SawungKampret, Sambil Tertawa Bicara Nasib Komik Indonesia

Kover-kover Sawungkampret

Dalam komik ini, SawungKampret, keanekaragaman Indonesia digambarkan dengan begitu menghibur, sekaligus menyentuh. Inilah salah satu masterpiece perkomikan kita, karya Dwi Koen alias Dwi Koendoro Brotoatmodjo.

Artikel tentang komik SawungKampret ini sebenarnya bukan tulisan baru. Warung Fiksi memublikasikannya pertama pada 2007. Sebelumnya, tulisan ini juga dimuat di Majalah Game Master volume 43 pada 2001. Kami memublikasikannya ulang untuk mengenang sang komikus yang baru saja meninggal beberapa jam lalu :’(

Review Komik SawungKampret

Review Komik Sawung Kampret

Hari itu, raja Majapahit menganugerahi dua abdi setianya, Panji Koming dan Pailul, sebilah keris bernama Sawungkampret. Mereka dianggap banyak berjasa terhadap kerajaan. Namun, mengapa hadiahnya hanya keris? Itu karena sebelumnya mereka menolak pemberian berupa uang dan jabatan.

Mereka memang bersahaja. Sayang, kerisnya hanya satu.

Panji memilih sarungnya, Pailul menyimpan kerisnya. Tujuan pembagian ini agar kelak jika ada keturunan mereka yang menikah, Keris Sawungkampret dan sarungnya dapat kembali bersatu, sebagai simbolisasi persahabatan dua insan abdi kerajaan tersebut.

Hal itu terjadi setelah beberapa generasi, tepatnya pada awal abad 17. Keris dan sarungnya jatuh ke tangan Sawungnogo. Dari perkawinannya dengan Ni Cut Srigati, pendekar Sawungnogo memiliki anak yang diberi nama persis keris itu.

Sawungkampret masih bau kencur ketika bapaknya dibunuh serdadu Portugis. Apesnya lagi, sang pembunuh membawa serta keris pemberian raja Majapahit itu. Masih kurang tragis, di kemudian hari, giliran sang ibu yang tewas.

Syahdan, sesuai amanat almarhum bapaknya, Sawung junior pergi ke padepokan silat di Cibadak, Jawa Barat.

Di sanalah, Sawungkampret bertemu si pipi tembem Na’ip bin Jali. Sebagai bocah normal, segera muncul hasrat ingin mengungguli makhluk sebayanya. Maka bertengkarlah kedua anak itu, padahal berkenalan saja belum. Itulah awal persaudaraan Sawung-Na’ip yang “manis” dan “penuh kasih”.

Sekalipun berupa komedi, fondasi cerita komik SawungKampret begitu kompleks. Latarnya di zaman VOC, sekutu dagang Belanda abad 17. Maka yang menjadi bulan-bulanan di sini adalah londo-londo itu. Sebagaimana Asterix dan Obelix tidak sungkan mempermainkan Julius Caesar yang perkasa, Sawung dan Na’ip juga hobi membuat stres tokoh besar sejarah, J.P. Coen. Walau, itu hanya kejadian di dalam semesta komik.

Namun jangan salah, di SawungKampret terkandung pula data-data sejarah yang valid, yang tentunya bukan karangan komikus. Barangkali, itulah maksud dari semboyan komik ini, yakni Ridendo Dicere Verum (sambil tertawa, kita berbicara tentang kebenaran).

Apa yang membuat komik seri terbitan Mizan (dan dilanjutkan Creativ Media) ini berbeda adalah kekuatan cerita dan penyampaiannya. Suatu halaman pembaca dibuat terpingkal-pingkal, lalu di halaman lain dibikin terharu dan terenyuh.

Gambar-gambar di komik SawungKampret begitu khas. Dwi Koen menggurat wajah serta postur karakter-karakter utama maupun pembantunya dengan ekspresif, jauh dari kesan seragam yang monoton. Ceritanya pun tidak pasaran.

