500+ Prompt Praktis AI: Kerja Penulis Pun Enteng!

Sudah bukan rahasia, teknologi Akal Imitasi (AI) alias Artificial Intelligence dapat meringankan pekerjaan kita sehari-hari sebagai penulis. Namun, tahukah Kakak, pekerjaan-pekerjaan itu bahkan bisa lebih enteng lagi dengan menggunakan beberapa arahan, instruksi, atau prompt praktis ini.

500+ Prompt Praktis AI: Kerja Penulis Langsung Enteng!

Bukan prompt rahasia, bukan kode resmi dari perusahaan AI. Sesuai namanya, prompt praktis hanyalah templat prompt yang ringkas dan praktis, tetapi powerful.

Cara Menggunakan Prompt Praktis

Untuk memanfaatkan prompt-prompt praktis ini, Kakak tinggal mengetikkannya di kolom obrolan Large Language Models (LLM) seperti Gemini, ChatGPT, Claude, Perplexity, atau lainnya. Kemudian, tuliskan apa yang ingin dikerjakan AI secara spesifik. Jadilah!

Mau contoh? Kakak, kan, biasanya mengetik begini:

Ringkaskan artikel ini dengan bahasa sederhana jadi lima poin utama. Pertahankan fakta dan angka penting. Jangan mengubah konteks.

Nah, dengan prompt praktis, Kakak cukup mengetik seperti ini:

“/ringkas5.”

Jangan lupa untuk menempelkan artikelnya sekalian. Ya iyalah! Masa disuruh merangkum artikel, tetapi artikelnya tidak diberi? Hehehe…

Asyiknya, prompt praktis ini bukan mantra yang harus “dirapal” secara kaku. Prompt praktis yang satu dapat dikombinasikan dengan prompt praktis yang lainnya, atau dengan bahasa sehari-hari sebagaimana kita biasanya mengobrol dengan AI.

Daftar Prompt Praktis buat Penulis

Tanpa banyak basa-basi lagi, inilah ratusan prompt praktis itu. Kami sudah mencobanya sendiri. Hampir semua prompt praktis ini dapat berfungsi di model-model LLM yang memiliki kemampuan generatif kompleks, seperti Gemini atau ChatGPT.

Klik langsung untuk menyalin prompt praktis tertentu dan segera mencobanya di AI Kakak.

