Komik Tintin yang Terus Berpetualang

Komik Tintin yang Terus Berpetualang

Anda yang lahir sebelum periode 1990-an pasti tidak asing dengan serial The Adventure of Tintin. Petualangan-petualangan bule mungil yang berjambul ini sudah menjadi bacaan wajib bagi penggemar komik zaman itu. Dunia perkomikan dan hiburan memang terus berubah, tetapi pamor komik Tintin terbukti tetap bersinar.

Dari komik, ia merambah ke drama teater, film seri animasi di televisi, film layar lebar, dan gim. Tidak ketinggalan produk-produk sampingannya seperti merchandise dan museum.

Hebatnya, komik-komik lawasnya pun masih terbit hingga hari ini dengan harga normal. Mengikuti zaman, versi digital komik Tintin juga resmi dijual di aplikasi Google Play Store maupun Apple Store.

Tintin dan Komikusnya

Tintin dan Komikusnya (Georges Prosper Remi alias Herge)

Bagi yang belum tahu, Tintin adalah tokoh rekaan yang suka berpetualang ke beberapa negara untuk mengungkap berbagai kejahatan korporasi maupun politik, sambil menjalankan profesinya sebagai wartawan atau penulis. Diceritakan, dia adalah wartawan mingguan Le Petit Vingtième.

Si cerdik yang analitik ini hampir selalu ditemani anjing putih bernama Snowy. Terkadang, hadir pula tokoh Kapten Haddock, Profesor Calculus, juga detektif kembar Thomson dan Thompson yang membuat cerita lebih gereget.

Racikan bumbu politik yang disederhanakan, penguakan misteri ala detektif, serta slapstik yang konyol, membuat kisah-kisah Tintin menjadi khas dan sangat populer. Komik Tintin kini telah terbit di Prancis, Jerman, Belanda, Amerika Serikat, Inggris, Afrika Selatan, Mesir, Australia, Jepang, Singapura, dan puluhan negara lainnya.

Di Indonesia sendiri, komik Tintin mulai beredar pada 1975. Waktu itu, Penerbit Indira merilis Rahasia Pulau Hitam sebagai edisi perdana.

Bentuk komik ini kira-kira selebar kertas A4, kover dan halaman-halamannya berwarna, ceritanya berseri tetapi langsung tamat, dan setiap serinya setebal kurang-lebih 62 halaman. Khas komik-komik Eropa. Atau, bisa jadi justru Hergélah yang memelopori bentuk komik seperti itu.

Hergé?

Ya, itulah nama pena dari kreator Tintin. Nama aslinya sebenarnya Georges Remi, alias GR. Tetapi kemudian inisial itu dibalik menjadi RG, sehingga dalam bahasa Prancis menjadi “hergé” (baca: erje). Komikus ini lahir di Etterbeek, Belgia, pada 22 Mei 1907, dan meninggal pada 3 Maret 1983.

Rahasia Sukses Komik Tintin

Rahasia Sukses Komik Tintin

Serial petualangan Tintin tampil pertama kalinya dalam bahasa Prancis di salah satu harian Belgia, Le Vingtième Siècle, pada 10 Januari 1929. Di sanalah serial petualangan yang dalam bahasa Prancisnya berjudul Les Aventures de Tintin et Milou ini mulai mendapat tempat di hati pembaca.

Ketika animo masyarakat semakin tinggi, Tintin akhirnya diterbitkan menjadi buku komik tersendiri oleh Penerbit Casterman Belgia. Sejak itu, popularitasnya semakin tak terbendung. Tintin langsung menjadi ikon komik Eropa pada abad 20.

Banyak faktor yang mendukung kesuksesan ini. Warung Fiksi menganalisis, ada setidaknya lima faktor sukses Kisah Petualangan Tintin:

(1) Gambarnya bersih

Istilahnya ligne claire. Goresan-goresan Hergé tegas, rapi, dan bersih, sehingga pembaca nyaman membacanya. Di samping itu, halaman dalam serial Tintin juga penuh warna. Memang, pada awal-awal kemunculannya, komik ini hanya tampil hitam-putih. Tetapi kemudian Hergé menambahkan warna-warna laiknya lukisan realis. Di zamannya, gaya gambar seperti ini tergolong beda dan inovatif.

