Memperkenalkan Genre Baru Penulisan: Cinelit

By: Mochammad Asrori

Cuaca yang tidak menentu dewasa ini rasanya cukup membuat aktivitas menjadi lesu darah. Musibah bertebaran di berbagai daerah dengan konsistensi yang mulai rapat. Ketika menulis catatan kecil ini saya sedang terjebak di toko buku, di luar sana hujan deras disertai angin keras membuat ciut nyali untuk menerobosnya meski dengan tameng jas hujan. Saya pun melihat rak-rak bagian novel yang dipenuhi teenlit. Genre satu ini memang punya pangsa yang luas, jadi eksistensinya (di luar kualitasnya) saya rasa tidak bakal ada matinya. Tapi wow, saya melihat deretan novel yang saya sendiri bingung menyebutnya. Sebagai chicklit? Bukan ah. Novel teenlit? Bukan kok. Namun tanpa perlu petugas sensus handal untuk mengetahui jumlahnya yang terus bertambah secara signifikan: Novel adaptasi dari film.

Read more

Mengapa Saya Membaca Komik

By: Karna Mustaqim

Dulu, rasanya komik begitu sederhana. Dibendel, diikat tali pada tepian jilidannya, baunya apek oleh debu, tiap halaman cuma diisi dua kotak panel: Atas-bawah, hitam-putih, itupun kadang berbagi tempat dengan balon teks dan teks suara. Sudah begitu, pembagian panelnya biasanya tidak konsisten. Kualitas cetaknya pun berbeda-beda. Apa sih menariknya media ini? Mengapa saya tetap membaca komik?

Read more

Breaking News: Resume Film Layar Lebar Indonesia 2007

Finis! Secara psikologis, tahun 2007 sudah habis. Kalau tak salah catat, terdapat 48-an film layar lebar Indonesia tahun ini. Dan Tiga Besar Sementara-nya: Nagabonar Jadi 2 (film Komedi dengan 1,3 juta penonton), Get Married (film Komedi dengan 1,2 juta penonton), dan Terowongan Casablanca (film Horor dengan 1,1 juta penonton).

Resume Film Layar Lebar Indonesia 2007

Read more