Baru-baru ini, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merilis 13 program televisi yang dianggap mengandung makian, kekerasan, seks, atau pelecehan. Tayangan itu adalah Jelita (RCTI), Namaku Mentari (RCTI), Silet (RCTI), Rubiah (TPI), Dangdut Mania Dadakan 2 (TPI), Si Entong (TPI), Mask Rider Blade (Antv), Mister Bego (Antv), Extravaganza (TransTV), Insert (TransTV), I Gosip Siang (Trans7), Super Seleb Show (Indosiar) dan Cinta Bunga (SCTV).
Demi Kritik, Ego Penulis Harus Masuk Peti Es
By: Mochammad Asrori
Sudah menjadi pakem bagi seorang penulis yang baru menelurkan novel untuk mencari pembaca sekaligus kritikus bagi karyanya. Proses ini memang tidak wajib, namun bisa dibilang semua penulis besar yang melahirkan karya-karya bestseller melakukannya. Sebut saja Kang Abik yang harus menyodorkan naskah novel Ayat-Ayat Cinta ke banyak pihak, seperti Prie GS, Ahmad Tohari, dan pentolan-pentolan Forum Lingkar Pena.
Kya-Kya Kembang Jepun, Nasibmu Kini ….

Beberapa tahun silam, kita disuguhi dengan proyek prestisius Pemerintah Kota Surabaya yang digagas seorang CEO salah satu media nasional asal Surabaya, Dahlan Iskan. Proyek itu bernama Kya-Kya Kembang Jepun. Kala itu, pemberitaannya besar-besaran dan terkesan ada iklan tersembunyi. “Advetorial” dalam koran itu terbukti mampu menyedot pengunjung. Mereka demikian antusias terhadap tempat jajanan bergaya Cina itu.
Ingin Terlibat di M-Komik? Baca Ini Dulu
Anda mungkin komikus yang memiliki tumpukan karya di rumah. Saat beberapa penyedia konten menawarkan layanan komik seluler M-Komik, Anda pun tertarik, bukan sebagai konsumen, melainkan sebagai salah satu pemasok komiknya. Ini tentu bagus. Karena “industri” perkomikan Indonesia sejatinya masih perlu banyak variasi komik buatan anak negeri. Yang perlu Anda lakukan tinggal menghubungi penyelenggaranya untuk menanyakan prosedur detail.