Semua keistimewaan SawungKampret itu tak lepas dari turut nimbrungnya nama-nama besar seperti Arwah Setiawan (ahli humor), Marcel Boneff (peneliti komik Indonesia berkebangsaan Prancis), H. Boediardjo, Aji Damais (konsultan budaya), serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

Dalam ajang KOMIKASIA Award 2005, SawungKampret seri Malacca dan Flor De La Mar meraih lima penghargaan: Komik dengan Desain Karakter Terbaik, Komik Terpuji, Visualisasi Terbaik, Cerita Terbaik, dan Komik Pilihan Pembaca selama berlangsungnya KOMIKASIA 2005.

Sayang, prestasi itu seperti berlawanan dengan penjualan komiknya. Sehingga, di pasaran, komik SawungKampret terpaksa terbit sampai enam seri saja:

  1. Legenda Sawung Kampret I
  2. Legenda Sawung Kampret II
  3. Marietje Van Der Bloemkool I
  4. Marietje Van Der Bloemkool II
  5. Malacca & Flor De La Mar
  6. Ni Woro Sendang

Setelah itu, penerbit kita lebih suka dengan jualan komik-komik impor. Sampai hari ini pun, orang lebih akrab dengan karya Dwi Koen Panji Koming, komik strip yang rajin muncul di Harian Kompas Minggu, ketimbang komik SawungKampret.

Di Balik Layar Komik SawungKampret

Ide tentang SawungKampret tidak hadir dalam setahun-dua tahun. Prosesnya lama sekali, dimulai sejak 1969 saat Dwi Koen bekerja di Televisi Exprimentil Surabaya. Maka pantaslah bila konsep komik ini tampak demikian matang dan bermutu.

Dwi Koen mulanya menciptakan karakter Mahesa Aspirin (cikal bakal tokoh Sawungkampret) dan Panji Kemis (cikal bakal tokoh Na’ip). Akan tetapi, proyek ini terpaksa ditunda lantaran kesibukannya sendiri.

Diakui Dwi Koen, SawungKampret memang mendapat pengaruh dari kisah Mahesa Jenar ciptaan SH Mintardja. Saat Dwi Koen kecil, dia pernah tinggal di Bandung dan menonton sandiwara Sunda yang sukses mengocok perutnya. Tokoh pentas itu bernama Jaka Aspirin. Di sanalah, Dwi Koen mendapat inspirasi menciptakan tokoh Mahesa Aspirin.

Dalam menggarap SawungKampret fase awal, Dwi Koen bermitra dengan Panji Kemis alias Ringo. Salah seorang teman kuliahnya di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta, Yan Mintaraga, juga terus menyemangatinya.

Hingga pada 1990, Majalah HumOr mulai memuat SawungKampret di rubrik serial komik. Pembaca menyambut hangat. Malah enam tahun kemudian, kisah komedi zaman kolonial ini disinetronkan di SCTV. Gito Gilas sebagai Sawung, dan Taufik Savalas sebagai Na’ip. Dalam versi filmnya, Adjie Pangestu memerankan SawungKampret. Sesudah itu, barulah komik lepas SawungKampret dirilis.

Sekilas tentang Dwi Koen, Komikus SawungKampret

Dwi Koendoro

Dwi Koendoro (foto dipinjam dari Okezone.com)

Bukan hanya mahir membuat kartun, Dwi Koen sebenarnya juga piawai menggambar ilustrasi, menulis, mengarang lagu, membuat film animasi, bahkan menyutradarai film. Keturunan RNG Ronggowarsito ini lahir di Banjar, Jawa Barat, pada 13 Mei 1941.

R. Soemantri Brotoatmodjo, sang ayah, adalah seorang insinyur teknik yang sebenarnya menginginkan Dwi Koen menjadi insinyur pula. Namun, setelah melihat kecenderungan si anak, Soemantri membebaskan Dwi Koen menentukan sendiri bidang pendidikan.

