“Mas Brahm,” seorang teman di Jakarta menelepon, “klienku butuh penulis Wikipedia. Cuma 1-2 artikel kok. Bisa kerjain?” Saya sejenak terdiam. Penulis Wikipedia? Hm, saya memang pernah mengedit beberapa artikel di Wikipedia. Namun, belum pernah menulis dari awal.
Netbook dengan Batere Seawet Ponsel

Sebagaimana kebanyakan orang, saya paling malas kalau disuruh menunggu. Seperti Rabu kemarin ketika harus mengantre dokter. Praktiknya dibuka pukul 19.30. Saya datang setengah jam sebelum itu. Eh, ternyata dokternya baru datang pukul 19.40. Padahal saya kebagian nomor antrean 15. Bagus. Kerjaan lagi deadline, dan saya terancam “bermalam” di klinik.
Simple Idea Yet Unexpected
Tiap buku yang baik, baik fiksi maupun nonfiksi, selalu punya satu ide yang sederhana, mudah dipahami, tetapi tak terduga. Pembaca akan mengingat terus ide itu.
Layar Sempit Bukan Masalah Selama Ada HDMI
Bagi seorang penulis, film bisa memberi inspirasi sekaligus referensi. Saya pun selalu menyempatkan diri menonton film. Kalau bisa sih di bioskop. Layar lebar, suara membahana, kita akan lebih mudah terseret ke tengah-tengah cerita. Seperti kemarin kami menonton The Raid. Seru! Sampai ikut ngos-ngosan dan ngilu-ngilu, rasanya. Sayang, kami dapat kursi baris J, jadi harus terima nasib: menengadah sepanjang film. Memang, di bioskop kita tak bisa seenaknya memilih duduk, kecuali tentu saja di film-film yang kurang laku.