Tulisan ini berangkat dari pertanyaan klasik yang dulu saya sering tanyakan. Sekarang, gantian saya yang sering ditanyai. Pertanyaan itu adalah, “Bisakah kita hidup layak dari menulis fiksi? Kalau bisa, bagaimana caranya? Dari mana penghasilan penulis fiksi itu?”
writer’s life
Demi Kritik, Ego Penulis Harus Masuk Peti Es
By: Mochammad Asrori
Sudah menjadi pakem bagi seorang penulis yang baru menelurkan novel untuk mencari pembaca sekaligus kritikus bagi karyanya. Proses ini memang tidak wajib, namun bisa dibilang semua penulis besar yang melahirkan karya-karya bestseller melakukannya. Sebut saja Kang Abik yang harus menyodorkan naskah novel Ayat-Ayat Cinta ke banyak pihak, seperti Prie GS, Ahmad Tohari, dan pentolan-pentolan Forum Lingkar Pena.
Banyak Jalan untuk Merontokkan Writer’s Block
Pernahkah Anda mengalami kemacetan dalam menulis? Tidak ada ide meskipun mati-matian memikirkannya? Ingin membuka Word namun ujung-ujungnya malah ke Solitaire? Inilah beberapa gejala writer’s block. Siapapun pernah mengalaminya, termasuk penulis profesional. Writer’s block adalah fenomena hilangnya secara sementara kemampuan seorang penulis dalam memulai atau melanjutkan tulisannya. Tapi jangan terjebak dengan kata “sementara”. Karena maknanya bisa saja “tahunan”, bahkan “dekade”!