1. Brainstorming: Menghasilkan atau Menguji Ide

  1. /advisor: Mengaktifkan mode penasihat umum untuk memberikan saran dan pertimbangan objektif.
  2. /allinone: Menggabungkan kombinasi teknik pemikiran terbaik mencakup struktur, penalaran, visual, dan format.
  3. /alternate: Memberikan opsi atau cara alternatif dalam menyelesaikan suatu tugas atau permasalahan.
  4. /assumptions: Mengidentifikasi dan membongkar asumsi-asumsi tersembunyi yang mendasari sebuah gagasan.
  5. /bestoption: Memilih dan merekomendasikan opsi paling kuat berdasarkan kriteria evaluasi objektif.
  6. /brainstorm: Menghasilkan gagasan kreatif dan inovatif secara eksploratif dalam jumlah banyak.
  7. /challengequestions: Menyusun pertanyaan mendalam dan kritis untuk menguji ketahanan sebuah konsep.
  8. /coach: Memberikan arahan dan bimbingan berbasis pendekatan pelatih (coach).
  9. /combine: Menggabungkan beberapa konsep atau sudut pandang yang berbeda menjadi satu ide utuh.
  10. /compareideas: Membandingkan beberapa gagasan secara sistematis untuk menemukan kelebihan dan kelemahannya.
  11. /constraints: Menganalisis batasan serta kendala operasional yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan ide.
  12. /consultant: Memberikan analisis dan saran bernilai strategis dengan gaya penulisan konsultan bisnis.
  13. /counterargument: Menyusun argumen pembanding atau sanggahan untuk memperkuat kekedapan gagasan.
  14. /creative: Mengarahkan pola pikir untuk menghasilkan gagasan yang out-of-the-box dan bernilai seni tinggi.
  15. /critique: Memberikan evaluasi kritis yang konstruktif dan terstruktur terhadap sebuah konsep.
  16. /decision: Membantu proses pengambilan keputusan berdasarkan pertimbangan logis dan objektif.
  17. /decisionmatrix: Menyusun matriks keputusan terstruktur untuk menilai kriteria alternatif pilihan.
  18. /devilsadvocate: Bertindak sebagai penentang argumen (devil’s advocate) untuk menguji kekokohan asumsi Anda.
  19. /disagreement: Menunjukkan area pertentangan logika atau potensi perbedaan pendapat dalam sebuah topik.
  20. /dosanddonts: Menyusun daftar panduan praktis berisi hal-hal yang dianjurkan dan harus dihindari.
  21. /future: Memvisualisasikan dan mensimulasikan skenario masa depan terkait perkembangan topik.
  22. /futureproof: Merancang strategi agar konsep atau produk tetap relevan dan tahan uji di masa depan.
  23. /ideas10: Menghasilkan 10 variasi gagasan yang terarah dan siap dieksekusi.
  24. /ideas50: Menghasilkan 50 variasi gagasan secara eksploratif dan komprehensif.
  25. /improveidea: Memperkuat, mempertajam, dan menyempurnakan gagasan dasar yang dimiliki.
  26. /innovate: Mengusulkan ide perbaikan yang bernilai terobosan atau pembaruan tinggi.
  27. /inspiration: Memberikan referensi dan inspirasi kreatif berdasarkan studi kasus yang sukses.
  28. /mentalmodels: Menerapkan kerangka berpikir rasional (mental models) untuk membedah masalah.
  29. /mentor: Mengarahkan alur pemikiran dengan gaya bimbingan seorang mentor berpengalaman.
  30. /mistakes: Mengidentifikasi kekeliruan umum yang berpotensi terjadi agar dapat diantisipasi sejak dini.
  31. /multiexpert: Menganalisis masalah dari gabungan sudut pandang beberapa ahli sekaligus.
  32. /opportunities: Mengidentifikasi celah peluang strategis yang berpotensi dikembangkan.
  33. /options: Menyusun daftar alternatif solusi yang logis beserta analisis dampaknya.
  34. /outofthebox: Menghasilkan ide-ide di luar pola konvensional (out of the box).
  35. /premortem: Mensimulasikan skenario kegagalan di masa depan untuk mengidentifikasi penyebabnya sejak awal.
  36. /quickwins: Memetakan langkah perbaikan praktis yang memberikan hasil positif secara cepat.
  37. /random: Memberikan ide acak namun relevan untuk memicu persepsi pemikiran baru.
  38. /redteam: Menguji ketahanan rencana dengan mensimulasikan serangan analisis secara ketat (red teaming).
  39. /remix: Mengombinasikan elemen dari beberapa ide lama menjadi bentuk gagasan baru yang segar.
  40. /risks: Menganalisis potensi risiko yang dapat timbul beserta tingkat keparahannya.
  41. /risksfuture: Menganalisis ketidakpastian serta proyeksi risiko jangka panjang di masa depan.
  42. /roleplay: Mengondisikan AI untuk ber-roleplay memainkan peran tertentu sesuai kebutuhan Anda.
  43. /scenario: Menyusun beberapa skenario kemungkinan berdasarkan variabel kondisi yang ada.
  44. /simulate: Mengondisikan simulasi interaktif untuk menguji efektivitas ide.
  45. /swot: Melakukan analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman) secara mendalam.
  46. /tradeoffs: Membedah konsekuensi kompromi (trade-offs) dari setiap pilihan yang tersedia.
  47. /validate: Menguji kesahihan logis dan kelayakan suatu hipotesis atau gagasan.
  48. /variants: Menyediakan beberapa variasi eksekusi dari satu gagasan utama.

