Beda Genre Thriller vs Misteri dalam 5W + 1H

Beda Thriller dan Misteri dalam 5W 1H

Karya bergenre thriller tidaklah sama dengan genre misteri. Orang sering rancu dengan itu. Barangkali Kakak juga. Di rak-rak perpustakaan, toko buku, atau aplikasi-aplikasi tontonan film, kedua genre ini kerap saling bertukar, malah kadang dianggap satu genre yang sama.

Memang, penentuan genre tidak pernah saklek dan terang-benderang, karena hal ini bukan sesuatu yang eksak. Namun, ketika berbicara tentang misteri dan thriller sebagai genre (bukan sebagai elemen cerita), setidaknya ada filosofi dasar yang membedakan keduanya.

Cerita hantu-hantuan yang marak di Indonesia, contohnya. Ia bisa dikategorikan sebagai thriller, bisa pula misteri, tergantung filosofi karyanya. Nah, bagaimanakah filosofi pembeda itu? Mari kita jabarkan dalam konsep jurnalistik 5W + 1H supaya lebih ringkas dan jelas.

Thriller vs Misteri: What (Tentang Apa)

Thriller: Diartikan secara bebas sebagai “petualangan yang mendebarkan”. Biasanya berupa protagonis yang berpacu dengan waktu, penuh antisipasi, aksi menantang, dan mendapatkan berbagai bantuan yang kebetulan sangat dibutuhkan.

  • Contohnya, novel-novel James Bond, film-film The Saw, Alien, dan sebagainya.

Misteri: Cerita yang mengandung misteri untuk diungkap. Yang artinya di sini ada teka-teki plus pemecahan-pemecahan logisnya. Makin mendekati bagian akhir, makin terkuaklah identitas sang antagonis. Meskipun sosok ini bisa saja tak terungkap hingga berakhirnya cerita.

  • Contohnya, novel The Murders in the Rue Morgue, film JFK, manga-manga Conan, dll.

Thriller vs Misteri: Who (Siapa)

Thriller: Protagonis biasanya orang biasa, tetapi yang berpotensi menjadi luar biasa. Sementara antagonis adalah orang kuat, memiliki kekuasaan dan rencana yang membahayakan orang banyak.

Misteri: Protagonisnya adalah orang genius, memiliki kapabilitas untuk memecahkan teka-teki (detektif, polisi, wartawan, cenayang). Sedangkan antagonisnya adalah sosok yang misterius, rumit, sulit dijamah, tak terlihat, atau makhluk supranatural sekalian.

Thriller vs Misteri: When (Kapan)

Thriller: Cerita bergulir sebelum kejahatan besar terjadi. Menurut Alfred Hitchcock, “Thriller is the state of waiting for something to happen.”

Misteri: Cerita bergulir sesudah kejahatan besar berlangsung.

Thriller vs Misteri: Where (Lokasi)

Tidak ada perbedaan antara di mana cerita misteri dan thriller terjadi. Baik tempat-tempat eksotik-ekstrem maupun lokasi-lokasi yang kita temui sehari-hari, sama-sama bisa Kakak pakai untuk membangun cerita suspense atau misteri.

Thriller vs Misteri: Why (Tujuan)

Thriller: Tugas protagonis adalah mencegah kejahatan besar (puncak kejahatan) terjadi. Dari usaha sang tokoh itulah terbangun ketegangan alias thrill, lantaran selalu ada konsekuensi tak mengenakkan (juga menyakitkan bagi audiens) bila protagonis gagal.

Misteri: Tugas protagonis adalah membongkar pelakunya. Ini tentang penguakan whodunit (siapa pelakunya). Namun, agar lebih dramatis, sebuah karya misteri terkadang juga memberi penjelasan whydunit (kenapa pelakunya melakukan kejahatan itu).

Thriller vs Misteri: How (Bagaimana)

Thriller: Dengan membeberkan misteri satu per satu. Ia loyal membongkar sendiri teka-tekinya. Karena jualan utama thriller bukan pada misteri-misteri itu, melainkan pada apa konsekuensi dari misteri-misteri tersebut. Audiens tahu bahwa sang protagonis sedang dalam bahaya. Audiens pun memahami konsekuensi bila kejahatan besar gagal dicegah. Audiens memang sengaja dibiarkan tahu ini-itu, supaya tercekam.

Misteri: Genre ini begitu pelit membongkar teka-teki di dalam ceritanya. Sebab, jualan utama di genre misteri ya misteri itu sendiri. Audiens cenderung tidak tahu apa yang akan dihadapi sang protagonis. Maka tidak seperti thriller, laju cerita misteri tidak terlalu bergejolak naik-turun. Aksi-aksi tokohnya pun lebih ke psikis, bukan fisik.