(2) Tema dan konfliknya mungkin saja terjadi

Meskipun fiktif, cerita-cerita Tintin bukan hanya khayalan. Semuanya relevan dengan keadaan saat itu. Wawasan geopolitik Hergé sejak awal memang luas. Komik Tintin pun didukung riset-riset mendalam yang dilakukannya, entah terkait kondisi berbagai negara yang menjadi latarnya, persoalan politik, sampai teknologi.

(3) Ceritanya lucu

Tema serius di Tintin menjadi encer dan komikal dengan trik-trik humor slapstik yang diperagakan bergantian oleh Kapten Haddock, Profesor Calculus, serta Thomson dan Thompson. Bahkan beberapa antagonis terkadang juga tampil konyol di sini.

(4) Pemecahan konfliknya logis

Komik-komik Tintin selalu menampilkan cerita misteri yang kemudian dapat diselesaikan secara logis. Hergé juga menggunakan gaya pacing, suatu teknik penulisan cerita yang menampilkan masalah yang tampak besar, tetapi sebenarnya tidak terjadi apa-apa (coba baca seri Zamrud Castafiore).

(5) Petualangannya eksotik

Tintin sering membongkar kejahatan di luar negaranya, Belgia. Tak pelak, pembaca serasa diajak ikut melancong ke berbagai negara. Meskipun tidak semua negara itu benar-benar ada. Misalnya, negara fiktif Syldavia, Borduria, San Theodores, atau Sondonesia (yang mungkin samaran dari Indonesia).

Lima hal tersebut yang membuat pamor komik ini melejit, hingga akhirnya diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa di seluruh dunia.

Kritik terhadap Komik Tintin

Kritik terhadap Komik Tintin

Kendati memiliki banyak penggemar, tidak sedikit juga yang mengkritik Tintin. Berikut ini beberapa poin kritikan tersebut:

(1) Tokoh Tintin yang serbabisa

Kalau Tintin diceritakan berotak encer, banyak akal, pintar menulis, luwes bergaul, dan pandai berdiplomasi memang wajar. Banyak jurnalis yang berkualifikasi seperti itu. Tetapi terampil mengendarai pesawat, kapal selam, wahana antariksa, jago berkelahi (lawan-lawan yang lebih besar dan lebih banyak sering tumbang sekali bogem), juga kuat mendaki Gunung Everest? Sulit dipercaya.

Selain itu, Tintin rasanya tak pernah punya masalah keuangan. Dia dapat pergi dari negara A ke negara B, menyeberang ke benua C, menyelam ke dalam samudra, menjelajah ke bulan! Ini seperti James Bond versi kartun, alih-alih seorang wartawan. Terlalu sempurna!

(2) Deus ex machina yang hadir berkali-kali

Ketegangan kisah Tintin berpotensi terkikis mengingat tokoh ini seperti selalu dilindungi oleh dewi fortuna. Membuka Lotus Biru saja, kita sudah disuguhi beberapa deus ex machina yang vulgar. Sekadar menyebut contoh, saat Tintin hendak disuntik racun Rajaijah oleh Mitsuhirato, tahu-tahu seseorang menukar racun itu. Atau ketika Didi hendak memotong lehernya, tahu-tahu kawan-kawannya muncul dan memberi tembakan jitu yang sukses membatalkan eksekusi tersebut.

(3) Terlalu stereotip

Misalnya, di Tintin di Tanah Sovyet, digambarkan kaum Bolshevik sebagai bangsa yang kejam. Lalu, ada juga Tintin di Congo yang dinilai merendahkan bangsa Afrika sebagai kaum primitif yang naif. Atau di episode Bintang Jatuh yang awalnya terdapat tokoh penjahat Amerika bernama keluarga Yahudi. Hergé lalu mengganti nama tersebut karena khawatir menjadi kontroversi di Amerika. Tetapi nama penggantinya pun ternyata masih berbau Yahudi.

Selain kritik, yang membuat petualangan Tintin mengalami jatuh-bangun adalah Perang Dunia II dan pendudukan NAZI di Belgia. Surat kabar yang biasa memuat serial Tintin dibredel. Proses penggarapan edisi Negeri Emas Hitam sempat terhenti. Seri Tintin di Amerika serta Pulau Hitam pun dibredel rezim Hitler untuk membatasi pengaruh Amerika dan Inggris.

