Kemarin saya blogwalking, lalu nyasar ke Studiokasatmata.com. Sunyi senyap. Kondisi situs itu seperti rumah yang sudah lama ditinggalkan penghuninya. “Haloooo? Ada oraaang??” Masih sunyi. Hanya terdengar gaung dari suara saya sendiri. Iseng-iseng, saya masuk ke ruang News. Eh, kosong juga! Bahkan kalender yang dipajang masih tahun 2005. Saya tiba-tiba jadi merasa sendirian dan angker. Tanda tanya pun berjejalan di otak ketika saya melangkahkan kaki keluar dari rumah itu. Studiokasatmata pindah rumah? Atau kebetulan saja penghuninya sedang pergi semua tadi? Atau … Studiokasatmata memang telah tiada?
film & video
Melihat Plagiat melalui Kacamata Posmodernisme

Mengejar Matahari itu bagus. Namun saya tak bisa menikmatinya. Masalahnya satu: Saya lebih dulu menonton Chingu (judul Inggrisnya Friend), film jempolan asal Korea. Mengejar Matahari dan Chingu serupa tapi tak sama. Antara lain:
Hak Tampil Orang-orang di Balik Layar Terus Disunat
Saya baru sadar, di tahun-tahun belakangan ini orang-orang di belakang layar (men behind the scene) rasanya semakin tidak dikasih kesempatan tampil di TV. Memang, orang belakang panggung seharusnya tak pernah keluar, barangkali begitu pikir Anda. Namun bukan itu maksud saya.
Selamat Datang di Republik Mistik
Tahun 2007 belumlah berakhir, tapi sudah bisa ditebak siapa jawara dalam perfilman Indonesia. Sebagaimana tahun lalu, genre yang paling sering diproduksi masih Horor. Berdasarkan data kami (Anda bisa mengambilnya di halaman Unduh Gratis), 13 atau 36,11% dari total 36 film layar lebar tahun ini bernuansakan horor. Sebenarnya, Drama lebih banyak jumlahnya. Namun kalau genre yang memang terlampau luas itu dipecah-pecah menjadi subgenre seperti Drama Percintaan, Drama Komedi, dsb., maka Hororlah yang nomor satu.