
Di Indonesia, YouTube semakin populer. Terjadi peningkatan variasi jenis video, jumlah kanal (channel), dan subscriber asal Indonesia. Maka, rugi bila kita melewatkan tren ini.
Strategi & Teknologi Penulis Cerita

Di Indonesia, YouTube semakin populer. Terjadi peningkatan variasi jenis video, jumlah kanal (channel), dan subscriber asal Indonesia. Maka, rugi bila kita melewatkan tren ini.
Kerap, kita menikmati produk-produk audiovisual, seperti film bioskop, acara televisi, video YouTube, IGTV, web series, dan sebagainya. Namun, tidak banyak yang paham bahwa video-video semacam itu diproduksi berdasarkan sebuah skenario atau skrip.
Bulan lalu, setiap kali sign in atau sign out dari Yahoo!Mail, iklan Cybergeddon sering tampil. Saya kira itu iklan produk Hollywood biasa, jadi saya tidak tergoda untuk meresponnya. Namun, seiring kerapnya penayangan iklan itu, lama-lama saya penasaran juga.
Saya kebagian deret kursi L sewaktu menonton film ini. Sial! Bagaimana lagi, dari hari ke hari, bioskop yang memutar The Dark Knight Rises penuh. Daripada pulang dengan tangan hampa, terpaksalah menonton pemandangan Gotham City dengan mendongak sepanjang 2 jam 44 menit. Untungnya, film ini benar-benar layak tonton.
Don't do that, please!