SawungKampret, Sambil Tertawa Bicara Nasib Komik Indonesia

By: Brahmanto Anindito
Keanekaragaman yang dimiliki negeri kita sungguh merupakan sesuatu yang indah. Dan di sini, keindahan itu digambarkan dengan begitu menyentuh. Saya tidak sedang berdeklamasi. Saya sedang membicarakan SawungKampret, salah satu masterpiece perkomikan kita.
Hari itu Panji Koming dan Pailul dianugerahi keris Sawungkampret oleh Raja Majapahit. Dua abdi ini dianggap banyak berjasa buat kerajaan. Banyak berjasa kok dihadiahi cuma keris? Nah, itu karena sebelumnya mereka menolak pemberian berupa uang atau jabatan. Mereka ini memang bersahaja. Sayang kerisnya hanya satu.
Panji memilih sarungnya, Pailul menyimpan kerisnya. Pembagian yang aneh ini ada maksudnya. Tujuannya agar kelak jika ada keturunan mereka yang menikah, keris Sawungkampret dan sarungnya dapat bersatu kembali, sebagai simbolisasi dua sahabat yang berbaur kembali.
Dan hal itu barulah benar-benar terjadi setelah beberapa generasi. Tepatnya pada awal abad 17, keris plus sarungnya jatuh ke tangan Sawungnogo. Dari perkawinannya dengan Ni Cut Srigati, pendekar Sawungnogo punya anak yang dikasih nama persis keris, Sawungkampret pula. Alangkah tidak kreatifnya!
Sawungkampret masih bau kencur saat bapaknya dibunuh serdadu Portugis. Apesnya lagi, keris pusaka pun digondol si pembunuh. Masih kurang tragis, di kemudian hari, giliran sang ibu yang tewas. Syahdan, sesuai amanat almarhum bapaknya, Sawung junior pergi ke padepokan silat di Cibadak, Jawa Barat. Di sanalah dia bertemu si pipi tembem Na’ip bin Jali. Sebagai bocah normal, segera muncul hasrat ingin mengungguli makhluk sebayanya. Maka berantemlah mereka, padahal berkenalan pun belum. Itulah awal persaudaraan Sawung-Na’ip yang “manis” dan “penuh kasih”.
Sekalipun berupa komedi, pondasi cerita komik ini begitu kompleks. Settingnya di jaman VOC (sekutu dagang Belanda abad 17). Maka yang jadi bulan-bulanan di sini ya londo-londo itu. Sebagaimana Asterix dan Obelix tidak sungkan-sungkan mempermainkan Julius Caesar yang perkasa, Sawung dan Na’ip juga suka bikin stres tokoh besar sejarah, J.P. Coen. Walau itu hanya kejadian di dalam komik.
Namun jangan salah, di SawungKampret terkandung pula data-data historikal yang valid, yang tentunya bukan karangan komikus. Barangkali itu dia maksud dari semboyan komik yang sekarang penerbitannya mandeg ini, yakni Ridendo Dicere Verum. “Sambil ketawa bicara tentang kebenaran”, kurang-lebih demikianlah artinya.
Apa yang membuat komik seri terbitan Mizan (dan lantas dilanjutkan Creativ Media) ini lain? Saya cenderung mengatakan kekuatan cerita dan penyampaiannya. Suatu saat pembaca dibuat terpingkal-pingkal, suatu ketika dibikin terharu, trenyuh. Hebat! Semua keistimewaan SawungKampret itu tak lepas dari turut nimbrungnya nama-nama besar seperti Arwah Setiawan (ahli humor), Marcel Boneff (peneliti komik Indonesia berkebangsaan Prancis), H. Boediardjo dan Aji Damais (konsultan budaya), serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Dan pastinya king maker dalam hal ini yaitu sang komikus sendiri, Dwi Koendoro Br.
