Kadang saya sedih kalau mengamati perkembangan sastra daerah. Di antara hiruk pikuk dunia sastra, sastra daerah ibarat wastra lungset ing sampiran, busana kusut yang tidak dipakai lagi. Padahal di Indonesia paling tidak ada 669 bahasa daerah dengan jumlah penutur yang bervariasi jumlahnya.
Bonjour, Asterix!
Tiga dekade sudah Asterix menjadi yatim. Pada tahun 1977, “ayahnya” meninggal. Dialah penulis awal cerita serial Une Aventure d’Asterix le Gaulois atau Kisah Petualangan Asterix (selanjutnya saya sebut Asterix saja). Meskipun masih ada “ibu” yang tidak kalah berjasa dalam membesarkannya, tetap saja Asterix tak pernah sama sepeninggalan René Goscinny.

Integrasi Pengarang terhadap Publik
By: Mochammad Asrori
“Dear Seno Gumira Ajidarma. Saya dapat email ini dari teman saya. Semoga Anda tidak keberatan. Saya hanya ingin Anda tahu, bahwa saya hanya bisa menikmati senja dari cerita-cerita Anda. Mungkin Anda heran, tapi begitulah kenyataannya. Saya rabun senja sejak 10 tahun. Lewat email ini saya hanya ingin mengucapkan terima kasih karena telah menghadirkan senja sedemikian indah dalam cerita-cerita Anda. Natasha Azalea.”
Menonton Film Korea, Kenapa Tidak?
Jarum jam sudah menunjuk angka 9, tetapi sepasang muda-mudi itu masih asyik memilah VCD-VCD yang hendak mereka sewa. Di tangan sang perempuan telah terselip banyak kotak VCD dari film-film Mandarin dan Hollywood. Ternyata, masih kurang. Sebuah kotak berhiaskan aksara hangeul pun dipungut. Sang pria di sebelahnya spontan merespons, “Jangan! Film Korea itu gitu-gitu aja.”