M-Novel: Menggerakkan Industri Novel dengan Ponsel

M-Novel: Menggerakkan Industri Novel dengan Ponsel

Suka atau tidak, generasi sekarang lebih dekat ke televisi, internet, atau ponsel ketimbang koran atau buku. Padahal, merekalah yang akan menjadi pasar dari produk-produk penerbit atau media. Maka secanggih apapun perkembangan teknologi, anak muda harus tetap membaca. Dasar pemikiran inilah salah satu yang digunakan oleh perusahaan content provider untuk berdagang konten melalui m-novel. Tak tanggung-tanggung, novel tebal pun sekonyong-konyong muncul di tempat biasanya orang baca SMS.

Read more

Keniscayaan E-Book

Read an e-book via notebook

Di penghujung 2006, Rachmania Arunita meluncurkan Lost in Love. Mendistribusikan melalui bluetooth ponsel, Nia menyebutnya e-book. “Ya hitung-hitung bikin gebrakan, sekaligus menggalang budaya membaca dan menulis,” katanya waktu itu. Media e-book dipilihnya untuk menghindari kerepotan dan membengkaknya biaya produksi-distribusi seperti yang pernah dia alami saat memasarkan Eiffel I’m in Love. Sayang, kalangan pembaca adem ayem saja menyambutnya. Novel digital memang belum populer. Tapi, siapa berani menyangkal, kita sedang menuju ke sana.

Read more

9 Penyebab Writer’s Block, Kenali dan Hindari

Mendung writer's block
Mendung writer’s block. Illustration by Brahm.

We can get the writer’s block, I think because we: (1) Are inconsistent (often change the idea, without even single finished story). (2) Have the others activity beyond the writing (it easily turns the goal off). (3) Pending the work too long. (4) Have a problem in confident (like feel that don’t have any talent). (5) Surrender to the underestimation by folks (people sometime doesn’t consider writer as a real job). (6) High-voltage of ego (so we become vulnerable with any sharp critic). (7) Low level of healthiness. (8) Wrong location to write (sometime it makes bad mood). (9) Personal problem (motivational things, include).

Read more

SWOP BMW: Antivirus (Hambatan Menulis) Versi Terbaru

By: Mochammad Asrori

Bagi seorang penulis, tidak ada yang lebih memuaskan selain setelah menyelesaikan sebuah tulisan. Tapi sepandai dan sesering apapun kita menulis, suatu saat pasti akan membentur tembok kebuntuan. Ini bukan hambatan khas penulis mula saja, penulis besar yang berjam terbang tinggi pun mengaku selalu saja ada satu waktu dimana dia mengalami masa-masa paceklik. Ibarat pepatah, “Tak ada komputer yang tak pernah terserang virus.” Bedanya, para penulis besar sudah punya antivirus, lengkap dengan firewall-nya.

Read more

Don't do that, please!