Dwi Koen memperoleh darah seninya dari sang ibu yang berprofesi sebagai seorang perias pengantin. Bakat menggambarnya terasah setelah Herman, seorang tetangganya di Bandung, mengajaknya bergabung di Sanggar Lukis Cipta Panca Angkasa. Ini seperti api kecil yang disiram dengan bensin.

Kendati demikian, Dwi Koen sempat meninggalkan hobi menggambarnya saat keluarganya boyongan ke Surabaya, Jawa Timur. Namun, lantaran sudah sangat mencintai dunia menggambar, Dwi Koen kemudian meneruskan studinya di ASRI Yogyakarta. Di sana, Dwi Koen memilih Jurusan Seni Lukis, tetapi karena tidak cocok, dia beralih ke Jurusan Ilustrasi Grafik. Dwi Koen kuliah mulai 1958 hingga 1965.

Dwi Koen menikah dengan Cik Dewasih pada 1969 dan dikaruniai tiga anak laki-laki. Dewasih sendiri lulusan Desain Komunikasi Visual ITB. Meskipun sama-sama orang seni, mereka membebaskan ketiga anaknya memilih sendiri pendidikan mereka. Namun, barangkali karena terlalu sering melihat ayahnya berkutat di dunia ilustrasi dan komik, mereka akhirnya juga suka menggambar.

Dedikasi Dwi Koen terhadap perkomikan Indonesia tidak bisa dimungkiri. Namun, baru saja melihat komik Indonesia kembali bergeliat dan tokoh-tokoh rekaan semasanya (Wiro Sableng, Gundala, dan sebagainya) diangkat ke layar lebar Zaman Now, komikus yang ramah dan komunikatif ini sudah dipanggil Yang Kuasa pada usia 78 tahun.

Dwi Koen meninggal di Rumah Sakit Premier Bintaro, Kamis, 22 Agustus 2019, pukul 03.14 WIB, karena sakit. Warung Fiksi turut berbelasungkawa. Selamat jalan, Maestro!

52 Replies to “SawungKampret, Sambil Tertawa Bicara Nasib Komik Indonesia”

  1. bumisegoro

    sangat menarik. aku dulu sempet baca beberapa edisi majalah humor dan sawungkampret menjadi salah satu favoritku. btw, masih ada ga ya sekarang majalahnya? atau bahkan ada edisi elektroniknya?? ada webnya barangkali???
    tx

    Reply
  2. Brahm

    Terima kasih sebelumnya, Mas Bumi Segoro (ini nama asli, Mas? Kok keren? Hehehe). Majalah HumOr kayaknya udah almarhum. Kalo komiknya sih masih ada. Sekarang yg nerbitin Creativ Media. Kalo web-nya kurang tahu. Jarang sih ada komik (Indonesia) yg dibuatin web-nya secara khusus.

    Reply
  3. Brahm

    Kepada “Brahmanto”, trims ya udah mau komen. Gambar bergerak kapan2 aja deh ~_^. Bikin berat situs tuh. Eh, btw, ini namanya siapa? Apa benar juga bernama Brahmanto? Hehehe…

    Reply
  4. Dwi Koendoro Br

    Saya senang ternyata si Sawung akrab dengan anak-anak. Sayang sekali belum ada penerbit yang benar-benar berniat mengangkat Sawungkampret lagi. Mungkin masalah bisnis. Crative Media sudah tak berkabar. Padahal masih ada 7 judul kumpulan dari petualanagnnya di Majalah HumOr. Masih mencari sponsor lagi.
    Thank’s buat mas Brahmanto Andito.
    Luar biasa, ternyata Anda mengenal seluasnya alam si Sawung.