Dan karena pekerjaan Hergé berada di bawah kendali NAZI, dia tidak berani lagi menghadirkan intrik-intrik politik di dalam petualangan Tintin. Yang mengemuka hanyalah cerita-cerita netral semacam Rahasia Kapal Unicorn dan Harta Karun Rackham Merah.

Tokoh-tokoh Protagonis dalam Komik Tintin

Tintin tidak pernah muncul sendirian dalam petualangan-petualangannya. Selalu ada teman yang mendampingi dan membantunya.

(1) Snowy

Snowy

Sahabat Tintin yang paling setia tentu saja Snowy, seekor anjing fox terrier berwarna putih. Dalam bahasa Prancis, peliharaan Tintin ini bernama Milou. Meski selalu berada di sekitar Tintin, Snowy terkadang berpisah dengan majikannya. Umpamanya, saat Tintin diculik dan Snowy berhasil kabur. Tetapi pada akhirnya, kedua sahabat ini selalu kembali bersatu. Biasanya karena Snowy mampu melacak jejak majikannya.

Di komiknya, Snowy digambarkan bisa berbicara sendiri atau mengajak omong pembaca. Tetapi, ini bahasa anjing belaka, mengingat Tintin adalah komik realis. Snowy tidak dapat berkomunikasi dengan manusia. Hanya pembaca yang tahu persis maksud Snowy melalui balon teks. Bahkan Tintin hanya dapat menduga-duga maksud anjingnya ini.

(2) Archibald Haddock (Kapten Haddock)

Kapten Haddock

Pelaut yang alkoholik ini baru muncul di seri Kepiting Bercapit Emas. Kebalikan dari Tintin yang teliti, hati-hati, dan santun, Kapten Haddock cenderung tidak sabaran, kasar, dan ceroboh.

Makian-makiannya menjadi ikon tersendiri dari petualangan Tintin, seperti, “Sejuta topan badai! Kodok kesasar! Racun tikus! Biang panu! Setan laut! Babon bulukan! Jin peot!” Barangkali, almarhum pelawak Kasino dari Warkop DKI dulu terpengaruh sumpah serapah Kapten Haddock ini.

Melani Budianta, editor PT Indira periode1976-1979 mengungkapkan, ada diskusi mendalam hanya terkait penerjemahan makian ini. Tim editor waktu itu membandingkan edisi Tintin dalam bahasa Prancis, Belanda, dan Inggris. Sesudah menemukan diksi-diksi yang lucu dalam bahasa Indonesia, mereka berdiskusi untuk menyeleksinya. “Dari bahasa asalnya, makian Haddock memang tak terlalu kasar, sehingga tidak jadi masalah bagi anak-anak,” terang Melani.

Meski tampak urakan, Kapten Haddock sebenarnya tergolong priayi yang kaya. Ia memiliki tempat tinggal mewah bernama Marlinspike Hall, dan pembantu pria bernama Nestor. Maklumlah, ia keturunan Sir Francis Haddock, pemilik Kapal Unicorn.

(3) Cuthbert Calculus (Profesor Calculus)

Profesor Calculus

Dalam versi Prancis, nama Calculus adalah Tryphon Tournesol. Dalam terbitan Gramedia, dia disebut Profesor Lakmus (Lionel Lakmus). Dia memang ilmuwan. Salah satu penemuannya yang spektakuler adalah membuat roket untuk mendaratkan manusia ke bulan. Dia mengajak Tintin beserta kawan-kawannya untuk menjelajah antariksa dengan tujuan bulan dalam cerita Penjelajahan di Bulan.

Profesor Calculus juga membuat kapal selam berbentuk ikan hiu yang digunakan Tintin untuk mengeksplorasi isi laut dalam seri Harta Karun Rackham Merah.

Calculus memiliki perawakan kecil. Indra pendengarannya sudah jauh menurun, sehingga acapkali menimbulkan pertengkaran dengan Kapten Haddock akibat miskomunikasi. Mungkin pelawak tanah air Haji Bolot terinspirasi dari tokoh ini.

