Kya-Kya Kembang Jepun, Nasibmu Kini ….

Kya-kya Kembang Jepun saat jaya-jayanya

Beberapa tahun silam, kita disuguhi dengan proyek prestisius Pemerintah Kota Surabaya yang digagas seorang CEO salah satu media nasional asal Surabaya, Dahlan Iskan. Proyek itu bernama Kya-Kya Kembang Jepun. Kala itu, pemberitaannya besar-besaran dan terkesan ada iklan tersembunyi. “Advetorial” dalam koran itu terbukti mampu menyedot pengunjung. Mereka demikian antusias terhadap tempat jajanan bergaya Cina itu.

Read more

Ingin Terlibat di M-Komik? Baca Ini Dulu

Ingin Terlibat di M-Komik? Baca Ini Dulu

Anda mungkin komikus yang memiliki tumpukan karya di rumah. Saat beberapa penyedia konten menawarkan layanan komik seluler M-Komik, Anda pun tertarik, bukan sebagai konsumen, melainkan sebagai salah satu pemasok komiknya. Ini tentu bagus. Karena “industri” perkomikan Indonesia sejatinya masih perlu banyak variasi komik buatan anak negeri. Yang perlu Anda lakukan tinggal menghubungi penyelenggaranya untuk menanyakan prosedur detail.

Read more

Menyongsong Era Teenlit Berbobot

Karya-karya dengan genre teenlit sering dipandang sebelah mata oleh praktisi dunia sastra. “Teenlit itu dangkal!” Mereka mengklaim begitu salah satunya setelah mengamati betapa dominannya penggunaan bahasa gaul yang mengacaukan kaidah bahasa Indonesia. Sudah begitu, isi teenlit cenderung miskin ungkapan. Plus, kosakata yang dipakai penulisnya itu-itu saja.

Read more

Komik Digital Indonesia: Sudahkah Jadi Lahan Bisnis?

Komik Digital Indonesia: Sudahkah Jadi Lahan Bisnis?

Film Indonesia mulai bangkit. Sastra Indonesia sudah lama jadi tuan di rumah sendiri. Komik Indonesia? Boro-boro membuat komikusnya hidup makmur, sekadar menjadi sandang-pangan saja terseog-seog lantaran konsumennya cenderung memilih komik manca. Tapi di tengah-tengah kelesuan tersebut, komik digital hadir sebagai senjata baru untuk menggempur hati konsumen. Patut diapresiasi.

Read more