Ide tentang SawungKampret tidak hadir dalam setahun-dua tahun. Prosesnya lama banget. Maka pantaslah kalau konsep SawungKampret tampak matang dan bermutu. Dwi Koen mulanya menciptakan karakter Mahesa Aspirin (bakalan jadi Sawungkampret) dan Panji Kemis (kelak menjadi Na’ip). Tapi proyek ini terpaksa ditunda lantaran kesibukan komikus Panji Koming itu sendiri.
Pada tahun 1990, majalah HumOr mulai memuat karya tersebut di rubrik serial komik. Titelnya “SawungKampret”. Masyarakat pun menyambut hangat. Malah enam tahun kemudian kisahnya disinetronkan di SCTV (Gito Gilas sebagai Sawung, dan Taufik Savalas sebagai Na’ip). Sesudah itu baru komik lepas SawungKampret dirilis. Tidak hanya itu! Sekarang VCD-nya pun beredar di pasaran. Adjie Pangestu di sana memerankan Sawung.
Gambar-gambar di komik SawungKampret khas bin unik. Wajah serta postur karakter-karakter (utama maupun pembantu) digurat dengan ekspresif, jauh dari kesan seragam yang monoton. Makanya saya berani bilang, ini komik yang beda! Sayang, sepengetahuan saya, SawungKampret terbit di pasar hanya sampai buku kelima. Setelah itu, selamat datang komik impor!
| Versi lengkap dari tulisan ini dimuat di Majalah Game Master 43. |





sangat menarik. aku dulu sempet baca beberapa edisi majalah humor dan sawungkampret menjadi salah satu favoritku. btw, masih ada ga ya sekarang majalahnya? atau bahkan ada edisi elektroniknya?? ada webnya barangkali???
tx
Terima kasih sebelumnya, Mas Bumi Segoro (ini nama asli, Mas? Kok keren? Hehehe). Majalah HumOr kayaknya udah almarhum. Kalo komiknya sih masih ada. Sekarang yg nerbitin Creativ Media. Kalo web-nya kurang tahu. Jarang sih ada komik (Indonesia) yg dibuatin web-nya secara khusus.
wow mana gambar bergerakknya mas biar tambah bagus gitu loh
Kepada “Brahmanto”, trims ya udah mau komen. Gambar bergerak kapan2 aja deh ~_^. Bikin berat situs tuh. Eh, btw, ini namanya siapa? Saya yakin bukan kebetulan bernama Brahmanto. Soalnya email, situs dan IP address-nya udah saya cek, ternyata sama persis! Saya curiga ini dari warnet yg sama ya, hehehe. Lain kali logout dulu sbg “Brahmanto” dan pake nama sendiri aja, Mas. Biar saya bisa ngerti namanya. Siapa tau kita bisa berteman. But thx, anyway ^_^.
Saya senang ternyata si Sawung akrab dengan anak-anak. Sayang sekali belum ada penerbit yang benar-benar berniat mengangkat Sawungkampret lagi. Mungkin masalah bisnis. Crative Media sudah tak berkabar. Padahal masih ada 7 judul kumpulan dari petualanagnnya di Majalah HumOr. Masih mencari sponsor lagi.
Thank’s buat mas Brahmanto Andito.
Luar biasa, ternyata Anda mengenal seluasnya alam si Sawung.
Matur Nuwun
Dwi Koendoro Br
Wuah, kehormatan banget Pak Dwi Koen sendiri yg mengomentari tulisan saya. Trims udah mau mampir di warung sederhana ini. Oh, jd Sawungkampret di Creativ Media berhenti jg ya? Film Indonesia mulai bangkit, komik Indonesia ternyata masih jalan di tempat. Wah, kalau berhubungan dg mindset pasar, saya nggak tahu lagi hrs ngomong apa. Tapi Panji Koming di Kompas masih bertengger gagah kan. Kami di Warung Fiksi nunggu karya2 berikutnya lho. Sukses selalu, Pak Dwi Koen!
halo….
saya suka banget banget sawung kampret….tapi sudah gak ada ya???
pak Dwi Koen, panjenengan nanti ke PEKAN 6 (26-31 agust 2007) di Malang tidak?
jangan lupa bawa komiknya…kalau masih ada…kami-kami mau lho…..
