Ditolak penerbit memang menyakitkan. Saya pernah mengalaminya. Dalam keadaan patah hati sekaligus sebal dengan arogansi penerbit, terbesit pemikiran untuk menerbitkan naskah sendiri alias self publishing. Apalagi setelah terinspirasi kesuksesan Dewi Lestari dengan Supernova-nya atau Rachmania Arunita dengan Eiffel I’m in Love-nya.
book & e-book
4 Alasan Penulis Memakai Nama Pena
Coba lihat nama-nama pengarang buku. Lebih dari separuh nama itu palsu, alias tidak sesuai dengan KTP sang penulis. Nama palsu ini lebih akrab disebut nama pena, pseudonim, pen name (Inggris), atau nom de plume (Prancis).
Menulislah Seperti Anda Berbicara

Salah satu faktor yang mendukung karier kepenulisan seseorang adalah kegemarannya membaca. Banyak membaca akan menggugah pikiran untuk (ikut) menulis. Namun berhubung minat baca masyarakat kita masih minim, maka begitu pula minat tulisnya.
M-Novel: Menggerakkan Industri Novel dengan Ponsel

Suka atau tidak, generasi sekarang lebih dekat ke televisi, internet, atau ponsel ketimbang koran atau buku. Padahal, merekalah yang akan menjadi pasar dari produk-produk penerbit atau media. Maka secanggih apapun perkembangan teknologi, anak muda harus tetap membaca. Dasar pemikiran inilah salah satu yang digunakan oleh perusahaan content provider untuk berdagang konten melalui m-novel. Tak tanggung-tanggung, novel tebal pun sekonyong-konyong muncul di tempat biasanya orang baca SMS.