- Judul: Pengarung Bahu
- Jenis: Kumpulan cerita pendek (kumcer)
- Penulis: Mochammad Asrori
- Format: Buku cetak (kertas HVS di dalam) & e-book
- Tebal: 134 halaman
- Dimensi: 15,24 cm x 22,86 cm
- Berat buku cetak: 0,25 kg
- ISBN: 978-0-557-52977-3
- Penerbit: Lulu

Tak seorang pun yang tidak memiliki masalah. Entah itu dalam bermasyarakat, berumah tangga, maupun bersaudara. Inilah risiko kehidupan.
Namun, cermatilah, selalu ada sesuatu di balik setiap problematika. Kakak pasti setuju, betapa nikmatnya ketika kita berhasil mengambil hikmah di balik musibah, dan kemudian tumbuh menjadi manusia yang lebih baik.
Kumcer Pengarung Bahu
Lebih nikmat lagi bila kita bisa memetik hikmah dari suatu masalah, tanpa mengalami sendiri masalah itu. Inilah yang Asrori coba sajikan melalui kumcer ini.
Buku kumpulan cerpen ini akan mengajak Kakak berpesiar ke permasalahan tokoh-tokohnya. Mulai dari impitan ekonomi, problem sosial sampai perpolitikan lokal dikemas dalam latar serta alur yang beragam.
Mandi, mencuci, dan berak kami lakukan di kali. Semua sah-sah saja, walau Pak RT selalu teriak-teriak, hingga kemudian mewajibkan kepada kami untuk menggunakan fasilitas MCK yang telah dibangun oleh seorang caleg sebagai tanda ia telah membeli suara kami.
Amboi, lucu sekali, siapa yang butuh? Lihat saja saat ini, ketika hujan tiada reda berhari-hari, ketika kampung kami selalu terendam bah setinggi alat birahi. Tentu saja MCK itu mati dan tahinya keluar menggenangi bilik kami.
Kami tidak mengeluh, kami bahkan tertawa-tawa ketika dengan sapu lidi kami sekampung bekerja bakti mengusir kotoran-kotoran yang tergenang itu menuju kali yang keesokan pagi sudah kami gunakan lagi untuk mandi dan mencuci.
(Petikan cerpen Lalat)
Pengarung Bahu menceritakan realitas sosial yang bobrok dan segala dampaknya bagi manusia-manusia yang, sengaja maupun tidak, terjebur ke dalamnya. Dikemas dalam berbagai tema percintaan, perselingkuhan, prostitusi, kekerasan hidup, dendam, harapan, dan persaudaraan.
Melalui keenam belas cerpen ini, kita dihanyutkan dalam aneka rasa petualangan, belukar karakter tokoh, dan rimba alur yang memilin-milin jadi ular konflik. Membacanya sama menyenangkannya dengan menikmati sebuah perjalanan liburan yang unik.
Ada kalanya aku bertanya mulai kapan mendung-mendung itu menjadi akrab denganku. Tentu saja aku bukan orang suci yang selalu dinaungi mendung dalam melangkahkan kaki.
Aku hanya bocah kecil biasa yang beranjak dewasa tanpa seorang ayah. Ayahku pelaut, tentu, kulitnya legam terbakar matahari, dadanya tegap dengan lengan kokoh untuk menarik jala.
Sayang ia mati muda. Orang mengira ia tergulung ombak saat badai besar dan jasadnya hingga kini belum ditemukan. Aku yakin mereka keliru.
(Petikan cerpen Anak Mendung)
Semua cerpen ditulis oleh Mochammad Asrori, pengarang yang pernah meraih beberapa penghargaan bergengsi, khususnya di bidang penulisan esai, cerpen, puisi, dan naskah teater. Tulisan-tulisan Asrori pun beberapa kali muncul di Harian Kompas, Surya, Radar Surabaya, dan lain-lain.