Nak Nonie yang baik,
Kita hidup di negara yang heterogin. Tidak cuma horisontal ke samping, tapi juga vertikal ke atas. Tapi kita boleh tenteram, kok. Tuhan YME ada di hati kita.
Karena sampai kini undangan dari PEKAN 6 belum saya terima, tak apa-apa. Padahal itu ide Ibu Edi Sedyawati dan saya pada tahun 1995. Kebetulan tanggal 5 Sept saya diundang ke China untuk jadi juri di festival Komik dan Animasi di sana.
Sementara ini saya dengan MIZAN sedang mempersiapkan buku
” Yuk bikin Komik” dengan pembawa kata Pailul dan Sawung.
Mudah-mudahan akhir Septembet atau awal Oktober sudah terbit.
Terima kasih, ya.
Dwi Koendoro Br.
SAYA MEMIMPIKAN LANJUTAN SAWUNG KAMPRET!!! MOHON DITERBITKAN KEMBALI, MAHALPUN GAPAPA, KARENA MEMANG LAYAK DIBELI!
Pak Dwi Koen, menurut saya sampeyan telah berhasil menciptakan pasar yg spesifik (dan loyal). Salut deh! Iya kan, MT? Thx 4 commenting.
pak Dwi Koen gimana kalau Sawung Kampret dibikin film animasinya?? kayaknya seru tuh…
yey, gua baca sawungkampret seru abiss
tapi blm selesai baca raib dari pasaran @_@
ada yg bisa kasi gua info dimana bisa gua dapetin ini komik? huhuhuhu jng biarkan aku dlm penasaran T_T
Sawungkampret, Panji koming, ikut menemani hidup saya neh … layak di Reboisasi tuh.
Sedih juga tiap liat bocah yang dipegang cuma Naruto.
Coba tanya anak sekarang siapa Dwi Koen, Widns, Teguh santosa, banyak gak taunya …
Mbok ya ayo kita bangkitkan lagi dunia komik yang penuh pesan,petuah milik bangsa sendiri …
Trims komennya, Bayu. Yah, beginilah keadaannya, suka atau tidak.
Eh intisari bulan ini ternyata memuat tulisan bagus tuh … Dunia Para Kartunis (6):Dwi Koen, “Humor Yang Menggugat” Panji Koming Semula Hanya Sambilan tulisannya Seno Gumira.
Jadi pengen koleksi Panji Koming di kompas lama, sejak Kompas masih memuat komik “Garth” (msh ada yg ingat ? he he he)
Betul, Mas Bayu. Aku udah baca. Udah beberapa edisi, Intisari memuat kartunis2 hebat yg cenderung mulai dilupakan. Ide yg bagus dari Intisari (juga Seno Gumira Ajidarma)!
Yang masih ada bukan SawungKampret tapi SawungJabo (ada hubungannya gak ya kedua nama ini)
oh ya nama cewek voc yg suka sama sawung tuh namanya sapa ya … ditanya istri saya malah gak bisa jawab hi hi hi … soalnya nggak kebawa ke pondok mertua di malang sini, masih di rumah saya di yogya. siapa ya mas Brahm … lupa neh
nama cewe voc tuh marietje van bloemkoel kalo ga salah ya??!! (maap kalo salah, lg ga bawa komiknya juga )
mas Brahm tau cara kontak pak de-ka?? aku ama temen pengen meng-animasikan si sawung euy….thanks
Iya bener, Mas Bayu, Marietje van Der Bloemkool. Nama plesetan khas seorang Dwi Koendoro. Wah, istrinya suka baca SawungKampret jg ya?
Buat Ziegrusak, aku ada emailnya Pak Dwi Koen, tp nggak etis kan kalau kuberikan langsung. Aku udah ngomong sih ke beliau soal idemu animasi. Nggak tahu ditanggapi gimana, tunggu aja ya di sini. Atau nanti kalau sdh dijawab, kuberi tahu via email, oke?
