Pernahkah Kakak jengkel karena sudah capek-capek menulis karya panjang dari hari ke hari, cakram keras (hard disk) komputer tiba-tiba bermasalah? Memang menyebalkan sekali. Proyek penulisan pun terhambat. Itulah pentingnya melakukan back up (pencadangan) secara daring.
Mengapa Kita Perlu Back Up Daring
Sebenarnya, kita bisa menyimpan berkas di diska lepas (flashdisk). Namun, media yang memiliki fisik selalu dapat rusak. Entah karena terbanting, kena banjir, lembap, terpapar panas ekstrem tanpa sadar, atau kabelnya putus. Atau yang lebih teledor tetapi sangat mungkin terjadi: diska lepas itu hilang!
Maka saran lama pun relevan kembali: buatlah cadangannya secara daring juga, serutin mungkin. Dua minggu sekali rasanya tidaklah merepotkan.
Langkah pencadangan atau back up ini merupakan usaha preventif. Tidak ada yang berharap bencana, tetapi kita selalu bisa mengusahakan supaya tidak terlalu banyak kehilangan seandainya bencana itu benar-benar terjadi.
Maka sarannya, budayakan back up semua berkas di komputer Kakak, terutama yang menyangkut proyek-proyek penting saat ini. Salin semua berkas di setidaknya tiga tempat yang berbeda:
- Komputer / laptop / ponsel pintar (otomatis)
- Hard disk eksternal / flashdisk
- Penyimpanan daring / awan
Kalau koneksi Internet Kakak cenderung stabil dan berkecukupan, biasakan juga menyinkronkan apa yang ada di komputer dengan ruang penyimpanan daring itu.
Di Mana Kita Bisa Back Up Daring (Gratis)
Jasa penyimpanan awan (cloud storage) menawarkan beberapa alternatif dengan karakteristik yang berbeda-beda. Memilihnya bukan sekadar soal siapa yang memberi ruang paling besar untuk versi gratisnya, melainkan mana yang paling pas dengan gaya kerja serta kebutuhan privasi kita.
1. Google Drive
Sesuai namanya, ini adalah salah satu produk Google. Maka Kakak dapat mengintegrasikannya dengan Gmail, Android, Google Meet, Gemini, dan platform-platform lain di bawah bendera Google.
Setelah mendaftar, G-Drive akan memberi Kakak 15 GB ruang penyimpanan secara gratis. Namun, kapasitas 15 GB ini merupakan gabungan bersama dengan Gmail dan Google Photos di akun Kakak.
Bagaimanapun, dengan 15 GB, rasanya sudah lebih dari cukup untuk menyimpan berkas apa saja. Jangankan berkas-berkas yang umum, berkas .psd pun bisa dibaca walaupun Kakak tidak menginstal Photoshop di komputer. Berkas e-book seperti .epub atau .pdf berisi referensi tebal juga dapat langsung Kakak baca di dalamnya.
Di samping itu, G-Drive dilengkapi fitur OCR Text Scanning yang memungkinkan Kakak melakukan pencarian gambar dengan kata-kata. Bahkan jika kata-kata itu terdapat di dalam file. Ini merupakan salah satu keunggulannya dibanding platform penyimpanan lain yang hanya bisa mencari kata dari nama berkas belaka.
2. Dropbox
Sebenarnya, Dropbox adalah pemain veteran yang meluncur jauh sebelum Google Drive. Sang pionir ini memiliki algoritma sinkronisasi (block-level sync) yang sangat matang, stabil, dan cepat.
Sayangnya, seiring berjalannya waktu, layanan ini terasa paling pelit di antara kompetitornya. Saat pertama kali mendaftar, Kakak hanya akan mendapat kapasitas bawaan sebesar 2 GB (bisa naik sedikit menjadi 2,5 GB dengan menyelesaikan beberapa “misi” panduan awal).
Keunggulan absolut Dropbox ada pada fitur file recovery (pemulihan berkas) dan Version History (riwayat versi) yang akan menahan jejak berkas Kakak hingga 30 hari ke belakang. Ini berguna bila Kakak tak sengaja menghapus naskah, atau tiba-tiba ingin membatalkan perubahan (undo) dan mengembalikan draf ke versi minggu lalu.
Selain harga paket berbayarnya yang dirasa lebih mahal dari Google Drive, versi gratis Dropbox saat ini memiliki aturan pembatasan perangkat yang ketat.
Kakak maksimal hanya bisa memakai akun gratisan ini di tiga perangkat saja, misalnya 1 komputer, 1 laptop, dan 1 ponsel pintar. Jika Kakak adalah tipe penulis yang sering berpindah-pindah banyak gawai, batasan (dan ruang 2,5 GB) ini akan terasa mengekang.
3. OneDrive
Platform OneDrive adalah standar pengguna Windows. Jika Kakak menulis menggunakan Microsoft Word, integrasi auto-save ke OneDrive adalah fitur bawaan yang nyaris tanpa cela. Naskah Kakak otomatis tersimpan ke awan setiap kali ada huruf yang diketik.
Integrasi ekosistem Microsoft berjalan mulus dan fitur Version History sangat rapi untuk melacak draf-draf sebelumnya.
Sayangnya, Microsoft tergolong pelit di versi gratisnya. Kita hanya dijatah 5 GB! Selain itu, Microsoft secara terbuka memindai konten pengguna untuk berbagai keperluan teknis dan analitik. Bagi penulis yang menginginkan privasi atas karya intelektualnya, ini bisa jadi catatan minus tersendiri.
