Demi Kritik, Ego Penulis Harus Masuk Peti Es

By: Mochammad Asrori

Sudah menjadi pakem bagi seorang penulis yang baru menelurkan novel untuk mencari pembaca sekaligus kritikus bagi karyanya. Proses ini memang tidak wajib, namun bisa dibilang semua penulis besar yang melahirkan karya-karya bestseller melakukannya. Sebut saja Kang Abik yang harus menyodorkan naskah novel Ayat-Ayat Cinta ke banyak pihak, seperti Prie GS, Ahmad Tohari, dan pentolan-pentolan Forum Lingkar Pena.

Read more

Kya-Kya Kembang Jepun, Nasibmu Kini ….

Kya-kya Kembang Jepun saat jaya-jayanya

Beberapa tahun silam, kita disuguhi dengan proyek prestisius Pemerintah Kota Surabaya yang digagas seorang CEO salah satu media nasional asal Surabaya, Dahlan Iskan. Proyek itu bernama Kya-Kya Kembang Jepun. Kala itu, pemberitaannya besar-besaran dan terkesan ada iklan tersembunyi. “Advetorial” dalam koran itu terbukti mampu menyedot pengunjung. Mereka demikian antusias terhadap tempat jajanan bergaya Cina itu.

Read more

Ingin Terlibat di M-Komik? Baca Ini Dulu

Ingin Terlibat di M-Komik? Baca Ini Dulu

Anda mungkin komikus yang memiliki tumpukan karya di rumah. Saat beberapa penyedia konten menawarkan layanan komik seluler M-Komik, Anda pun tertarik, bukan sebagai konsumen, melainkan sebagai salah satu pemasok komiknya. Ini tentu bagus. Karena “industri” perkomikan Indonesia sejatinya masih perlu banyak variasi komik buatan anak negeri. Yang perlu Anda lakukan tinggal menghubungi penyelenggaranya untuk menanyakan prosedur detail.

Read more

Menyongsong Era Teenlit Berbobot

Karya-karya dengan genre teenlit sering dipandang sebelah mata oleh praktisi dunia sastra. “Teenlit itu dangkal!” Mereka mengklaim begitu salah satunya setelah mengamati betapa dominannya penggunaan bahasa gaul yang mengacaukan kaidah bahasa Indonesia. Sudah begitu, isi teenlit cenderung miskin ungkapan. Plus, kosakata yang dipakai penulisnya itu-itu saja.

Read more