Komunitas Independent Film Surabaya alias Infis berdiri sejak 2000. Penggagasnya adalah I.G.A.K. Satrya Wibawa, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga. Sebagai insan komunitas film, Infis banyak dihuni oleh sineas (indie) muda, terutama mereka yang kuliah di Surabaya. “Namanya saja komunitas film indie Surabaya,” seloroh Renzy, mahasiswi Fakultas Kedokteran Unair yang didaulat sebagai PR Infis.
Pasar Durian Widodaren yang Kini Terpinggirkan
Pada era ’70-an, pasar tradisional masih memiliki taji sebagai pusat perbelanjaan masyarakat Surabaya. Cerita menjadi lain setelah pasar-pasar modern mulai bertumbuhan di bumi pahlawan. Pasar tradisional mulai terpinggirkan. Walau begitu, tercatat beberapa pasar tradisional masih meniupkan nafas kehidupan bagi penghuninya. Salah satunya Pasar Durian Widodaren yang terletak di Jalan Anjasmoro, sebelah barat Jalan Kedungdoro, Surabaya.
Mengenal Seno Gumira Ajidarma alias SGA
Penuh warna. Mungkin itulah frasa yang bisa saya berikan untuk menggambarkan masa kecil Seno Gumira Ajidarma. Anak pertama dari dua bersaudara ini gemar sekali melawan aturan sekolah, sampai-sampai harus diskors dan dicap sebagai penyebab setiap kasus.
Berharap Kebangkitan Film Animasi Indonesia
Film animasi. Untuk urusan satu ini rasanya kita akan selalu menoleh ke Hollywood. Terutama bila kita bicara film layar lebarnya. Karena di sanalah film-film animasi menjelma jadi ikon baru produk box office. Sekedar memberi contoh, tatap saja film Ice Age, Shrek, Surf’s Up, Ratatouille, Persepolis atau Kungfu Panda. Dan senangnya, kegairahan yang sama pun terjadi di ranah film animasi lokal. Bila saya perhatikan, hingga awal tahun ini pertumbuhan film animasi lokal telah menampakkan wajah sumringahnya.