Mencari penerbit yang bersedia menerbitkan naskah kita ibarat mencari pacar. Langkah-langkah yang perlu dipraktikkan pun hampir serupa. Yang perlu dilakukan pertama, gali informasi sebanyak-banyaknya tentang si dia (penerbit).
Guest Author
Mengapa Saya Membaca Komik
By: Karna Mustaqim
Dulu, rasanya komik begitu sederhana. Dibendel, diikat tali pada tepian jilidannya, baunya apek oleh debu, tiap halaman cuma diisi dua kotak panel: Atas-bawah, hitam-putih, itupun kadang berbagi tempat dengan balon teks dan teks suara. Sudah begitu, pembagian panelnya biasanya tidak konsisten. Kualitas cetaknya pun berbeda-beda. Apa sih menariknya media ini? Mengapa saya tetap membaca komik?