(4) Thomson & Thompson

Thomson & Thompson

Dalam versi bahasa Prancis, kedua detektif berpakaian orang Inggris ala Charlie Chaplin ini bernama Dupont dan Dupond. Mereka kebanyakan tampil dengan setelan jas dan celana panjang hitam, topi bundar hitam untuk menutupi kebotakannya, kumis lebat, serta tongkat bergagang melengkung.

Si kembar ini selalu tampak serius dalam memecahkan kasus kriminal. Namun, itu tidak sepadan dengan kecerobohan mereka. Bahkan, mereka terkesan terlalu bodoh dan pikun untuk ukuran detektif. Namun, inilah tokoh yang biasanya berhasil menurunkan tensi cerita dari tegang menjadi lucu. Meskipun terkadang, kelucuannya terasa garing.

(5) Bianca Castafiore

Bianca Castafiore

Perempuan aristokrat yang kaya, terkenal, dan suaranya sangat tinggi hingga mampu memecahkan kaca. Biduanita opera ini dikagumi oleh Profesor Calculus. Tetapi Castafiore sepertinya lebih menyukai Kapten Haddock, padahal sang kapten justru selalu menghindarinya.

Berkat kekayaan dan pengaruhnya sebagai artis, Castafiore terkadang menjadi dewi penyelamat bagi Tintin dan kawan-kawannya.

Tokoh-tokoh Antagonis dalam Komik Tintin

Orang semacam Tintin sudah wajar bila memiliki banyak musuh. Lagi pula, apa serunya kisah petualangan tanpa hadirnya tokoh jahat, bukan? Berikut ini beberapa karakter antagonis yang sering mengganggu atau “diganggu” oleh Tintin:

(1) Roberto Rastapopoulos

Roberto Rastapopoulos

Rastapopoulos adalah pengusaha besar Amerika berdarah Yunani. Ia muncul pertama kali dalam Tintin di Amerika. Namun, penampilan yang lebih signifikan ada di Cerutu Sang Faraoh, di mana dia tampil sebagai seorang produser film yang terlihat simpatik, tetapi lama-lama tampak juga gelagat kriminalnya.
Tokoh yang pernah menggunakan nama samaran Marquis di Gorgonzola ini diceritakan memiliki rumah produksi Cosmos Pictures atau Cosmos Productions. Perusahaan ini merupakan kamuflase dari banyak kegiatan ilegalnya, beberapa di antaranya kartel opium (Lotus Biru) dan pedagang budak (Hiu-hiu Laut Merah).

Penampilan terakhir Rastapopoulos adalah di Penerbangan 714, karena edisi Tintin dan Alpha-Art yang sejatinya kembali memunculkannya sebagai Endaddine Akass tidak pernah benar-benar rampung. Saat itu, Hergé memang sedang jenuh mengarang petualangan baru untuk Tintin.

(2) Allan Thompson

Allan Thompson

Allan adalah pria Inggris-Amerika yang awalnya pedagang di laut. Tetapi kemudian dia menjadi kaki tangan Rastapopoulos. Allan sering terlibat dalam penyelundupan barang-barang terlarang dan kegiatan-kegiatan kriminal lainnya. Allan adalah teman Kapten Haddock yang kemudian berkhianat di Kepiting Bercapit Emas.

Dia muncul juga dalam Cerutu Sang Faraoh dan Hiu-hiu Laut Merah.

Penerbangan 714 merupakan penampilan terakhir Allan. Setelah diceritakan lolos dari letusan gunung berapi dan melarikan diri dengan rakit karet bersama kawan-kawan penjahat lainnya, dia dihipnotis dan dituntun naik pesawat antariksa (mungkin milik alien). Setelah itu, tidak jelas bagaimana nasib Allan.

(3) Dokter J. W. Müller

Dokter J. W. Müller

Müller adalah kepala sebuah klinik kejiwaan di Inggris. Tetapi profesi itu hanyalah untuk menyamarkan berbagai kejahatannya. Tempat tinggal sang dokter digambarkan penuh perangkap dan dijaga seekor anjing buas yang sempat merepotkan Tintin dan Snowy.

Kejahatan dr. Müller antara lain terkait pemalsuan uang. Dia juga menggunakan kliniknya sebagai tempat untuk menyingkirkan musuh-musuhnya dengan cara mencuci otak mereka.