    Matur Nuwun
    Dwi Koendoro Br

    Reply
  5. Brahm

    Wuah, kehormatan banget Pak Dwi Koen sendiri yg mengomentari tulisan saya. Trims udah mau mampir di warung sederhana ini. Oh, jd Sawungkampret di Creativ Media berhenti jg ya? Film Indonesia mulai bangkit, komik Indonesia ternyata masih jalan di tempat. Wah, kalau berhubungan dg mindset pasar, saya nggak tahu lagi hrs ngomong apa. Tapi Panji Koming di Kompas masih bertengger gagah kan. Kami di Warung Fiksi nunggu karya2 berikutnya lho. Sukses selalu, Pak Dwi Koen!

    Reply
  6. Nonie

    halo….
    saya suka banget banget sawung kampret….tapi sudah gak ada ya???
    pak Dwi Koen, panjenengan nanti ke PEKAN 6 (26-31 agust 2007) di Malang tidak?
    jangan lupa bawa komiknya…kalau masih ada…kami-kami mau lho…..

    Reply
  7. Dwi Koendoro Br

    Nak Nonie yang baik,

    Kita hidup di negara yang heterogin. Tidak cuma horisontal ke samping, tapi juga vertikal ke atas. Tapi kita boleh tenteram, kok. Tuhan YME ada di hati kita.
    Karena sampai kini undangan dari PEKAN 6 belum saya terima, tak apa-apa. Padahal itu ide Ibu Edi Sedyawati dan saya pada tahun 1995. Kebetulan tanggal 5 Sept saya diundang ke China untuk jadi juri di festival Komik dan Animasi di sana.
    Sementara ini saya dengan MIZAN sedang mempersiapkan buku
    ” Yuk bikin Komik” dengan pembawa kata Pailul dan Sawung.

    Mudah-mudahan akhir Septembet atau awal Oktober sudah terbit.

    Terima kasih, ya.

    Dwi Koendoro Br.

    Reply
  8. bramzz

    yey, gua baca sawungkampret seru abiss
    tapi blm selesai baca raib dari pasaran @_@
    ada yg bisa kasi gua info dimana bisa gua dapetin ini komik? huhuhuhu jng biarkan aku dlm penasaran T_T

    Reply
  9. Bayu

    Sawungkampret, Panji koming, ikut menemani hidup saya neh … layak di Reboisasi tuh.

    Sedih juga tiap liat bocah yang dipegang cuma Naruto.

    Coba tanya anak sekarang siapa Dwi Koen, Widns, Teguh santosa, banyak gak taunya …

    Mbok ya ayo kita bangkitkan lagi dunia komik yang penuh pesan,petuah milik bangsa sendiri …

    Reply
  10. Bayu

    Eh intisari bulan ini ternyata memuat tulisan bagus tuh … Dunia Para Kartunis (6):Dwi Koen, “Humor Yang Menggugat” Panji Koming Semula Hanya Sambilan tulisannya Seno Gumira.

    Jadi pengen koleksi Panji Koming di kompas lama, sejak Kompas masih memuat komik “Garth” (msh ada yg ingat ? he he he)

    Reply
  11. Brahm

    Betul, Mas Bayu. Aku udah baca. Udah beberapa edisi, Intisari memuat kartunis2 hebat yg cenderung mulai dilupakan. Ide yg bagus dari Intisari (juga Seno Gumira Ajidarma)!

    Reply
  12. Bayu

    Yang masih ada bukan SawungKampret tapi SawungJabo (ada hubungannya gak ya kedua nama ini)

    oh ya nama cewek voc yg suka sama sawung tuh namanya sapa ya … ditanya istri saya malah gak bisa jawab hi hi hi … soalnya nggak kebawa ke pondok mertua di malang sini, masih di rumah saya di yogya. siapa ya mas Brahm … lupa neh

    Reply
  13. ziegrusak

    nama cewe voc tuh marietje van bloemkoel kalo ga salah ya??!! (maap kalo salah, lg ga bawa komiknya juga ) πŸ™‚
    mas Brahm tau cara kontak pak de-ka?? aku ama temen pengen meng-animasikan si sawung euy….thanks

    Reply
  14. Brahm

    Iya bener, Mas Bayu, Marietje van Der Bloemkool. Nama plesetan khas seorang Dwi Koendoro. Wah, istrinya suka baca SawungKampret jg ya?

