Anda mungkin komikus yang memiliki tumpukan karya di rumah. Saat beberapa penyedia konten menawarkan layanan komik seluler M-Komik, Anda pun tertarik, bukan sebagai konsumen, melainkan sebagai salah satu pemasok komiknya. Ini tentu bagus. Karena “industri” perkomikan Indonesia sejatinya masih perlu banyak variasi komik buatan anak negeri. Yang perlu Anda lakukan tinggal menghubungi penyelenggaranya untuk menanyakan prosedur detail.
Brahmanto Anindito
Komik Digital Indonesia: Sudahkah Jadi Lahan Bisnis?
Film Indonesia mulai bangkit. Sastra Indonesia sudah lama jadi tuan di rumah sendiri. Komik Indonesia? Boro-boro membuat komikusnya hidup makmur, sekadar menjadi sandang-pangan saja terseog-seog lantaran konsumennya cenderung memilih komik manca. Tapi di tengah-tengah kelesuan tersebut, komik digital hadir sebagai senjata baru untuk menggempur hati konsumen. Patut diapresiasi.
Upaya Hanung Bramantyo Membumikan Cerita Ayat-ayat Cinta
Wuah, akhirnya! Jadi juga menonton Ayat-ayat Cinta.
Di media novel, kehebatan kisah karya Habiburrahman El Shirazy ini terfasilitasi oleh kesempatan seluas-luasnya pengarang untuk bertutur detail. Sementara di filmnya, kedahsyatan cerita ini terfasilitasi oleh efek audio serta visualisasi yang memanjakan mata. Mana yang lebih saya rekomendasikan? Tidak salah satunya. Saya merekomendasikan dua-duanya. Karena, baik novelnya maupun filmnya, sama-sama membuat saya merinding.
Cerpen = Investasi
Cerita pendek (cerpen) adalah genre sastra populer yang selama ini keberadaannya kurang dianggap bergengsi. Padahal, inilah jenis karya berbasis penuturan yang paling ringkas, baik di sisi penulis maupun pembacanya.