Characteristic of A Movie Crazy

Hangout place for movie crazyI have few friends who are movie-crazy, I mean, a film maniac. No doubt, movie is their breath. Nonetheless, I enjoy observe such behavior; how they are thinking, how they act. This is their common characteristic:

  1. There are always Home Video’s member cards in his/her wallet.
  2. Still around his/her wallet, we will find some cinema free pass. Or if not so, there is brochure or small note about schedule of movie screening tucked in.
  3. Knows where to download the movies files on internet.
  4. No time for newspaper, but always some time for movie magazines.
  5. His/her cellular phone is always full of Home Video telephone numbers.
  6. When looking something remarkable, s/he spontaneously thinks to replay it.
  7. Has also his/her own way to calm his/her lover down. For instance, when his girl friend said, “Blood is gushing profusely from your wound, how could you keep laughing?” he would respond, “Relax, this is just a special effect.” Even if it was not special effect at all.
  8. His/her dreams were completed by voice-over narration. When s/he saw Greatest Wall in the dream, a bass voice suddenly came up, “China again. Damn. It seems like I was a minutes ago in Korea….” Then his/her eye lens was panning slowly and a soundtrack was barely heard.

Just like a crazy, isn’t he? Yeah, that is why I am using “movie-crazy” words, instead of “moviegoers”. But if you experience one, some, or all of the eight symptoms above, do not bother to go to a psychiatrist. Just welcome to the club!

* * *

Saya suka mengamati tingkah laku teman-teman yang maniak film. Dan berhubung saya sendiri penggila film, maka saya rajin juga mengamati diri sendiri. Ada kesamaan perilaku dari tipe-tipe ini. Yah, meskipun tidak terlalu ilmiah dan berpotensi membuat Anda tersenyum geli, tulisan ini sebenarnya bukan humor. Karena memang beginilah hasil pengamatan dan ngobrol-ngobrol saya dengan mereka.

  1. Dompetnya penuh dengan kartu anggota rental DVD, kadang-kadang plus voucher bonusnya. Orang seperti ini tidak merasa puas menjadi anggota di satu rental. Karena yang diburunya biasanya bukan film-film pasaran. Film-film yang menurut orang awam aneh dan nggak asyik pun, kalau dia merasa bagus, diembat pula. Namun karena kebanyakan dari mereka terlalu bokek untuk memesannya via Amazon.com, rental DVD seisi kota tak urung jadi sasaran pelampiasannya.
  2. Masih di seputar dompet, kita akan menemukan free pass bioskop. Entah dari mana dia memperolehnya, tapi rasanya adaaaa saja free pass itu. Atau kalau tidak begitu, di selempitan dompet tersebut ditemukan brosur, minimal catatan tentang jadwal pemutaran film. Misalnya, film Prancis di Pusat Kebudayaan Prancis, film Jepang di Konsul Jepang, film Jerman di Goethe, termasuk festival film lokal.
  3. Hapal situs-situs yang berisi kumpulan link download film. Karena inilah, seorang penggila film tetap tenang menyikapi isu akan dikuranginya film-film Hollywood di bioskiop-bioskop Indonesia secara drastis.
  4. Tidak sempat membaca koran, tapi selalu ada waktu untuk membaca majalah-majalah film.
  5. Ponselnya dijejali banyak nomor dari rental DVD, termasuk rental yang belum dianggotainya. Orang-orang semacam ini umumnya akrab dengan para penjaga rental. Sebab kadang-kadang dia menelepon lalu menyibukkan pegawai malang itu dengan seabrek judul film yang dicarinya, “Mbak, coba cek di katalog, A ada nggak? Film Iran, film Iran. Nggak ada?!? Kalau gitu ini aja… film indie Finlandia, B. Sama film C!”
  6. Bila melihat peristiwa menarik, dimana pun itu, dia langsung berpikiran untuk me-replay-nya. Atau kalau melewatkan bagian menarik dari peristiwa itu, dia berpikir, “Ah, nanti bisa sewa kalau versi DVD-nya udah rilis.” Tapi tentu saja kemudian dia menyadari pikiran spontannya yang tidak masuk akal itu.
  7. Punya cara tersendiri untuk menenangkan kekasih yang mencemaskannya. Umpamanya, ketika ditanya pacar, “Aduh, tanganmu kok ngucur darah terus?” dia akan menjawab santai, “Ini kan cuma special effect.” Atau habis terjatuh dari motor, dia bakal tersenyum dan mengatakan, “Nggak papa kok, tadi aku cuma pengin tahu rasanya jadi stuntman.”
  8. Mimpi-mimpinya terkadang diiringi voice-over narration. Misalnya, manakala dalam mimpi tersebut dia memandangi Gedung Sate, sebuah suara bas tiba-tiba muncul dari dalam batok kepalanya sendiri yang sedang pulas itu, “Bandung lagi. Sialan. Rasanya aku baru di Jakarta lima menit yang lalu….” Lantas lensa matanya bergeser perlahan dan sayup-sayup terdengar soundtrack. Tidak ada yang menyetel musik sewaktu dia tidur, otak bawah sadarnya sendirilah yang memantik suara-suara tersebut.