Khusus buat mas Ziegrusak. Kok sampe rusak kenapa? Dibenerin dong.
Kepingin memganimasikan si Sawung? Aduh, silakan atuh. Upami tiasa mah mangga wae ( maaf bahasa Perancis ).
Tapi yang paling bagus untuk dibuat animasi adalah si Sawung kecil, belum kompleks melawan VOC. Petualangannya lebih banyak membela satwa di hutan Cibadak, bergelut melawan 2 bandit Rajalela dan Rajalele (rampok paling heboh ). Dan pemburu orang Belanda.
Pernah muncul di tabloid “TABLO” grupnya KOMPAS. Sayang nggak tahan lama keburu tutup
Kalau mau jumpa, bisa ketemu di jakarta.
Untuk Pak DeKa,
mohon maaf sebelumnya, bukan saya ga mau maen ke jakarta, dari dulu saya pengen kontak bapak cuma jujur aja saya tidak tau alamat bapak hehehe jd malu nih…maklum pak, saya kuper nih…
atau mungkin mas Brahm bisa bantu saya kirim via email -dengan seijin Pak DeKa- tentunya saya sangat berterima kasih dan secepatnya saya bisa maen ke jakarta
Buat mas Brahm terima kasih atas infonya
Oke, Mas Ziegrusak (iya ya, apanya yg rusak?
). Email beliau kukirim sekarang. Semoga sukses!
Mohon bantuan dimana saya bisa dapatkan buku sawung kampret saya hanya bisa baca 2 buku aja yg lainnya dimna ???
mohon f/bnya??
regards
agung
Aku dulu belinya sih di Toga Mas. Coba deh cari di toko2 buku terdekat, penerbitnya Mizan atau Creativ Media. Di situs Mizan kayaknya masih ada beberapa.
wah akhirnya ada juga forum ttg komik Indonesia. Jujur saya juga suka komik dari komik barat (batma, superman, spiderman dll) dan komik jepang. Tapi tetap the best is komik dr Indonesia. Karena sesuai dengan kultur en lagi pula sayakan orng Indonesia asli. Saya dulu suka komik yg berbau wayang en number 1 is karya R.A Kosasih. Tapi tdk sengaja 3 tahun lalu saya baca komik sawungkampret, wah asli gila, Ok bgt. Disitu ada lucunya, pengetahuannya dan also karikaturnya. tp masalahnya susaaaaaaaaah bgt carinya dimana. Di Pasar Senen jg susah nyarinya. Oh ya saya setuju bgt kalo ada animasi tentang sawung kampret. asli mendidik bgt tanpa menggurui. kayanya anak2 sekolah lebih senag deh diajarin lewat komik dari pada he2 dengerin guru. So buat pak eh panggil Om aja. Buat om Dwi Koen plis keluarkan lagi dong sawung kampret ke pasaran. Or minimal sebarin ke perpustakaan sekolah kan bisa. oh ya saya lupa2 ingat tentang majalah humor, kalo tdk salah punya bapak saya. Emang ada sih cerita sawungkampret. tp sudah kuniiiiiiiiiiing bgt halamannya. imana kao disadur ulang kayanya ok tuh. Ok deh segitu aja dulu BRAVO 4 SAWUNGKAMPRET (en Juga NAIP). Bravo komik Indonesia.
Ps: minta alamat emailnya om Dwi Koen dong
Aduh, Pak Dwi Koen. Ini Komik Sawung Kampret bisa saya cari dimana ?
Di Gramedia aja udah nggak ada. Labih parah lagi mereka malah bingung pas di sebut nama Dwi Koendoro(HWarakadah ! Asamalakata simalakama mintilihir ! Blasphemy !).
Saya baru punya episode yang judulnya Marietje van Bloemkool.
