
Salah satu faktor yang mendukung karier kepenulisan seseorang adalah kegemarannya membaca. Banyak membaca akan menggugah pikiran untuk (ikut) menulis. Namun berhubung minat baca masyarakat kita masih minim, maka begitu pula minat tulisnya.
Strategi & Teknologi Penulis Narasi

Salah satu faktor yang mendukung karier kepenulisan seseorang adalah kegemarannya membaca. Banyak membaca akan menggugah pikiran untuk (ikut) menulis. Namun berhubung minat baca masyarakat kita masih minim, maka begitu pula minat tulisnya.

Suka atau tidak, generasi sekarang lebih dekat ke televisi, internet, atau ponsel ketimbang koran atau buku. Padahal, merekalah yang akan menjadi pasar dari produk-produk penerbit atau media. Maka secanggih apapun perkembangan teknologi, anak muda harus tetap membaca. Dasar pemikiran inilah salah satu yang digunakan oleh perusahaan content provider untuk berdagang konten melalui m-novel. Tak tanggung-tanggung, novel tebal pun sekonyong-konyong muncul di tempat biasanya orang baca SMS.

Di penghujung 2006, Rachmania Arunita meluncurkan Lost in Love. Mendistribusikan melalui bluetooth ponsel, Nia menyebutnya e-book. “Ya hitung-hitung bikin gebrakan, sekaligus menggalang budaya membaca dan menulis,” katanya waktu itu. Media e-book dipilihnya untuk menghindari kerepotan dan membengkaknya biaya produksi-distribusi seperti yang pernah dia alami saat memasarkan Eiffel I’m in Love. Sayang, kalangan pembaca adem ayem saja menyambutnya. Novel digital memang belum populer. Tapi, siapa berani menyangkal, kita sedang menuju ke sana.