Integrasi Pengarang terhadap Publik

By: Mochammad Asrori

Dear Seno Gumira Ajidarma. Saya dapat email ini dari teman saya. Semoga Anda tidak keberatan. Saya hanya ingin Anda tahu, bahwa saya hanya bisa menikmati senja dari cerita-cerita Anda. Mungkin Anda heran, tapi begitulah kenyataannya. Saya rabun senja sejak 10 tahun. Lewat email ini saya hanya ingin mengucapkan terima kasih karena telah menghadirkan senja sedemikian indah dalam cerita-cerita Anda. Natasha Azalea.”

Read more

Menonton Orang-orang Korea, Kenapa Tidak?

Jarum jam sudah menunjuk angka 9, tapi sepasang muda-mudi masih asyik memilah VCD-VCD yang hendak mereka sewa. Di tangan wanita itu telah terselip banyak kotak VCD dari film-film Mandarin dan Hollywood. Oh, ternyata masih kurang. Sebuah kotak berhiaskan aksara hangeul pun dipungut. Hanya dalam hitungan detik sang pria di sebelahnya merespon, “Jangan! Film Korea itu gitu-gitu aja.” Dan si wanita segera mengembalikan kotak tadi, tanpa sedikit pun berusaha mendebat.

Read more

Mengulik Sendi-sendi Seksualitas dalam BH Emha Ainun Najib

By: Mochammad Asrori

Sebagian masyarakat Indonesia menganggap seksualitas sebagai sesuatu yang alami, kodrati, sehingga tak perlu dikomunikasikan, apalagi diajarkan. Namun seks akhirnya menjadi bagian dari perkembangan budaya. Secara pelak, sebuah cerita pendek sebagai cermin realitas sosial pun banjir akan tema-tema seksualitas. Bahkan seorang Emha Ainun Najib turut mengulik tema tersebut dalam cerita-cerita di BH-nya.

Read more

Hm, Rupanya Begini Cara Dan Brown Menulis

Dan Brown

Siapa tak kenal novelis Amerika satu ini? The Da Vinci Code-nya telah memantik obor pro-kontra di seantero planet, termasuk di Indonesia. Tapi saya bukan berniat mengulik-ngulik kontroversi itu. Di sini saya cuma ingin membahas teknik Dan Brown yang menurut saya mengusung cara baru dalam penulisan thriller modern. Yah, saya tahu, kalau dirunut ke belakang, Brown bukanlah yang pertama melakukan kombinasi teknik ini. Namun setidaknya dia kan yang terkenal.

Read more