Mau ngelengkapi koleksi dengan episode yang sebelum dan sesudahnya.
Betul2 deh, nilai ceritanya si Sawung Kampret ini kalo di kurs-kan mungkin baru akan senilai dengan 1000 kali sinetron di tipi swasta Indonesia sekarang. combined.
Oh ya. Aku kelupaan.
Kalo seandainya nggak ada penerbitan yang mau [i]nanggung[/i] kedigdayaan(ini serius) ‘Cak Sawung dan kroni2nya.
Gimana kalo di terbitkan secara digital aja via Internet ?
Scan(pake mesin scanner beli di ‘koh2 di mangga2 cukup ampuh, kok) semua episode si Sawung yang udah ada(mungkin eks majalah Humor bisa bantu ?).
Di save sebagai file .pdf atau .cbr.
Prosesnya, total, paling cuman butuh waktu sekitar 3 harian, satu minggu paling lama, 1 bulan kalau mau ngerjainnya sembari push-up, scout jump, dan di terjemahkan ke bahasa urdu dulu sebelum di terjemahkan lagi ke dalam bahasa Indonesia.
Terus di tampilkan di website-nya pak Dwi Koen(kalo ada).
Yang udah bayar via web, masukin langsung ke rekening banknya pak Dwi Koen, boleh download langsung.
Kalo nggak salah langganan buat ruangan di net(webhosting) itu cuman sekitar 100-200 ribu se-TAHUN.
Nggak perlu itu repot2 harus lewat penerbit dulu.
Dagang langsung aja. Indie label.
Cara ini terbukti 100% sukses kok untuk komik2 web macam Girl Genius, Inverloch, Mega Tokyo dan yang sejenisnya.
Dan mereka nggak cuman jualan komiknya aja, tapi pernak perniknya juga(baju kaos, jaket, plushies, dsb).
Soalnya kalo nunggu ada penerbitan yang mau nyeponsorin kelamaan pak. Kita, para fans hardcore, ngidamnya sekarang. jangan sampe keburu ‘mbrojol, pak….
@ the Cursed:
SETUJUUUUU!!
kapan sawung kampret diterbitkan lagi yak?
apa perlu menempuh jalan kekerasan?
saya nanti akan menyandera Sandra Dewi, lalu mengirim tuntutan ke Pemerintah….
pemerintah saya kasi ultimatum…
fasilitasi penerbitan lanjutan serial sawung kampret… kalo enggak, Sandra Dewi jadi cewek saya….
Hahaha, jangan gila dooong. Sandra Dewi kan udah kusandera. Nih ada di rumahku. Dia lagi baca koleksi buku2 Sawung Kampretku juga.
OI saya pingin tahu e-mailnya bpk Dwi Koendoro Br, ada yang tahu, saya butuh dialog dengan beliau untuk membimbing saya yang cinta komik Indonesia ….
mana komik nya dul…
sawong kampretnya….
Sudah ada sponsor yang mencoba nerbitkan Sawungkampret kompilasi di majalah HumOr. Mudah-mudahan berhasil, ya
Penerbit Indonesia? Sementara keadaan negara masih acakadut, terpaksa bergerilya untuk tampil kembali.
Mudah2an berhasil, Pak Dwi Koen. Tp rasanya Sawung Kampret nggak perlu gerilya lg kok. Sudah banyak yg kenal! Tp, harapanku, semoga penerbit itu mau melakukan promosi yg “genah”.
Sekarang saya sedang mengerjakan (udah ampir selese seh..) skripsi tentang sawung kampret, yang pendekar baju belang dan pipi tembem eps. 1, sempet down karena dikira ngambil skripsi orang lain dan down lagi karena dosenku bilang belum pernah baca ato denger komik Sawung kampret, sampai revisi ampe berkali-kali g selese.
kalo boleh sih, saya pingin berkonsultasi lewat e-mail dengan Bapak Dwi Koen sendiri tentang skripsi saya..
walaupun komik Indonesia tapi ceritanya emang bagus, bukunya aja ampe lecek karena tak baca ratusan kali, dan g sengaja pas nyari data skripsi nemu yang Marietje Van der Bloemkoel, seneng sih.. tapi sedih juga nyari yang laen g ketemu..