Sudah tak terhitung berapa karyanya. Namun, Pengarung Bahu ini adalah buku pertamanya yang “resmi” dihidangkan untuk publik. Berikut sebagian komentar pembaca tentang Pengarung Bahu:
“Entah mengapa Asrori begitu gandrung dengan tema-tema lindap beraroma perselingkuhan dan ceplas-ceplos nyerocos tentang hal-hal dewasa. Tapi gaya tuturnya sarat perenungan sekaligus kejutan, sehingga senantiasa ada sesuatu dalam untaian ceritanya.”
~ A. Fatoni, Mojokerto
Pimpinan Redaksi Jurnal Sastra Lembah Biru
“Cerpen-cerpen satir yang hitam, suram, tapi mencerahkan!”
~ Brahmanto Anindito, Surabaya
Penulis novel Pemuja Oksigen
“Inilah balada kehidupan kampung yang jauh dari ingar-bingar metropolis. Anda, terutama orang kota, seperti diseret masuk dan mengalami sendiri keseharian tokoh-tokoh di dalamnya.”
~Yusuf Ariel Hakim, Probolinggo
Koordinator BAIK (Bengkel Aku Ingin Kreatif)
“Pengarung Bahu memotret masyarakat kita dari sudut-sudut yang berbeda, yang tidak disangka-sangka. Luar biasa!”
~ M. Ashif Hasanudin, Surabaya
Pimpinan Redaksi Buletin Sastra Rabo Sore
Kakak dapat memesan kumcer Pengarung Bahu di Lulu (dalam bentuk buku fisik maupun e-book) dan melalui Warung Fiksi (dalam bentuk e-book). Jika Kakak berdomisili di Indonesia dan tak keberatan membaca e-book, sebaiknya memesan lewat Warung Fiksi.
Namun, bila menginginkan buku cetak (berbentuk jilidan perfect-bound) atau posisi Kakak di luar Indonesia, Kakak sebaiknya memesan melalui Lulu.
Buku Cetak Pengarung Bahu melalui Lulu
- Harga Kumcer Pengarung Bahu USD 10,27 (belum termasuk biaya shipping).
- Pembayaran via kartu kredit atau Paypal.
- Pesanan akan sampai sekitar 7 hari kerja (tergantung jauhnya lokasi dari UK), di kota mana pun di seluruh dunia.
- Untuk memesan, klik di sini. Kakak harus menjadi anggota Lulu dulu (daftar gratis).
- Ikuti instruksi selanjutnya dari Lulu.
E-book (.pdf) Pengarung Bahu melalui Lulu
- Harga e-book Pengarung Bahu USD 4.
- Pembayaran via kartu kredit atau Paypal.
- Setelah pembayaran terkonfirmasi, kami akan langsung kirimkan link untuk mengunduhnya.
- Untuk memesan, klik di sini. Kakak harus menjadi anggota Lulu dulu (daftar gratis).
- Ikuti instruksi selanjutnya dari Lulu.
E-book (.pdf) melalui Warung Fiksi
- Harga e-book Rp32.000
- Pembayaran via transfer bank
- Setelah pembayaran terkonfirmasi, e-book akan ada di inbox email Kakak dalam dua hari kerja. Pastikan masih ada 700 KB di inbox Kakak
- Untuk memesan, transfer Rp 32.000 ke BCA 518 0056 001 a.n. Brahmanto Anindito. Lalu kirim WA berisi judul buku, nama Kakak, email, tanggal transfer ke 085105557799.
Warung Fiksi dan Lulu tidak berada dalam satu manajemen. Masing-masing punya standar pelayanan. Namun, keduanya sama-sama tepercaya. Lulu sudah melayani jual-beli semacam ini sejak tahun 2002.
Sedangkan Warung Fiksi adalah organisasi kreatif di bidang penulisan yang berdiri sejak 2007. Pengarang Pengarung Bahu sendiri ialah salah satu pendirinya.
Kami akan mengirim pesanan Kakak sesuai janji, atau uang Kakak kembali penuh!