
Di Indonesia, pasar pembaca remaja begitu menggiurkan. Penduduknya kebanyakan pemuda belasan tahun. Pasarnya luas. Maka, tidak ada salahnya mencoba menulis untuk remaja. Sayangnya, ternyata masih banyak yang meremehkannya.
Strategi & Teknologi Penulis Narasi
Teknik penulisan cerita, baik fiksi maupun nonfiksi.

Di Indonesia, pasar pembaca remaja begitu menggiurkan. Penduduknya kebanyakan pemuda belasan tahun. Pasarnya luas. Maka, tidak ada salahnya mencoba menulis untuk remaja. Sayangnya, ternyata masih banyak yang meremehkannya.

Tidak ada karya fiksi yang tidak punya tokoh atau karakter. Karakterisasi atau proses menciptakan tokoh pun menjadi hal yang krusial. Proses ini tidak terlalu sulit dilakukan. Yang perlu diingat sederhana: tidak ada orang (tokoh) yang sepenuhnya malaikat, sebagaimana tidak ada orang yang sepenuhnya iblis.
Menulis cerita yang menyentuh, atau bahkan membuat audiens mengeluarkan air mata, adalah tantangan bagi penulis. Sulitkah itu? Tentu saja! Setidaknya, ini akan lebih sulit dibanding menulis puluhan status galau di media sosial.
Beberapa orang tua suka mendongengi anak sebelum tidur. Harapannya, agar nilai-nilai moral kisah yang dibacakan meresap hingga alam mimpi. Selain itu, ada keinginan agar alunan cerita itulah yang membawa si kecil terlelap. Siapa sangka, fiksi relaksasi juga dapat berdampak sama kepada orang dewasa.
Don't do that, please!