4. MEGA
Jika Google dan Microsoft terasa terlalu ikut campur, layanan asal Selandia Baru ini bisa jadi pelarian Kakak. MEGA memberikan ruang penyimpanan gratis sebesar 20 GB. Namun, nilai jual utamanya adalah enkripsi end-to-end atau zero-knowledge privacy.
Artinya, dokumen dienkripsi langsung dari perangkat Kakak, sehingga pihak MEGA sekalipun tidak memiliki “kunci” untuk mengintip isi naskah novel atau apapun yang Kakak unggah.
Inilah jasa penyimpanan daring dengan kapasitas gratis paling lega di antara kompetitor arus utama. Tingkat privasinya level dewa, cocok untuk melindungi Intellectual Property (IP) yang belum dirilis.
Akan tetapi, keamanan superketat ini bisa jadi pedang bermata dua. Begitu Kakak lupa kata sandi atau kehilangan recovery key, berkas-berkas Kakak akan terkunci selamanya di sana. Sebab, customer service-nya takkan bisa memulihkan kata sandi tersebut. Kakak benar-benar bertanggung jawab penuh atas “kunci” brankas sendiri.
5. pCloud
Layanan asal Swiss ini terkenal dengan stabilitasnya dan perlindungan data yang tunduk pada undang-undang privasi yang ketat.
Berbeda dengan Dropbox atau Google Drive yang secara default akan menyinkronkan berkas dan memakan ruang di cakram keras lokal, pCloud bertindak murni sebagai penyimpanan virtual tambahan sejak awal tanpa pengaturan yang rumit.
Jadi, ia sangat menghemat ruang cakram keras komputer Kakak. Keamanan data terjamin oleh regulasi Eropa, menjadikan pCloud tempat yang sangat aman untuk menyimpan arsip naskah jangka panjang.
Namun, yang lucu, di awal mereka mengatakan versi gratis “hingga 10 GB”. Faktanya, saat mendaftar, Kakak hanya diberi 2 GB. Untuk memperoleh 8 GB sisanya, Kakak harus menyelesaikan serangkaian “misi”, seperti menginstal aplikasi di ponsel pintar, mengaktifkan unggah otomatis, hingga mengundang teman.
Taktik marketing ini dapat terasa sedikit mengganggu bagi penulis yang menginginkan kepraktisan.
6. Email
Ini langkah yang paling tradisional. Terutama jika Kakak ogah repot-repot daftar ke platform penyimpanan daring manapun, dan jika tujuan Kakak hanya untuk menyelamatkan data, tanpa menyuntingnya lagi, karena naskahnya dianggap sudah mencapai tahap progres tertentu.
Lampirkan (attach) naskah itu, lalu kirimkan ke alamat email Kakak sendiri, sehingga Kakak punya arsip naskah dari masa ke masa. Suatu saat ingin tahu bagaimana naskah Kakak dua bulan yang lalu, tinggal mengubek-ubek thread email dengan subjek yang sesuai.
Email juga punya kapasitas penyimpanan lumayan. Gmail berkapasitas 15 GB (meskipun harus berbagi dengan G-Drive dan G-Photos). Yahoo! Mail bahkan berkapasitas 20 GB. Bandingkan dengan Dropbox yang “hanya” 2,5 GB.
Namun, tentu berkas dalam email berarti dalam bentuk lampiran (attachment). Ia tidak bisa di-rename, disunting, di-share dengan orang lain, apalagi disinkronisasi dengan komputer atau gawai Kakak.
Untuk mengutak-atiknya, akan jauh lebih ribet ketimbang bila Kakak memilih menggunakan media penyimpanan awan.
Selain itu, ada batasan berkas di email. Standar ukuran maksimal attachment untuk layanan email utama saat ini (seperti Gmail dan Microsoft Outlook) adalah 25 MB. Apabila melebihi itu, Gmail otomatis akan mengunggahnya ke Google Drive dan menyisipkan tautannya ke dalam email. Hahaha, ujung-ujungnya pakai G-Drive juga!
Jadi, Back Up Berkas-berkas Kakak Sekarang
Setelah tahu pentingnya melakukan pencadangan berkas penulisan dan pernak-perniknya (gambar, video, presentasi, dan sebagainya) serta tempat-tempat untuk mengunggahnya atau melakukan back up, tunggu apa lagi? Rutinkan kebiasaan baru ini, sebelum sesuatu terjadi pada berkas-berkas penting Kakak.
Cara ini juga efisien jika kita, misalnya karena satu dan lain hal harus pergi ke suatu tempat, dan lupa membawa laptop atau ponsel. Dengan semua berkas penting ada di media penyimpanan awan, kita selalu bisa mengaksesnya dari mana pun.
Yang terpenting, jangan sampai lupa kata kunci! Juga, jangan mencatatnya atau meletakkannya sembarangan.
Media penyimpanan daring memang sangat aman dari kerusakan atau kehilangan secara fisik. Namun, ia rentan terhadap masalah-masalah seperti “tidak bisa login“, kena retas, atau diam-diam diakses oleh teman sebelah saat Kakak ke kamar kecil.
kalau aq sndiri sering menggunakan google drive karena memang lebih memiliki/diberi kapasitas yg lebih gede
Ya, bagi pengguna Android juga enaknya pakai Google Drive.