Penulis vs Software Penulis Instan

Penulis vs Software Penulis Instan

Sebuah produsen software penulis otomatis mempresentasikan produk terbarunya. Dengan peranti lunak tersebut, waktu penulisan artikel yang berjam-jam sampai berhari-hari, diklaim dapat dipangkas menjadi satu jam saja. Ini tentu inovasi dalam dunia kepenulisan. Konsekuensinya:

  1. Kerja penulis jadi mudah. Terutama karena kita sangat terbantu dalam hal riset daring.
  2. Orang yang tadinya tidak bisa menulis, mendadak produktif menghasilkan tulisan. Bahkan tulisan-tulisan unik yang tidak terdeteksi sebagai plagiasi atau copy-paste.
  3. Orang yang tidak tahu-menahu bidang tertentu, misalnya kapal pesiar, tiba-tiba mampu membuat blog yang isinya spesifik membahas kapal pesiar dengan meyakinkan.

Penasaran, kami pun mencoba peranti-peranti lunak semacam ini. Ternyata, hasilnya tidak ada yang sehebat gembar-gembornya. Hasil akhirnya selalu seperti artikel-artikel spammer yang asal membentuk paragraf-paragraf, asal memasukkan kata kunci (keywords).

Bagaimanapun, konsekuensi pertama tadi bukanlah isapan jempol. Peranti-peranti lunak semacam ini memang bisa mempersingkat waktu riset. Kakak tinggal memasukkan kata kunci, umpamanya, “keliling dunia murah.”

Software akan mengubek-ubek belantara internet demi menemukan kalimat-kalimat yang berhubungan dengan kata kunci tersebut. Lalu menyusunnya sebagai tulisan utuh yang jumlah kata-katanya Kakak tentukan sendiri. Kakak pun dapat mengaturnya hanya sebagai pencari fakta (fact finder).

Istilah “pencari fakta” ini sebenarnya juga rancu. Sebab, yang dimaksud dengan “fakta” bukan sesuatu yang valid secara keilmuan, melainkan sekadar suatu kalimat yang ada di internet, yang sumbernya pun tidak jelas: tepercaya atau tidak.

Terlepas dari itu, “fakta-fakta” tersebut akan ditampilkan dalam bentuk daftar panjang. Kakak bisa memilih dengan mencentang “fakta-fakta” mana saja yang mau dimasukkan ke dalam calon tulisan. Klik OK, dan secara ajaib, peranti lunak tersebut akan menyusunkan artikel berdasarkan “fakta-fakta”.

Setelah itu, Kakak masih diberi kesempatan untuk membaca ulang dan mengeditnya. Peranti lunak juga menyediakan fasilitas spinner yang fungsi utamanya mengubah kata dengan sinonimnya dan membolak-balik urutan paragraf. Ini supaya artikel baru tidak terdeteksi oleh tools semacam Copyscape sebagai artikel duplikasi.

Dengan software penulis otomatis ini, Kakak berpeluang menciptakan satu artikel dalam beberapa menit hanya dengan memasukkan satu ide mentah yang berupa kata kunci.

Bayangkan berapa banyak waktu yang bisa dihemat dengan peranti lunak ini! Kakak yang berkecimpung di dunia internet marketing pasti langsung tergiur dengan software ini dan menggadang-gadangnya sebagai penghasil dolar.

Bagaimanapun, kami tidak merekomendasikannya saat ini. Mengapa?

  1. Ia asal mencomot “fakta” di internet.
  2. Ia tetap memerlukan insting penulisan dan penyuntingan manusia. Sebab, bila tidak demikian, yang dihasilkan hanyalah artikel-artikel yang menggelikan.
  3. Kalau Kakak tidak puas dengan hasilnya, Kakak harus mengulang-ulang prosesnya, dan ini bisa lebih lama dari menulis artikel secara manual.
  4. Harganya relatif mahal. Sebenarnya, ada yang gratisan, tetapi hasil artikelnya hanya akan membuat kita tertawa.

Bagaimanapun, ini adalah sebuah terobosan. Silakan memanfaatkannya bila merasa cocok. Namun bila Kakak tidak bisa menulis, ingin atau butuh tulisan, dan punya uang, saran saya, sewa saja penulis profesional, alih-alih membelanjakan uangnya untuk membeli software. Toh peranti lunak semacam ini harus dijalankan oleh seorang penulis juga agar optimal.

Namun, bukan berarti profesi penulis takkan bisa digantikan oleh software, mesin, atau robot. Jangan merasa aman. Tonton video ini untuk penjelasan detailnya:

BAGIKAN HALAMAN INI DI

8 thoughts on “Penulis vs Software Penulis Instan”

  1. I agree with your point, replacing writers with software is definitely ridiculous. The reason is simple, without a person to operate the software, it is worthless.

    Reply
  2. Automated article wizard? sounds legit at first thought. Easy, honey, money. For pros, I dont think so. Prefer hire a ghostwriter 😀 or use crowdsourcing systems, truly a lifesavers.

    “Replacing human fiction writer with robot or software does even take time longer”.
    Never think about it, even in my wildest dreams. hmmm. no, not yet!

    Reply

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Don't do that, please!