Keniscayaan E-Book

Read an e-book via notebook

Di penghujung 2006, Rachmania Arunita meluncurkan Lost in Love. Mendistribusikan melalui bluetooth ponsel, Nia menyebutnya e-book. “Ya hitung-hitung bikin gebrakan, sekaligus menggalang budaya membaca dan menulis,” katanya waktu itu. Media e-book dipilihnya untuk menghindari kerepotan dan membengkaknya biaya produksi-distribusi seperti yang pernah dia alami saat memasarkan Eiffel I’m in Love. Sayang, kalangan pembaca adem ayem saja menyambutnya. Novel digital memang belum populer. Tapi, siapa berani menyangkal, kita sedang menuju ke sana.

Read more

Barelang Bridge, the Icon of Batam

Barelang Bridge, the Icon of Batam

Don’t say you’ve ever traveled to Batam if you did not visit Jembatan Barelang (Bridge) yet. We call this bridge Barelang because it connects Batam Island (BA), Rempang island (RE), Galang island (LANG), and others small islands in the path. “Hey, why don’t you bring me there this afternoon?” I asked my friend who had been living in Nagoya (Batam Island) for one year.

Read more

Jualan Komik ala Wisnoe Lee

Di jajaran komikus Indonesia, Wisnoe Lee (nama KTP-nya Wisnu Karyono) sudah punya nama. Entah mana yang lebih kondang, ia atau karyanya, Gibug n Oncom (GnO). Bagaimanapun, menarik menyimak bagaimana kiat Wisnoe Lee membesarkan nama Gibug. Kakak barangkali bisa menirunya.

Jualan Komik ala Wisnoe Lee

Read more

Don't do that, please!