Kesimpulan

Pada akhirnya, perbedaan antara thriller dan misteri adalah cara masing-masing membangun ketegangan dan rasa ingin tahu pembaca. Thriller menekankan pada kecepatan, ancaman, dan adrenalin, sementara misteri lebih menekankan pada teka-teki, penyelidikan, dan logika.

Keduanya sama-sama memancing rasa penasaran, tetapi dengan pendekatan yang berbeda. Memahami perbedaan ini membantu Kakak, selaku penulis maupun pembaca, untuk lebih menghargai nuansa tiap genre.

BAGIKAN HALAMAN INI DI

12 thoughts on “Beda Genre Thriller vs Misteri dalam 5W + 1H”

  1. Thank’s artikelnya mas Bram.

    Tapi kenapa audiens harus dibiarkan tahu ini-itu supaya tercekam? Bukannya mlah tahu malah tak takut?

    Reply
  2. Tulisan Brahm emang bagus2. Makanya selama di rumah sakit saya nyuruh Sandeq ngikutin site ini buat saya.

    Kalo gitu, film kaya The Dark Knight masuk jenis apa ya? Thriller atau misteri? Soalnya ceritanya menegangkan, tapi tokoh utamanya spesies ‘jagoan dari sono-nya’ alias udah expert soal nangkap penjahat. Misteri thriller, dong?

    Btw, di Indonesia ada ga penulis cerita yang jago bikin kita tercekam? Selain Joko Anwar, tentunya. Ngasih namanya dong. Terima kasih….

    Reply
  3. Trims, Rully, Pasha.

    Rul, pas masih kecil aku sering ditakut2i dg hantu2 lokal, dg segenap detail prilaku makhluk2 itu dan tanda2 kemunculannya. Akibatnya, setiap kali lewat daerah sepi2, aku selalu parno sendiri. Coba kalau aku nggak dibekali ttg “pengetahuan” itu. Aku pasti tumbuh jd anak yg tak kenal takut jalan ke mana2, ke tempat angker sekalipun. Itulah. Semakin tahu justru membuat kita semakin takut.

    Sekarang kita tarik ke logika perfiksian. Andai aku jatuh cinta pd satu tokoh, terus tokoh itu tiba2 menghidupkan kontak mobil dan meledak, apa yg terjadi? Aku akan terkejut. Mungkin jg kecewa atau sedih. Tp hanya sampai situlah “penderitaanku” sbg pembaca/penonton. Beda dg ketika aku tahu pemasang bomnya, proses pemasangan bom di mobil tokoh yg kucintai itu. Aku akan tegang sepanjang adegan si tokoh hendak menyalakan mobil. Semakin si tokoh mendekati mobil itu, aku semakin tegang. Aku tahu (diberi informasi) pemasangan bom = aku takut/cemas dg nasib tokoh yg kucintai. Logikanya sesederhana itu.

    Pasha, oh jd Sandeq itu satu bendera ya dg dirimu? Hm, baru tahu. Thx deh buat kalian berdua! Eh, abis dari rumah sakit, nemeni sso atau kamu sendiri yg sakit? Sakit apa?

    The Dark Knight menurutku sih action-thriller. Di Indonesia, aku nggak tahu. Sepertinya sih banyak jg yg piawai juga menciptakan ketegangan. Tp penulis yg spesialis thriller (sbg genre, bukan elemen cerita) setahuku jarang banget.

    Reply
  4. Nice info.. kebetulan lagi nyari buat bahan genre mistery. Oh iya mau tanya kak, kebanyakan cerita thriller itu ujung-ujungnya selalu misteri. Dan cerita misteri selalu kearah horor atau yang sifatnya aneh, urban legend, kisah-kisah seram dsb.
    Simpelnya gimana ngebedain semua itu kak soalnya setiap thriller ujung2nya selalu mistery.

    Reply
  5. Permisi, untuk menambah sedikit literatur novel thriller buatan Indonesia, saya tambahkan sbb:

    Judul: Keepo
    Penulis: Kim-Ara ? ??
    ISBN13: 978-979-762-143-8
    Jumlah halaman : 600 (Dibagi menjadi 3 volume)
    Terbit: 2016
    Penerbit: Kim Ara Holding Group
    Genre: Thriller, Action, Mystery, Sci-Fi, Romance
    Rating: Dewasa

    Hanya terbit sebagai e-book full colour di Google Play Book,
    Isi dan review selebihnya coba lihat-lihat sendiri aja di: https://play.google.com/store/books/details/Kim_Ara_%EA%B9%80_%EC%95%84%EB%9D%BC_Keepo?id=j_CgCgAAQBAJ

    Reply

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Don't do that, please!