    Buat Ziegrusak, aku ada emailnya Pak Dwi Koen, tp nggak etis kan kalau kuberikan langsung. Aku udah ngomong sih ke beliau soal idemu animasi. Nggak tahu ditanggapi gimana, tunggu aja ya di sini. Atau nanti kalau sdh dijawab, kuberi tahu via email, oke?

    Reply
  15. Dwi Koendoro Br

    Khusus buat mas Ziegrusak. Kok sampe rusak kenapa? Dibenerin dong.

    Kepingin memganimasikan si Sawung? Aduh, silakan atuh. Upami tiasa mah mangga wae ( maaf bahasa Perancis ).
    Tapi yang paling bagus untuk dibuat animasi adalah si Sawung kecil, belum kompleks melawan VOC. Petualangannya lebih banyak membela satwa di hutan Cibadak, bergelut melawan 2 bandit Rajalela dan Rajalele (rampok paling heboh ). Dan pemburu orang Belanda.
    Pernah muncul di tabloid “TABLO” grupnya KOMPAS. Sayang nggak tahan lama keburu tutup

    Kalau mau jumpa, bisa ketemu di jakarta.

    Reply
  16. ziegrusak

    Untuk Pak DeKa,
    mohon maaf sebelumnya, bukan saya ga mau maen ke jakarta, dari dulu saya pengen kontak bapak cuma jujur aja saya tidak tau alamat bapak hehehe jd malu nih…maklum pak, saya kuper nih…
    atau mungkin mas Brahm bisa bantu saya kirim via email -dengan seijin Pak DeKa- tentunya saya sangat berterima kasih dan secepatnya saya bisa maen ke jakarta πŸ™‚

    Buat mas Brahm terima kasih atas infonya

    Reply
  17. agung

    Mohon bantuan dimana saya bisa dapatkan buku sawung kampret saya hanya bisa baca 2 buku aja yg lainnya dimna ???
    mohon f/bnya??
    regards
    agung

    Reply
  18. VIAN

    wah akhirnya ada juga forum ttg komik Indonesia. Jujur saya juga suka komik dari komik barat (batma, superman, spiderman dll) dan komik jepang. Tapi tetap the best is komik dr Indonesia. Karena sesuai dengan kultur en lagi pula sayakan orng Indonesia asli. Saya dulu suka komik yg berbau wayang en number 1 is karya R.A Kosasih. Tapi tdk sengaja 3 tahun lalu saya baca komik sawungkampret, wah asli gila, Ok bgt. Disitu ada lucunya, pengetahuannya dan also karikaturnya. tp masalahnya susaaaaaaaaah bgt carinya dimana. Di Pasar Senen jg susah nyarinya. Oh ya saya setuju bgt kalo ada animasi tentang sawung kampret. asli mendidik bgt tanpa menggurui. kayanya anak2 sekolah lebih senag deh diajarin lewat komik dari pada he2 dengerin guru. So buat pak eh panggil Om aja. Buat om Dwi Koen plis keluarkan lagi dong sawung kampret ke pasaran. Or minimal sebarin ke perpustakaan sekolah kan bisa. oh ya saya lupa2 ingat tentang majalah humor, kalo tdk salah punya bapak saya. Emang ada sih cerita sawungkampret. tp sudah kuniiiiiiiiiiing bgt halamannya. imana kao disadur ulang kayanya ok tuh. Ok deh segitu aja dulu BRAVO 4 SAWUNGKAMPRET (en Juga NAIP). Bravo komik Indonesia.

    Ps: minta alamat emailnya om Dwi Koen dong

    Reply
  19. The Cursed

    Aduh, Pak Dwi Koen. Ini Komik Sawung Kampret bisa saya cari dimana ?
    Di Gramedia aja udah nggak ada. Labih parah lagi mereka malah bingung pas di sebut nama Dwi Koendoro(HWarakadah ! Asamalakata simalakama mintilihir ! Blasphemy !).