Seperti orang gila? Itulah kenapa saya memakai istilah “penggila” film, alih-alih “penggemar” film.

Namun jika Anda mengalami beberapa atau keseluruhan dari delapan gejala di atas, tak perlu repot-repot memeriksakan diri ke psikiater. Bergabung sajalah dengan orang-orang yang mengalami nasib sama. Welcome to the club! [photo from Staxhomeentertainment.co.za]

BAGIKAN HALAMAN INI DI

11 thoughts on “Characteristic of A Movie Crazy”

  1. mungkin saya belum segila itu, but kadang saya ingin in action dalam reality, kayak adegan film, saya ingin jadi melow, kadang juga ingin jadi so parodi, ngomong apa sih…

    Reply
  2. Aaah, sepertinya Dika satu ini familier buatku. In action, in action… suka niru2 film action, kadang2 melo, kadang2 memparodikan kehidupan sendiri, hahaha.

    Reply
  3. Makasih udah mau baca dan komen, Mbak Pipiet. Penggila film juga ya? Ah, rasanya orang2 Interlude gilanya ke sastra ya, bukan ke film.

    Reply
  4. Mungkin saya malah sudah kelewatan gila, sehariii saja nggak nonton filem, rasanya pegel linu, menjelang tidur adaaaaa aja yg dipikir, entah pengen dapet film ini lah atau actor actris itu hadoh….
    Dan yang spektakuler gilanya setiap seminggu sekali alam bawah sadar saya menyeret saya ke toko dvd buat blanja setidaknya 1 dvd untuk seminggu, tapi namanya penggila film, liat dvd berjajar rapi seakan-akan mereka menggoda untuk dibawa pulang, alhasil rela gak makan demi beli beberapa dvd. Sampek kosan nyesel karena udah boros, tapi bakalan lebih nyesel kalo tu dvd gak dibeli kwkakakkaak… Yang senasih silahkan mampir ke http://gentabar.blogspot.com deh buat share :p

    Reply
  5. Nggak memenuhi kriteria2 di atas. Krn aku emang bukan penggila film!

    Poin nomer tujuh tampaknya mengerikan sekali! Tapi…. hm, aku jd punya solusi nih.

    Reply
  6. no. 7 bikin ngakak mas admin 😀

    nambahin buat penggila Bollywood:
    begitu nangis ia akan mencari tiang buat muter-muter diiringi lambaian selendang mendendangkan syair pilu…
    Adhi´s last blog post ..Temanku Lana 01

    Reply
  7. film fiksi, seperti membangun sebuah panggung kecil di pojokan otak kita, untuk kemudian dimainkan tokoh2 yang saling sapa.

    film fiksi, akan memperkaya wawasan….

    Reply

Leave a Comment

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No right-click, please!