Penulis buku Tintin, The Complete Companion, Michael Farr, yakin bahwa tokoh ini terinspirasi oleh Georg Bell, seorang petualang Inggris yang juga rekan seorang pemimpin NAZI, Ernst Röhm.

(4) Jenderal Tapioca

Jenderal Tapioca

Ia adalah musuh utama kawan Tintin, Jenderal Alcazar. Tapioca dan Alcazar sama-sama jenderal dalam angkatan bersenjata San Theodoros, republik fiktif di Amerika Selatan. Akan tetapi, persaingan keras antara dua diktator ini bukannya mengerikan dan menegangkan, malah seringnya kocak.

Nama Tapioca pertama disebut, meski tidak tampak, dalam Patung Kuping Belah. Para pemberontak yang mendukung Alcazar diceritakan berhasil mengudeta Tapioca. Sepanjang alur Patung Kuping Belah, Alcazar kembali menjadi diktator San Theodoros dan mengasingkan Tapioca. Namun, Jenderal Tapioca akhirnya merebut kembali kekuasaannya dalam Tujuh Bola Ajaib dan Hiu-hiu Laut Merah.

(5) Rackham Merah

Rackham Merah

Red Rackham adalah pimpinan bajak laut yang menyerang Kapal Unicorn yang dikapteni oleh Sir Francis Haddock, kakek moyang Kapten Haddock. Karakter ini terinspirasi dari bajak laut abad 17, John “Calico Jack” Rackham, Blackbeard, dan Montbars the Exterminator.

Dalam Rahasia Kapal Unicorn dan Harta Karun Rackham Merah, Rackham dan Francis diceritakan bertempur habis-habisan di samudra. Pertempuran itu mengakibatkan kapal Rackham hancur. Namun setelah kapalnya tenggelam, Rakham dan anak buahnya berhasil naik ke Unicorn dan mengudetanya. Francis pun ditangkap dan diikat di tiang kapal. Sementara para awak kapal lainnya dilempar ke laut.

Pada dini hari, Francis berhasil membebaskan diri. Rackham Merah dan Francis kembali bertarung, kali ini dalam jarak dekat dengan pedang pendek. Rakham terbunuh dalam duel tersebut. Francis akhirnya memutuskan meledakkan kapal Unicornnya.

Dendam ini lantas dilanjutkan oleh Ivan Ivanovitch Sakharine (keturunan Rackham Merah) kepada Kapten Haddock.

Sebenarnya, masih banyak lagi tokoh antagonis yang memusuhi Tintin. Silakan klik tautan List of The Adventures of Tintin Characters di bagian referensi tulisan ini jika Anda ingin tahu lengkapnya.

Judul-judul Komik Tintin

Judul-judul Komik Tintin

Berikut ini daftar lengkap judul komik Tintin yang resmi dibuat oleh Hergé dan terbit di Indonesia:

  • Tintin di Tanah Sovyet (hitam-putih)
  • Tintin di Congo
  • Tintin di Amerika
  • Cerutu Sang Firaun / Cerutu Sang Faraoh
  • Lotus Biru
  • Si Kuping Belah / Patung Kuping Belah
  • Pulau Hitam / Rahasia Pulau Hitam
  • Tongkat Ottokar / Tongkat Raja Ottokar
  • Kepiting Bercapit Emas
  • Bintang Misterius / Bintang Jatuh
  • Rahasia Unicorn / Rahasia Kapal Unicorn
  • Harta Karun Rackham Merah
  • 7 Bola Kristal / Tujuh Bola Ajaib
  • Di Kuil Matahari / Tawanan Dewa Matahari
  • Di Negeri Emas Hitam / Negeri Emas Hitam
  • Perjalanan ke Bulan / Ekspedisi ke Bulan
  • Petualangan di Bulan / Penjelajahan di Bulan
  • Penculikan Lakmus (Oktober 2008 – Berwarna)
  • Laut Merah / Hiu-hiu Laut Merah
  • Tintin di Tibet
  • Permata Castafiore / Zamrud Castafiore
  • Penerbangan 714 ke Sydney / Penerbangan 714
  • Tintin dan Picaros
  • Tintin dan Alpha-Art

Judul di kiri (sebelum garis miring) adalah versi Gramedia, dan judul di kanan (setelah garis miring) adalah versi Indira yang terbit lebih dulu.

