itu ga gampang. Perlu waktu. Kepada penulis pemula (seperti saya) ditolak penerbit karena karya kita belum bagus adalah wajar. Tetaplah menulis sambil memperbaiki kekurangan dan mau menerima masukan. Jayalah penulis Indonesia!

    Reply
  14. Desvera Inge

    Thanks atas infonya.cukup buat masukan bagi saya yg seorang penulis baru dan amatiran.naskah saya baru saja ditolak sebuah penerbit.tp saya akan mencoba penerbit lain dan tetap semangat untuk belajar.salah satunya berencana sekolah penulisan.salam menulis..

    Reply
  15. umi sa'diyah

    Terimakasih ya, sebab aku baru saja mendapatkan jawaban dari pengiriman naskah novelku. Tapi itu tak akan menyurutkan semangatku untuk bisa menerbitkan karyaku.

    Reply
  16. Aileen

    kak, aku mau nanya nih. aku kan kirim naskah sudah dari februari 2014, tapi sampai sekarang masih belum ada kejelasan. sedangkan sudah lebih dari 6 bulan. aku juga sudah coba telepon ke kantor gagas media. alasannya selalu editornya sedang keluar dll. what should i do?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.