2. Understanding: Memahami atau Menganalisis

  1. /advanced: Menyajikan penjelasan teknis mendalam yang dikhususkan untuk tingkat pemahaman mahir.
  2. /analogy: Menggambarkan konsep rumit menggunakan perumpamaan intuitif yang mudah dipahami.
  3. /anatomy: Menguraikan setiap bagian dan komponen dari sebuah objek atau konsep secara rinci.
  4. /assess: Melakukan evaluasi menyeluruh dan komprehensif terhadap kondisi atau materi.
  5. /audit: Menginspeksi dan mengevaluasi kelengkapan serta kesesuaian subjek secara kritis.
  6. /beginner: Menyajikan penjelasan dasar menggunakan terminologi sederhana yang cocok untuk pemula.
  7. /benchmark: Membandingkan performa subjek terhadap standar tertinggi atau tolok ukur industri.
  8. /businessmodel: Menguraikan struktur dan mekanisme penciptaan nilai dari suatu model bisnis.
  9. /cheatsheet: Menyusun lembar ringkasan cepat (cheat sheet) berisi poin-poin krusial.
  10. /comparison: Menyajikan perbandingan berdampingan antar subjek secara terstruktur.
  11. /confidence: Menjelaskan tingkat kepastian logis dari setiap klaim atau jawaban yang diberikan.
  12. /consensus: Menemukan dan menyimpulkan titik temu dari berbagai pandangan yang berbeda.
  13. /critic: Memberikan tanggapan kritis dan masukan objektif yang membangun.
  14. /dashboardanalysis: Menganalisis dan menarik kesimpulan utama dari data dasbor pemantauan.
  15. /debate: Menampilkan dua sudut pandang yang saling bertentangan secara berimbang.
  16. /deepdive: Melakukan analisis komprehensif dan pembahasan tuntas atas suatu topik.
  17. /dependencies: Memetakan hubungan ketergantungan urutan antar komponen atau tugas.
  18. /doctor: Memberikan pemaparan edukasi kesehatan medis dari sudut pandang akademis.
  19. /ecosystem: Menggambarkan hubungan saling keterkaitan antar entitas dalam satu ekosistem.
  20. /economist: Menganalisis fenomena atau topik dari sudut pandang ilmu ekonomi.
  21. /eli5: Menjelaskan konsep kompleks dengan cara sangat sederhana (Explain Like I’m 5).
  22. /emergingtech: Memberikan gambaran analisis terhadap tren teknologi baru yang sedang berkembang.
  23. /engineer: Membedah masalah menggunakan perspektif keteknikan dan rekayasa teknis.
  24. /evidence: Menyediakan data empiris atau fakta pendukung untuk memverifikasi klaim.
  25. /executivebrief: Menyusun ringkasan eksekutif yang padat, jelas, dan berorientasi keputusan.
  26. /expert: Memberikan pemaparan komprehensif menggunakan standar keahlian tingkat tinggi.
  27. /extract: Mengisolasi dan mengekstraksi poin-poin informasi paling krusial dari teks.
  28. /factcheck: Melakukan pemeriksaan keabsahan dan akurasi fakta terhadap suatu klaim.
  29. /feynman: Menjelaskan konsep rumit menggunakan Teknik Feynman agar mudah dipahami secara intuitif.
  30. /firstprinciples: Mengurai masalah hingga ke hukum dasar atau kebenaran paling mendasar (first principles).
  31. /fishbone: Mengidentifikasi faktor penyebab masalah menggunakan Diagram Tulang Ikan (Ishikawa).