    Saya baru punya episode yang judulnya Marietje van Bloemkool.
    Mau ngelengkapi koleksi dengan episode yang sebelum dan sesudahnya.

    Betul2 deh, nilai ceritanya si Sawung Kampret ini kalo di kurs-kan mungkin baru akan senilai dengan 1000 kali sinetron di tipi swasta Indonesia sekarang. combined.

    Reply
  20. The Cursed

    Oh ya. Aku kelupaan.
    Kalo seandainya nggak ada penerbitan yang mau [i]nanggung[/i] kedigdayaan(ini serius) ‘Cak Sawung dan kroni2nya.
    Gimana kalo di terbitkan secara digital aja via Internet ?
    Scan(pake mesin scanner beli di ‘koh2 di mangga2 cukup ampuh, kok) semua episode si Sawung yang udah ada(mungkin eks majalah Humor bisa bantu ?).
    Di save sebagai file .pdf atau .cbr.
    Prosesnya, total, paling cuman butuh waktu sekitar 3 harian, satu minggu paling lama, 1 bulan kalau mau ngerjainnya sembari push-up, scout jump, dan di terjemahkan ke bahasa urdu dulu sebelum di terjemahkan lagi ke dalam bahasa Indonesia.
    Terus di tampilkan di website-nya pak Dwi Koen(kalo ada).
    Yang udah bayar via web, masukin langsung ke rekening banknya pak Dwi Koen, boleh download langsung.
    Kalo nggak salah langganan buat ruangan di net(webhosting) itu cuman sekitar 100-200 ribu se-TAHUN.

    Nggak perlu itu repot2 harus lewat penerbit dulu.
    Dagang langsung aja. Indie label. πŸ˜€

    Cara ini terbukti 100% sukses kok untuk komik2 web macam Girl Genius, Inverloch, Mega Tokyo dan yang sejenisnya.
    Dan mereka nggak cuman jualan komiknya aja, tapi pernak perniknya juga(baju kaos, jaket, plushies, dsb).

    Soalnya kalo nunggu ada penerbitan yang mau nyeponsorin kelamaan pak. Kita, para fans hardcore, ngidamnya sekarang. jangan sampe keburu ‘mbrojol, pak….

    Reply
  21. imil

    kapan sawung kampret diterbitkan lagi yak?
    apa perlu menempuh jalan kekerasan?
    saya nanti akan menyandera Sandra Dewi, lalu mengirim tuntutan ke Pemerintah….
    pemerintah saya kasi ultimatum…
    fasilitasi penerbitan lanjutan serial sawung kampret… kalo enggak, Sandra Dewi jadi cewek saya….

    Reply
  22. Brahm

    Hahaha, jangan gila dooong. Sandra Dewi kan udah kusandera. Nih ada di rumahku. Dia lagi baca koleksi buku2 Sawung Kampretku juga.

    Reply
  23. Pembela_kebenaran

    OI saya pingin tahu e-mailnya bpk Dwi Koendoro Br, ada yang tahu, saya butuh dialog dengan beliau untuk membimbing saya yang cinta komik Indonesia ….

    Reply
  24. dwi Koendoro

    Sudah ada sponsor yang mencoba nerbitkan Sawungkampret kompilasi di majalah HumOr. Mudah-mudahan berhasil, ya
    Penerbit Indonesia? Sementara keadaan negara masih acakadut, terpaksa bergerilya untuk tampil kembali.

    Reply
  25. Brahm

    Mudah2an berhasil, Pak Dwi Koen. Tp rasanya Sawung Kampret nggak perlu gerilya lg kok. Sudah banyak yg kenal! Tp, harapanku, semoga penerbit itu mau melakukan promosi yg “genah”.

