Content is The King

Content is The King

Di livetweet Rahasia Sunyi beberapa hari lalu, ada pertanyaan dari @naui_sesang_ tentang kendala-kendala copywriting. Mungkin OOT, tetapi pertanyaannya menarik juga. Kita tahu, di era industri dan digital ini, penulis memang seharusnya tidak hanya berkutat pada novel atau skenario film. Mereka juga bisa menulis teks-teks untuk mendukung marketing, penjualan, atau promosi.

Read more

Keniscayaan E-Book

Read an e-book via notebook

Di penghujung 2006, Rachmania Arunita meluncurkan Lost in Love. Mendistribusikan melalui bluetooth ponsel, Nia menyebutnya e-book. “Ya hitung-hitung bikin gebrakan, sekaligus menggalang budaya membaca dan menulis,” katanya waktu itu. Media e-book dipilihnya untuk menghindari kerepotan dan membengkaknya biaya produksi-distribusi seperti yang pernah dia alami saat memasarkan Eiffel I’m in Love. Sayang, kalangan pembaca adem ayem saja menyambutnya. Novel digital memang belum populer. Tapi, siapa berani menyangkal, kita sedang menuju ke sana.

Read more

Don't do that, please!