  32. /fiveforces: Membedah intensitas persaingan industri berbasis metode Porter’s Five Forces.
  33. /fivewhys: Menggali akar masalah dengan metode eksplorasi pertanyaan “Mengapa” sebanyak 5 kali.
  34. /flashcards: Menyusun materi pembelajaran ke dalam format kartu hafalan (flashcards) tanya-jawab.
  35. /forecastfuture: Menganalisis dan memprediksi proyeksi kemungkinan di masa mendatang.
  36. /framework: Menerapkan kerangka analisis akademis atau bisnis yang paling sesuai untuk membedah topik.
  37. /frameworkcompare: Membandingkan beberapa kerangka kerja (framework) untuk memilih yang paling efektif.
  38. /heuristics: Menggunakan prinsip heuristik untuk evaluasi dan pengambilan keputusan cepat.
  39. /historian: Mengulas dan membedah subjek dari sudut pandang konteks sejarah.
  40. /hypothesis: Merumuskan hipotesis kerja yang dapat diuji berdasarkan premis yang tersedia.
  41. /inside: Membedah mekanisme kerja internal atau cara operasi mendasar dari suatu sistem.
  42. /insights: Mengekstraksi temuan utama dan pola tersembunyi dari sekumpulan data.
  43. /interactive: Memandu proses belajar secara interaktif dengan mengajukan pertanyaan balikan.
  44. /interview: Memandu simulasi sesi tanya jawab wawancara riset atau kerja secara interaktif.
  45. /investor: Mengevaluasi ide atau rencana bisnis dari kacamata pertimbangan calon investor.
  46. /lawyer: Menjelaskan aspek regulasi dan implikasi hukum sebagai materi pembelajaran dasar.
  47. /learningpath: Menyusun kurikulum alur pembelajaran terstruktur dari tingkat dasar hingga mahir.
  48. /limitations: Menjelaskan keterbatasan metodologi atau batas validitas dari suatu analisis.
  49. /literaturereview: Meringkas dan membandingkan literatur serta temuan akademis terkait.
  50. /macscopic: Menganalisis masalah dari sudut pandang helikopter (bird’s-eye view) atau skala makro.
  51. /marketmap: Memetakan peta persaingan dan porsi pemain dalam satu industri (market mapping).
  52. /matrixcompare: Memetakan poin-poin perbandingan dalam format matriks tabel yang sistematis.
  53. /memory: Memberikan teknik mnemonik dan metode pengingat agar materi mudah dihafalkan.
  54. /microscopic: Menganalisis permasalahan hingga ke detail rinci paling kecil (skala mikro).
  55. /mnemonics: Menyusun jembatan keledai (mnemonik) untuk mempermudah pemahaman konsep.
  56. /mythvsfact: Membandingkan mitos umum dengan fakta objektif yang terverifikasi.
  57. /negotiation: Mensimulasikan latihan skenario negosiasi untuk menguji taktik persuasi.
  58. /pareto: Menerapkan Prinsip Pareto (80/20) untuk mengidentifikasi kontributor hasil terbesar.
  59. /peerreview: Melakukan evaluasi sejawat (peer review) terhadap karya akademis atau profesional.
  60. /pestle: Membedah faktor eksternal menggunakan kerangka PESTLE (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Hukum, Lingkungan).
  61. /practice: Menyusun latihan soal praktik beserta kunci jawaban untuk menguji pemahaman.
  62. /principles: Menguraikan prinsip-prinsip fundamental yang mendasari suatu subjek.