Tintin Akan Terus Berpetualang

Tintin Akan Terus Berpetualang

Kesuksesan komik Tintin membuat banyak produser tertarik untuk memfilmkannya. Apalagi setelah menonton serial animasinya di televisi yang diproduksi oleh Ellipse (Prancis) dan Nelvada (Kanada). Orang sudah lama menyadari, kisah petualangan Tintin memang seru sekali bila diolah menjadi produk audiovisual.

Salah satu film adaptasi tersebut adalah Tintin dan Misteri Bulu Domba Emas (Tintin et le Mystère de la Toison d’Or). Film produksi tahun 1961 ini bukan versi resmi Hergé dan sepenuhnya diperankan oleh manusia (bukan animasi). Penasaran bagaimana ceritanya? Silakan tonton langsung di bawah ini (filmnya berbahasa Prancis tetapi bertakaris Inggris):

Pada November 2002, perusahaan perfilman animasi terkemuka Amerika, Dreamworks, membeli hak memfilmkan Tintin. Sang sutradara, Steven Spielberg, lalu menggandeng Peter Jackson dan Kathleen Kennedy sebagai produser. Jamie Bell berperan (voice acting) sebagai Tintin, Andy Serkis sebagai Kapten Haddock, dan Daniel Craig sebagai Sakharine. Hasilnya bisa kita nikmati sejak 2011 melalui film animasi berjudul The Adventures of Tintin: The Secret of the Unicorn.

Selain diadaptasi ke dalam bentuk film, Tintin juga pernah diangkat ke pertunjukan teater. Untuk menghargai karya Hergé ini, digelar juga pameran Tintin di Belgia, Prancis, Belanda, Inggris, Italia, dan Jepang.

Tidak ketinggalan, serial komik legendaris ini juga dibuatkan gim untuk PC dan PlayStation. Judul-judul yang diadaptasi ke permainan digital itu antara lain Tintin di Bulan, Tintin di Tibet, Tawanan Dewa Matahari, dan Rahasia Unicorn.

Sebagaimana tokoh dan peristiwa dunia yang menjadi fenomena, Tintin pun dijadikan barang-barang memorabilia dengan merek dagang Moulinsart. Mulai dari jam beker, prangko, sampai koin. Bahkan ada juga toko khusus yang menjual barang-barang Tintin (Tintin Shop) dan Museum Tintin di Belgia.

Begitu besar pengaruh Tintin, sampai-sampai Dalai Lama pun memberikannya Tintin penghargaan International Campaign for Tibet’s Light of Truth.

Kini, Hergé memang telah tiada. Tetapi dia sudah mempersembahkan hiburan yang bermutu untuk dunia. Juga meninggalkan warisan berharga kepada para komikus, antara lain:

  1. Gaya penggambaran ligne claire.
  2. Terciptanya pasar komik untuk para kolektor, sehingga mampu menciptakan pemasukan yang cukup stabil bagi komikus.
  3. Komik yang padat aksi. Komik Tintin minim narasi. Setiap kotak menggambarkan tindakan yang dilakukan para tokohnya, sangat filmis.
  4. Bukti bahwa komik yang digarap secara “perseorangan” tetap berpeluang sama populernya dengan komik yang dikerjakan keroyokan seperti “anak-anak” Disney.

Hergé bahkan menjadi inspirasi dari komikus Eropa legendaris generasi berikutnya, seperti Uderzo, komikus Asterix.

Bagaimanapun, petualangan Tintin tidak pernah berhenti. Komik-komik lawasnya saja masih terus dicetak ulang. Sepeninggal Hergé, kita memang tidak bisa mengharapkan komik-komik Tintin yang baru. Tetapi bolehlah kita menantikan sekuel-sekuel film Tintin di layar lebar.

Referensi

Halaman isi komik Tintin

BAGIKAN HALAMAN INI DI
Posted in product & creator | Tagged | Leave a reply

About Rie Yanti

Has a bachelor degree from Padjadjaran University in French Literature Studies. She has been writing since her childhood and has produced both short stories and poetry. Rie loves writing about animals and small things that happen in her life. She has published three books, Satin Merah (GagasMedia 2010), Bukan Manusia (Lulu 2011), game Precious Time (Nusa Project 2017), et cetera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.