Anda mungkin komikus yang memiliki tumpukan karya di rumah. Saat beberapa penyedia konten menawarkan layanan komik seluler M-Komik, Anda pun tertarik, bukan sebagai konsumen, melainkan sebagai salah satu pemasok komiknya. Ini tentu bagus. Karena “industri” perkomikan Indonesia sejatinya masih perlu banyak variasi komik buatan anak negeri. Yang perlu Anda lakukan tinggal menghubungi penyelenggaranya untuk menanyakan prosedur detail.
Menyongsong Era Teenlit Berbobot
Karya-karya dengan genre teenlit sering dipandang sebelah mata oleh praktisi dunia sastra. “Teenlit itu dangkal!” Mereka mengklaim begitu salah satunya setelah mengamati betapa dominannya penggunaan bahasa gaul yang mengacaukan kaidah bahasa Indonesia. Sudah begitu, isi teenlit cenderung miskin ungkapan. Plus, kosakata yang dipakai penulisnya itu-itu saja.
Komik Digital Indonesia: Sudahkah Jadi Lahan Bisnis?
Film Indonesia mulai bangkit. Sastra Indonesia sudah lama jadi tuan di rumah sendiri. Komik Indonesia? Boro-boro membuat komikusnya hidup makmur, sekadar menjadi sandang-pangan saja terseog-seog lantaran konsumennya cenderung memilih komik manca. Tapi di tengah-tengah kelesuan tersebut, komik digital hadir sebagai senjata baru untuk menggempur hati konsumen. Patut diapresiasi.
Surabaya Entrepreneur Club, Kiblat Pengusaha Muda Surabaya
Dunia bisnis merupakan dunia yang sarat masalah, pengetahuan dan pengalaman yang tidak akan ada habisnya dan terus berkembang. Hal inilah yang mendasari munculnya komunitas-komunitas bisnis di berbagai daerah. Salah satunya adalah Surabaya Entrepreneur Club (SEC).