  63. /professor: Menyajikan materi pembelajaran dengan standar kedalaman tingkat akademik universitas.
  64. /proscons: Menyusun daftar keunggulan dan kekurangan secara objektif dan berimbang.
  65. /psychologist: Membedah perilaku dan dorongan latar belakang dari sudut pandang psikologi.
  66. /quiz: Menyusun pertanyaan kuis interaktif beserta kunci jawaban untuk evaluasi.
  67. /ranking: Mengurutkan opsi atau kandidat berdasarkan matriks kriteria evaluasi terbaik.
  68. /recommendations: Memberikan daftar saran tindakan konkret berbasis analisis data.
  69. /research: Merancang kerangka dan proses riset mendalam secara terstruktur.
  70. /researchplan: Menyusun dokumen rencana riset terstruktur lengkap dengan metodenya.
  71. /reverseengineer: Menganalisis elemen penyusun produk atau keberhasilan untuk memahami prosesnya.
  72. /revisionplan: Menyusun jadwal dan strategi pengulangan materi pelajaran secara efektif.
  73. /rootcause: Mencari dan mengidentifikasi sumber masalah paling mendasar (root cause analysis).
  74. /scientist: Menganalisis topik berbasis metode ilmiah dan bukti berbasis fakta.
  75. /scorecard: Merancang kartu skor (scorecard) terstruktur untuk menilai kriteria performa.
  76. /signals: Menemu-kenali tanda-tanda awal dari perubahan tren atau pergeseran industri.
  77. /simplify: Menyederhanakan penjelasan materi yang kompleks tanpa mengesampingkan fakta kunci.
  78. /simulation: Memunculkan simulasi kondisi nyata untuk menguji respons dan keputusan.
  79. /socratic: Mengajarkan materi dengan memberikan pertanyaan reflektif bertahap (Metode Sokrates).
  80. /sources: Menyajikan dan merekomendasikan rujukan kredibel untuk mendukung topik.
  81. /stepbystep: Memberikan instruksi pelaksanaan secara runtut dan sistematis tahap demi tahap.
  82. /studyplan: Menyusun rencana akademis jadwal belajar mandiri yang efektif.
  83. /summarize: Membuat ringkasan padat dan jelas dari sebuah dokumen panjang.
  84. /systemthinking: Menganalisis objek sebagai bagian dari kesatuan sistem yang saling memengaruhi.
  85. /table: Mengorganisasikan deskripsi teks atau data acak ke dalam format tabel rapi.
  86. /teacher: Mengajarkan sebuah materi dengan panduan ramah dan terstruktur khas seorang guru.
  87. /teachme: Menyusun materi pembelajaran bimbingan privat secara bertahap dan terstruktur.
  88. /thenvsnow: Membandingkan transformasi kondisi lampau terhadap kondisi terkini.
  89. /thinking: Menampilkan alur penalaran dan proses logika di balik penarikan kesimpulan.
  90. /trendanalysis: Menganalisis pergerakan tren terkini dan dampaknya pada sektor terkait.
  91. /tutor: Menyediakan pendampingan bimbingan belajar privat yang interaktif.
  92. /uncertainty: Memetakan variabel yang masih memiliki tingkat ketidakpastian tinggi.
  93. /versus: Mengadu dua produk atau gagasan secara langsung (head-to-head).
  94. /viva: Mensimulasikan pertanyaan penguji ujian lisan atau sidang akademis.
  95. /walkthrough: Menyediakan panduan praktis mendalam yang menuntun Anda langkah demi langkah.

