Keniscayaan E-Book

Read an e-book via notebook

Di penghujung 2006, Rachmania Arunita meluncurkan Lost in Love. Mendistribusikan melalui bluetooth ponsel, Nia menyebutnya e-book. “Ya hitung-hitung bikin gebrakan, sekaligus menggalang budaya membaca dan menulis,” katanya waktu itu. Media e-book dipilihnya untuk menghindari kerepotan dan membengkaknya biaya produksi-distribusi seperti yang pernah dia alami saat memasarkan Eiffel I’m in Love. Sayang, kalangan pembaca adem ayem saja menyambutnya. Novel digital memang belum populer. Tapi, siapa berani menyangkal, kita sedang menuju ke sana.

Read more

SWOP BMW: Antivirus (Hambatan Menulis) Versi Terbaru

By: Mochammad Asrori

Bagi seorang penulis, tidak ada yang lebih memuaskan selain setelah menyelesaikan sebuah tulisan. Tapi sepandai dan sesering apapun kita menulis, suatu saat pasti akan membentur tembok kebuntuan. Ini bukan hambatan khas penulis mula saja, penulis besar yang berjam terbang tinggi pun mengaku selalu saja ada satu waktu dimana dia mengalami masa-masa paceklik. Ibarat pepatah, “Tak ada komputer yang tak pernah terserang virus.” Bedanya, para penulis besar sudah punya antivirus, lengkap dengan firewall-nya.

Read more

Logika Bertutur dalam Fiksi

Logika bertutur maksudnya logika dalam menyajikan atau mengungkapkan pesan ke pembaca/penonton. Layaknya bahasa pemrograman, logika diciptakan untuk mendesain sekaligus membatasi tingkah-polah makhluk-makhluk yang berhubungan dengannya. Andaikan tak pernah ada pembatasan itu, tokoh Superman bisa saja tiba-tiba mengeluarkan jaring seperti Spiderman, tokoh Werewolf sah-sah juga bila mendadak menjelma Babi Ngepet. Karya yang logikanya tak konsisten semacam ini jelas menggelikan.

Read more

Serba Pertama di Ranah Novel

By: Ihsan Maulana

Banyak novel bermunculan di segenap pelosok dunia selama berabad-abad. Novel bukan barang asing saat ini. Keberadaannya pun merupakan bagian dari peradaban manusia itu sendiri. Tapi tak ada salahnya dong kalau kita mencoba menyegarkan ingatan, novel-novel apa saja sih yang dianggap sebagai Yang Pertama?

Read more

Don't do that, please!