    Reply
  26. anasta novi

    Sekarang saya sedang mengerjakan (udah ampir selese seh..) skripsi tentang sawung kampret, yang pendekar baju belang dan pipi tembem eps. 1, sempet down karena dikira ngambil skripsi orang lain dan down lagi karena dosenku bilang belum pernah baca ato denger komik Sawung kampret, sampai revisi ampe berkali-kali g selese.
    kalo boleh sih, saya pingin berkonsultasi lewat e-mail dengan Bapak Dwi Koen sendiri tentang skripsi saya..
    walaupun komik Indonesia tapi ceritanya emang bagus, bukunya aja ampe lecek karena tak baca ratusan kali, dan g sengaja pas nyari data skripsi nemu yang Marietje Van der Bloemkoel, seneng sih.. tapi sedih juga nyari yang laen g ketemu..
    Hidup Sawung Kampret!!

    Reply
  27. Dwi Koendoro Br

    Terima Kasih san salam manis buat semua. Doa’akan ya, saat ini tengah Mas Hanitianto Joedo bersama mas Butet Kartaredjasa dan teamnya tengah mempersiapkan Ulang tahun 30 tahun Panji Koming….. Sementara itu Grup Cleo tengah mempersiapkan penerbitan Sawungkampret…… Betul-betul mereka bekerja keras melihat kondisi ekonomi kita, ignorance dari Pemerintah kita ( yang jarang atau nyaris tak pernah baca komik…. Untuk menemui Team silakan bke FACE BOOK, Tulis di Box PNCARIAN : Panji Koming, hubungi Hanitianto Joedo

    Reply
  28. Heru Susanto

    Dulu aku berlangganan majalah HuMOR karena menanti kelanjutan kisah cak Sawung dan yu Merico serta humor-humor lainnya. Cuman sayang majalah HuMOR sudah tenang dialam baka. Kira2 majalah Humor bisa dibangkit lagi gak ya

    Reply
  29. Brahmanto Anindito Post author

    Kalau menurutku sih bisa aja majalah HumOr reinkarnasi lagi. Tp tantangannya akan lebih berat. Selain karena para konseptornya jg sudah ke alam baka (seperti Arwah Setiawan), jg sekarang kan banyak portal2 humor di dunia maya, seperti Ketawa.com, Ngakak.com, atau Ngupingin Jakarta.

    Yg namanya kisah lucu itu kan separuhnya repetisi aja dari anekdot2 lawas. Orang ya cenderung milih yg gratisan. Kecuali kalau yg dikembangkan adalah ikon2 khas (yg ada hak ciptanya), seperti SawungKampret ini.

    Reply
  30. Sekar Khatulistiwa

    Mungkin ini agak berlebihan, tapi saya sampai terbelalak melihat postingan ini yang di comment langsung oleh pak Dwi Koendoro! Saya adalah penggemar berat komik Sawung Kampret. Dan pertama kali saya membacanya pada saat kelas 4 SD. Sekarang saya sudah kuliah Tingkat 2 di UNPAD bandung, dan masih tetap menyukai komik tersebut. Saya ingin sekali dapat membacanya lagi dan mengkoleksinya. Menurut saya ini adalah komik Indonesia terbaik yang pernah saya baca… Apabila ada yang tahu bagaimana cara mendapatkan komik ini lagi, tolong kabari saya.

    Hidup Perkomikan Indonesia!

    Reply
  31. azizah ginkx

    sudah lama banget saya memimpikan bisa menikmati kembali komik legenda sawung kampret, sekarang anak2 saya sudah besar-besar dan saya sering ceritakan tokoh2 yg ada didalam cerita legenda sawung kampret, mereka pada penasaran, please kalo ada yg tau dimana saya bisa dapatkan komik tersebut, saya akan sangat berterimakasih, mahalpun tak apa, asal saya bisa dapatkan. trimakasih…

    salam hormat buat pak Dwi Koen dan mas Brahmanto Anindito.