Hidup Sawung Kampret!!
Terima Kasih san salam manis buat semua. Doa’akan ya, saat ini tengah Mas Hanitianto Joedo bersama mas Butet Kartaredjasa dan teamnya tengah mempersiapkan Ulang tahun 30 tahun Panji Koming….. Sementara itu Grup Cleo tengah mempersiapkan penerbitan Sawungkampret…… Betul-betul mereka bekerja keras melihat kondisi ekonomi kita, ignorance dari Pemerintah kita ( yang jarang atau nyaris tak pernah baca komik…. Untuk menemui Team silakan bke FACE BOOK, Tulis di Box PNCARIAN : Panji Koming, hubungi Hanitianto Joedo
Sorry, ketikan kacau balau…. ini jam 04.20 pagi menurut jam saya…. Habis bekerja berjam-jam di komputer, Mulai ngantuk.
Terima kasih infonya, Pak Dwi Koen. ^_^
Dulu aku berlangganan majalah HuMOR karena menanti kelanjutan kisah cak Sawung dan yu Merico serta humor-humor lainnya. Cuman sayang majalah HuMOR sudah tenang dialam baka. Kira2 majalah Humor bisa dibangkit lagi gak ya
Kalau menurutku sih bisa aja majalah HumOr reinkarnasi lagi. Tp tantangannya akan lebih berat. Selain karena para konseptornya jg sudah ke alam baka (seperti Arwah Setiawan), jg sekarang kan banyak portal2 humor di dunia maya, seperti Ketawa.com, Ngakak.com, atau Ngupingin Jakarta.
Yg namanya kisah lucu itu kan separuhnya repetisi aja dari anekdot2 lawas. Orang ya cenderung milih yg gratisan. Kecuali kalau yg dikembangkan adalah ikon2 khas (yg ada hak ciptanya), seperti SawungKampret ini.
ada kelanjutannya ga nih…saya salah satu yang nungguin soalnya…hahaha…dulu cuma sempet beli dua judul, yang satu diembat kakak waktu dia pergi ke australia…pulang-pulang dah ilang katanya…
Yvan Christian´s last blog ..the days in St. Boromeus Hospital…
Mungkin ini agak berlebihan, tapi saya sampai terbelalak melihat postingan ini yang di comment langsung oleh pak Dwi Koendoro! Saya adalah penggemar berat komik Sawung Kampret. Dan pertama kali saya membacanya pada saat kelas 4 SD. Sekarang saya sudah kuliah Tingkat 2 di UNPAD bandung, dan masih tetap menyukai komik tersebut. Saya ingin sekali dapat membacanya lagi dan mengkoleksinya. Menurut saya ini adalah komik Indonesia terbaik yang pernah saya baca… Apabila ada yang tahu bagaimana cara mendapatkan komik ini lagi, tolong kabari saya.
Hidup Perkomikan Indonesia!
sudah lama banget saya memimpikan bisa menikmati kembali komik legenda sawung kampret, sekarang anak2 saya sudah besar-besar dan saya sering ceritakan tokoh2 yg ada didalam cerita legenda sawung kampret, mereka pada penasaran, please kalo ada yg tau dimana saya bisa dapatkan komik tersebut, saya akan sangat berterimakasih, mahalpun tak apa, asal saya bisa dapatkan. trimakasih…
salam hormat buat pak Dwi Koen dan mas Brahmanto Anindito.
Yvan: Sepertinya tidak.
Sekar: Tadinya aku jg terbelakak
Azizah: Salam hormat balik
kan uda terbit yg judulnya warok surobongsang dan tiga potong kisah repot terbitan cakra bintang. Buat P. Dwi Koen saya tunggu terbitan selanjutnya..Sawungkampret jayalah selalu…