Endymion dan Negative Capability (Sekilas tentang Keindahan)

By: Mochammad Asrori

Jika saya tanya, Anda pasti dengan fasih bisa menjelaskan apa itu “keindahan”. Namun jauh di lubuk hati, pasti Anda tahu bahwa konsep tentang keindahan versi Anda takkan sama dengan konsep keindahan saya (kecuali tentu saja kalau sengaja disama-samakan). Ini seperti ketika kaum pria memperdebatkan apakah Miss Indonesia sekarang cantik atau biasa-biasa saja, juga ketika cewek-cewek sibuk merumpi siapa yang lebih patut jadi L-Men of the Year. Misalnya begitu. Yakin deh, tidak bakal ada yang 100% sama.

Read more

Meminimalkan Dialog Sumpah Serapah, Maukah Kita?

Baru-baru ini KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) merilis 13 program televisi yang dianggap mengandung makian, kekerasan, seks, atau pelecehan. Tayangan itu adalah Jelita (RCTI), Namaku Mentari (RCTI), Silet (RCTI), Rubiah (TPI), Dangdut Mania Dadakan 2 (TPI), Si Entong (TPI), Mask Rider Blade (Antv), Mister Bego (Antv), Extravaganza (TransTV), Insert (TransTV), I Gosip Siang (Trans7), Super Seleb Show (Indosiar) dan Cinta Bunga (SCTV). Cinta Bunga ditegur karena pada 1 April 2008 salah satu tokohnya berkata, “Gembel gak tahu diri, kampungan!” Sementara Si Entong masuk daftar tersebut lantaran salah seorang tokoh prianya di 4 April 2008 terpergok mengatakan, “Sini lu, dasar jande kegatelan.” Sungguh, dialog-dialog itu tidak seseram temuan saya selama menonton siaran televisi nasional maupun lokal.

Read more

Demi Kritik, Ego Penulis Harus Masuk Peti Es

By: Mochammad Asrori

Sudah menjadi pakem bagi seorang penulis yang baru menelurkan novel untuk mencari pembaca sekaligus kritikus bagi karyanya. Proses ini memang tidak wajib, namun bisa dibilang semua penulis besar yang melahirkan karya-karya bestseller melakukannya. Sebut saja Kang Abik yang harus menyodorkan naskah novel Ayat-Ayat Cinta ke banyak pihak, seperti Prie GS, Ahmad Tohari, dan pentolan-pentolan Forum Lingkar Pena.

Read more

Ingin Terlibat di M-Komik? Baca Ini Dulu

Ingin Terlibat di M-Komik? Baca Ini Dulu

Anda mungkin komikus yang memiliki tumpukan karya di rumah. Saat beberapa penyedia konten menawarkan layanan komik seluler M-Komik, Anda pun tertarik, bukan sebagai konsumen, melainkan sebagai salah satu pemasok komiknya. Ini tentu bagus. Karena “industri” perkomikan Indonesia sejatinya masih perlu banyak variasi komik buatan anak negeri. Yang perlu Anda lakukan tinggal menghubungi penyelenggaranya untuk menanyakan prosedur detail.

Read more

Komik Digital Indonesia, Sudahkah Jadi Lahan Bisnis?

Film Indonesia mulai bangkit. Musik Indonesia sudah lama jadi tuan di rumah sendiri. Begitu pula sastra Indonesia. Komik Indonesia? Boro-boro membuat komikusnya hidup makmur, sekedar menjadi sandang-pangan saja terseog-seog lantaran konsumennya cenderung memilih komik manca. Tapi di tengah-tengah kelesuan tersebut, komik digital hadir sebagai senjata baru untuk menggempur hati konsumen. Patut diapresiasi.

Read more

Berharap Kebangkitan Film Animasi Indonesia

Film animasi. Untuk urusan satu ini rasanya kita akan selalu menoleh ke Hollywood. Terutama bila kita bicara film layar lebarnya. Karena di sanalah film-film animasi menjelma jadi ikon baru produk box office. Sekedar memberi contoh, tatap saja film Ice Age, Shrek, Surf’s Up, Ratatouille, Persepolis atau Kungfu Panda. Dan senangnya, kegairahan yang sama pun terjadi di ranah film animasi lokal. Bila saya perhatikan, hingga awal tahun ini pertumbuhan film animasi lokal telah menampakkan wajah sumringahnya.

Read more

No right-click, please!