SWOP BMW: Antivirus (Hambatan Menulis) Versi Terbaru

By: Mochammad Asrori

Bagi seorang penulis, tidak ada yang lebih memuaskan selain setelah menyelesaikan sebuah tulisan. Tapi sepandai dan sesering apapun kita menulis, suatu saat pasti akan membentur tembok kebuntuan. Ini bukan hambatan khas penulis mula saja, penulis besar yang berjam terbang tinggi pun mengaku selalu saja ada satu waktu dimana dia mengalami masa-masa paceklik. Ibarat pepatah, “Tak ada komputer yang tak pernah terserang virus.” Bedanya, para penulis besar sudah punya antivirus, lengkap dengan firewall-nya.

Langkah-langkah pencegahan memang harus dilakukan biar virus tidak terus menggerogoti dan menyebabkan operating system kita hang. Anda bisa menginstal antivirus yang saya rangkum dari tips para penulis besar. Baiklah. Setiap kali mengalami kebuntuan menulis, ingatlah kode aktivasi ini: SWOP BMW.

S untuk “secepatnya”. Tulis apapun yang akan Anda tulis sesegera mungkin. Jika ilham datang, lekaslah menuliskannya, tak peduli hati sedang enggan. Selalu bawa alat tulis sewaktu beraktivitas, atau ketik inti ide tersebut di ponsel. Bila Anda merasa kosong dari ide, duduk saja di depan komputer dan mainkan jari-jari di atas keyboard atau ambillah pulpen dan selembar kertas. Tulis/ketik ide apapun yang tercetus saat itu.

W untuk memilih “waktu” menulis yang paling sesuai. Di antara kita, ada yang menulis dengan sangat baik pada pagi hari, sementara yang lain bisa lancar menulis justru di keheningan malam saat orang lain tidur lelap. Ada juga seorang penulis internasional yang aktivitas menulisnya seperti kelelawar: Siang untuk istirahat, malam untuk berkarya. Tiap pribadi punya waktu tersendiri yang paling efektif untuk menulis. Cari tahu, dan patuhi saja “jam biologis” itu.

O untuk melakukan “olahraga”. Menulis merupakan aktivitas pikiran yang cukup menguras energi. Maka bila otak Anda sudah cukup tegang, jangan dipaksakan untuk terus menulis. Segera keluar dan lakukan olahraga ringan agar otak mendapat cukup suplai oksigen.

P untuk “pecahkan” menjadi bagian kecil. Jika yang dihadapi adalah tulisan besar, seperti buku, novel, dsb., maka tidak ada salahnya untuk memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Lalu kerjakan tiap-tiap satu bagian tersebut satu per satu, agar konsentrasi dan fokus tulisan tetap terjaga.

B untuk “bacalah” apa aja. Majalah, koran, novel, puisi, komik, ensiklopedia, buku-buku nonfiksi, peribahasa. Apapun. Kegiatan ini dapat menambah wawasan kita tentang kehidupan, penggunaan bahasa dan gaya penulisan. Umumnya seorang penulis juga seorang pembaca yang lahap. Ahmad Tohari (penulis novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dinihari, dan Jantera Bianglala) mengaku bisa membaca 10 novel sebelum menulis satu novel.

M untuk “musik”. Sambil menulis, putarlah musik kesukaan untuk memperlancar arus gagasan. Belahan otak kiri kita bekerja berdasarkan logika dan otak kanan berdasarkan emosi-kreativitas. Dengan memutar musik, otak kanan kita ikut terstimulasi sehingga bisa menghadirkan unsur emosi untuk membuat tulisan lebih hidup.

W untuk “warna”. Pada saat Anda menulis naskah, gunakan warna yang berbeda untuk tiap-tiap bagian atau gagasan. Hal ini akan membantu kita melihat semua bagian kertas dengan lebih baik. Warna-warna yang menarik akan mengaktifkan kerja otak kanan kita yang imajinatif, sehingga kedua belah otak bisa bekerja secara kongruen.

Begitulah. Tapi tulisan ini takkan berguna kalau cuma dibaca. Installah sekarang juga antivirus ini.

Posted in fiction writing | Tagged , , , | 2 Replies

About Mochammad Asrori

is an alumnus of Indonesian Literature Study. He is first winner of The Short Story Writing Competition 2003 which held by State University of Surabaya, third winner of The Writing Contest of East Java’s Student 2004, first winner of The Essay Writing Contest and also second winner of The Poetry Writing Contest in Surabaya Anniversary 2005 event, additional winner of The Youth Theater Script’s Writing Competition 2008 which held by Taman Budaya Jatim. Several publisher and media have published his works, e.g. Widyawara, Sesasi, Gema, Surya, Kompas, Jawa Pos, Radar Surabaya, etc. He is now a teacher in Mojokerto.

2 Replies to “SWOP BMW: Antivirus (Hambatan Menulis) Versi Terbaru”

  1. Calvin Michel Sidjaja

    walaupun saya sudah berusaha sekuat mungkin melakukan metode tsb, tapi saya benar2 ga kuat mental deh kalau mengenai masalah waktu. Gara-gara dulu insomnia, saya jadi parno kalau tidur lebih dari jam dua. Seringnya saya berhenti nulis di tengah jalan karena takut jadwal tidur berubah.

    Saya denger sih banyak penulis2 kalau “terbakar” bisa nulis ampe subuh, tapi saya jujur saja ga berani. Rasanya terlalu mengorbankan kesehatan.

    oh ya ada tambahan yang kurang tuh mas.

    I Internet > matikan internet, jaga pikiran anda dari browsing, friendster, facebook, ym, dll.

    *curhat colongan*

    Reply
  2. Rori

    Iya, bener Mas Calvin. Saya dulu pernah jadi manusia kelelawar untuk tulisan. Tapi berat badan saya turun, mata sembab, meski jam tidur ideal (7 jam) tetap terpenuhi di paginya.

    Matikan internet? Jelas lah. Lha wong saya pakai warnet kok. Hehehe…

    Trims.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.