    Reply
  32. agus kampret

    kan uda terbit yg judulnya warok surobongsang dan tiga potong kisah repot terbitan cakra bintang. Buat P. Dwi Koen saya tunggu terbitan selanjutnya..Sawungkampret jayalah selalu…

    Reply
  33. Bona

    Thank to mas Brahmanto,
    saya juga penggemar SawungKampret

    kepada sang Master of Art, Dwi Koendoro Br, semoga anda sehat selalu
    maju terus pak, tuntaskan misi sawung kampret, pak
    benar, ini (sawungkampret) bisa mendunia, seperti asterix

    sangat bermanfaat bagi generasi selanjutnya..

    Reply
  34. naip bin jali

    sebelumnya maaf karena menggunakan nama salah satu tokoh di komik sawoengkampret sebagai nickname saya disini karena memang ini tokoh favorit saya. Tokoh ini pernah diperankan oleh alm. Taufik Savalas di sinetron yang sayangnya juga tidak bisa saya tonton secara lengkap πŸ™‚

    pertama kali saya membaca komik ini, kesan yang tertinggal adalah bahwa komik ini sangat brilian dan joke-joke di dalamnya very smart, hanya potongan kalimat dengan penyampaian yang lugas tapi dengan makna yang dalam dan bisa bikin ketawa sendiri :p

    salut buat Pak DwiKoen dan buat perjalanan panjang Sawoengkampret beserta keluarga besarnya, saya sangat menunggu kedatangan seri-seri berikutnya.

    Salam Ridendo Dicere Verum πŸ˜€

    Reply
  35. intan

    halo semua..
    saya mau berbagi cerita..
    dulu ketika kelas 4 SD saya dan kakak sedang jalan2 sama kakek saya, kami berhenti di warung pinggir jalan di Kartasura jawa tengah dan kemudian melihat ada banyak majalah disana, spontan saya langsung memilih majalah donal bebek, kakak saya mengalah dan malah memilih. sawungkapret, sya lupa edisi berapa, sepertinya yg kedua.awalnya saya merasa bangga saya punya donal bebek sementara kakak saya tidak punya, tapi ketika saya iseng baca sawungkampret… sumpah.. ngakak dan merasa langsung jatuh cinta dengan komik ini. saya sampai meminta kakak saya untuk memberikan komik sawungkampret kepada saya, karena sy tipe org yang suka membaca berulang kali. setelah itu saya berusaha mencari kelanjutannya di gramedia namun tdk menemukannya,, hiks.. dan sekarang setelah 12 tahun berlalu. komik sawungkampret saya entah dimana, dan sekarang saya sangat merindukan membaca sawungkampret lagi hingga selesai.. mohon infonya dimana saya bisa membeli komiknya atau kalau ada yg mau berbaik hati meminjamkan pada saya.. terimakasih.. salut sekali utk pembuat komik sawunkampret.. maju terus komik indonesia, kalo bs mari disosialisasikan ke semua anak-anak indonesiaaa..

    Reply
  36. sony tatto

    pak napa film animasinya gak dibuat saja kan jadi seru biar animasi jepank gak terlalu bnyk di indonesia

    Reply
  37. Ulaai

    Saya ada 1 buku, yang judulnya Marietje. Dapetnya juga untung-untungan, waktu itu ada kuis undian di toko buku, iseng ngisi, walahdalah kok dapet paketan buku. Isi bukunya banyak, tapi yang jadi perhatian saya (karena satu-satunya komik) ya SawungKampret itu. Saya lihat isinya, subhanallah bagus banget… ceritanya apa lagi. Kenapa ga diterbitin lagi ya, siapa tahu jadi booming lagi kayak serial Supernova-nya Dee πŸ˜€ Belum lagi gaya gambarnya Dwi Koen ini mengindonesia banget, selagi industri komik lokal saat ini sedang menggeliat, kan lumayan tuh.
    Oh ya saya 16 tahun lho o/ *terus?*

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.