Demi Kritik, Ego Penulis Harus Masuk Peti Es

By: Mochammad Asrori

Sudah menjadi pakem bagi seorang penulis yang baru menelurkan novel untuk mencari pembaca sekaligus kritikus bagi karyanya. Proses ini memang tidak wajib, namun bisa dibilang semua penulis besar yang melahirkan karya-karya bestseller melakukannya. Sebut saja Kang Abik yang harus menyodorkan naskah novel Ayat-Ayat Cinta ke banyak pihak, seperti Prie GS, Ahmad Tohari, dan pentolan-pentolan Forum Lingkar Pena. Continue Reading →

Jejak-Jejak Petualangan Karl May

By: Mochammad Asrori

Karl May adalah penulis Jerman yang sangat populer dengan karya-karya terlaris sepanjang masa. Kebanyakan buku-bukunya bersettingkan petualangan di alam liar Amerika, Oriental dan daerah Timur Tengah. Selain novel, Karl juga menulis beberapa puisi dan naskah lakon. Dia juga mahir memainkan beberapa alat musik serta menggubah lagu. Continue Reading →

Menyongsong Era Teenlit Berbobot

Karya-karya dengan genre teenlit sering dipandang sebelah mata oleh praktisi dunia sastra. “Teenlit itu dangkal!” Mereka mengklaim begitu salah satunya setelah mengamati betapa dominannya penggunaan bahasa gaul yang mengacaukan kaidah bahasa Indonesia. Sudah begitu, isi teenlit cenderung miskin ungkapan. Plus, kosakata yang dipakai penulisnya itu-itu saja. Continue Reading →

John Grisham, Inspirasi dari Ruang Sidang

By: Mochammad Asrori

John Ray Grisham merupakan novelis yang pernah juga menjadi pengacara dan politisi Amerika. Hingga tahun 2008, buku-bukunya telah terjual lebih dari 235 juta kopi di seluruh dunia. Grisham muda sangat lahap membaca, dan diakuinya sendiri bahwa ia banyak mendapat pengaruh dari karya-karya John le Carre dan John Steinbeck yang dikaguminya. Continue Reading →

Seno Gumira Ajidarma

By: Mochammad Asrori

Penuh warna. Mungkin itulah frase yang bisa saya berikan untuk menggambarkan masa kecil Seno Gumira Ajidarma. Anak pertama dari dua bersaudara ini gemar sekali melawan aturan sekolah, sampai-sampai dia harus diskors dan dicap sebagai penyebab setiap kasus. Contohnya banyak, seperti mengajak teman-temannya tidak ikut kelas wajib koor di SD. Juga saat SMP, dia tidak mau memakai ikat pinggang, dan seenaknya mengeluarkan baju. Jika yang lain memakai baju putih, dia akan memakai batik. Jika yang lain berambut pendek, dia malah menggondrongkan rambutnya. Continue Reading →