Film animasi. Untuk urusan satu ini rasanya kita akan selalu menoleh ke Hollywood. Terutama bila kita bicara film layar lebarnya. Karena di sanalah film-film animasi menjelma jadi ikon baru produk box office. Sekedar memberi contoh, tatap saja film Ice Age, Shrek, Surf’s Up, Ratatouille, Persepolis atau Kungfu Panda. Dan senangnya, kegairahan yang sama pun terjadi di ranah film animasi lokal. Bila saya perhatikan, hingga awal tahun ini pertumbuhan film animasi lokal telah menampakkan wajah sumringahnya.
film & video
Upaya Hanung Bramantyo Membumikan Cerita Ayat-ayat Cinta
Wuah, akhirnya! Jadi juga menonton Ayat-ayat Cinta.
Di media novel, kehebatan kisah karya Habiburrahman El Shirazy ini terfasilitasi oleh kesempatan seluas-luasnya pengarang untuk bertutur detail. Sementara di filmnya, kedahsyatan cerita ini terfasilitasi oleh efek audio serta visualisasi yang memanjakan mata. Mana yang lebih saya rekomendasikan? Tidak salah satunya. Saya merekomendasikan dua-duanya. Karena, baik novelnya maupun filmnya, sama-sama membuat saya merinding.
Ikut Membincang Naruto Uzumaki

Rasanya tidak ada yang tidak kenal dengan tokoh fiksi dari serial anime dan manga satu ini, si Uzumaki Naruto. Bagaimana tidak, tiap kali bertemu lawan tanding, dia akan semangat menyebut namanya dengan gagah dan optimistis akan mengalahkan lawannya.
Breaking News: Resume Film Layar Lebar Indonesia 2007
Finis! Secara psikologis, tahun 2007 sudah habis. Kalau tak salah catat, industri perfilman kita merilis 48-an film bioskop tahun ini. Dan Tiga Besar Sementara-nya: Nagabonar Jadi 2 (film Komedi dengan 1,3 juta penonton), Get Married (film Komedi dengan 1,2 juta penonton), dan Terowongan Casablanca (film Horor dengan 1,1 juta penonton). Saya sebut “sementara” karena ada film yang berpeluang menyodok ke posisi Tiga Besar, seperti Quickie Express (Komedi) dan Film Horor (Komedi). Cuma lantaran rilis mereka baru November, belum bisalah kita membandingkannya dengan film-film lain yang telah mencapai ujung lifecycle-nya pada tahun ini juga. Tapi ngomong-ngomong, dari film-film yang saya sebutkan tadi apakah Anda menangkap bahwa kilau film Horor mulai meredup?