Selama ini, kita cenderung menikmati fiksi sekadar sebagai pelarian dari ruwetnya hidup atau hiburan untuk mengisi waktu luang. Padahal, peran karya fiksi bisa jadi penting di era yang penuh tekanan mental seperti sekarang. Secara biologis, cerita dapat menjadi “obat penenang” bagi otak kita.
Brahmanto Anindito
Bagaimana Hukum Menyebut Merek dalam Fiksi
Kakak pasti pernah memergoki sebuah karya, entah itu film atau novel, yang dengan enteng memajang nama-nama brand komersial di dalamnya. Membaca atau menonton karya-karya yang memuat merek semacam ini, kening kita mungkin segera mengernyit, “Kok, menyebut merek dalam fiksi? Hm, ada pesan sponsor, nih, kayaknya!”
7 Tip Menulis untuk Remaja
Di Indonesia, pasar pembaca remaja begitu menggiurkan. Penduduknya kebanyakan pemuda belasan tahun. Pasarnya luas. Maka, tidak ada salahnya mencoba menulis untuk remaja. Sayangnya, ternyata masih banyak yang meremehkannya.
Cara Menjaga Reputasi Merek Kita di Era AI
Dunia digital berputar sangat cepat. Kalau dahulu kita cuma fokus pasang iklan di Google, Facebook, atau pamer testimoni manis di media sosial demi menjaga reputasi merek bisnis atau kepenulisan, sekarang medan perangnya sudah bergeser.