3. Writing: Prompt Praktis untuk Menulis

  1. /academic: Menyusun teks mengacu pada standar tata tulis baku akademis.
  2. /actionplan: Menyusun rencana aksi konkret yang sistematis beserta alokasi penanggung jawabnya.
  3. /agenda: Menyusun susunan agenda pertemuan atau rapat secara terstruktur.
  4. /agile: Menyusun panduan atau dokumentasi berbasis prinsip kerja metodologi Agile.
  5. /article: Menyusun draf artikel lengkap dan terstruktur sesuai topik pembahasan.
  6. /budget: Menyusun dokumen perencanaan anggaran biaya proyek secara rinci.
  7. /bulletpoints: Mengubah deskripsi panjang menjadi poin-poin ringkas yang mudah dipindai.
  8. /casestudy: Menyusun dokumen studi kasus yang mencakup latar belakang, tantangan, dan solusi.
  9. /casual: Mengubah nada tulisan menjadi santai dan komunikatif layaknya percakapan sehari-hari.
  10. /checklist: Menyusun daftar periksa (checklist) operasional untuk mempermudah verifikasi tugas.
  11. /convincing: Memperkuat artikulasi argumen agar tulisan terasa lebih kredibel dan meyakinkan.
  12. /copyedit: Melakukan penyuntingan bahasa tingkat profesional untuk meningkatkan kejelasan teks.
  13. /decisiontree: Memetakan cabang-cabang keputusan ke dalam struktur pohon keputusan tertulis.
  14. /dialogue: Menyusun naskah dialog percakapan alami antar karakter.
  15. /editor: Memberikan perbaikan alur dan struktur tulisan dari sudut pandang penyunting profesional.
  16. /efficiency: Menyusun usulan cara kerja yang lebih efisien dan hemat sumber daya.
  17. /essay: Menyusun esai terstruktur sesuai pedoman baku penulisan ilmiah.
  18. /estimate: Menyusun perkiraan estimasi alokasi waktu dan tenaga kerja untuk menyelesaikan tugas.
  19. /executemode: Menghasilkan keluaran langsung pada poin inti instruksi tanpa pengantar atau basa-basi.
  20. /expand: Mengembangkan gagasan ringkas menjadi paragraf deskriptif yang kaya detail.
  21. /faq: Menyusun daftar pertanyaan yang sering diajukan (FAQ) beserta jawabannya.
  22. /finalanswer: Menyajikan keluaran ringkas hanya berisi jawaban atau kesimpulan akhir secara langsung.
  23. /forecast: Menyusun tulisan proyeksi estimasi pencapaian hasil kinerja di masa mendatang.
  24. /formal: Menyesuaikan nada dan gaya bahasa menjadi baku, formal, dan lugas.
  25. /friendly: Menyesuaikan nada tulisan agar berkesan hangat, Ramah, dan bersahabat.
  26. /gantt: Menyusun alur jadwal proyek ke dalam format Bagan Gantt berbasis teks.
  27. /grammar: Mengoreksi kesalahan tata bahasa dan ejaan agar sesuai dengan pedoman baku.
  28. /guide: Menyusun dokumen panduan petunjuk teknis pelaksanaan tugas.
  29. /highlights: Menyoroti dan merangkum poin-poin pesan utama dari sebuah dokumen.
  30. /improve: Meningkatkan kualitas tulisan agar lebih efektif, enak dibaca, dan mengalir.
  31. /journalistic: Menyusun tulisan bergaya laporan berita jurnalistik yang objektif.
  32. /kanban: Memetakan alur kerja tugas ke dalam struktur papan Kanban berbasis teks.
  33. /kanbanflow: Mengoptimalkan alur distribusi pengerjaan tugas pada papan Kanban.
  34. /keypoints: Meringkas gagasan utama menjadi daftar poin penting yang efektif.
  35. /kpi: Merumuskan Indikator Kinerja Utama (KPI) yang terukur bagi tim atau proyek.
  36. /lean: Menerapkan metode Lean untuk menghilangkan proses kerja berlebih yang tidak bernilai.
  37. /manual: Menyusun buku petunjuk penggunaan teknis secara komprehensif.
  38. /meetingsummary: Menyusun ringkasan hasil rapat beserta poin kesepakatan secara rapi.
  39. /metrics: Merumuskan indikator dan kriteria ukuran keberhasilan yang relevan.
  40. /milestones: Memetakan tahapan pencapaian penting (milestones) dalam pelaksanaan proyek.
  41. /minutes: Menyusun risalah notulen rapat resmi lengkap dengan tindakan lanjut yang disepakati.
  42. /notes: Merapikan catatan perkuliahan atau diskusi menjadi rangkuman yang tertata.
  43. /okr: Merumuskan Target dan Hasil Utama (Objectives and Key Results) yang terukur.
  44. /optimization: Menyusun langkah-langkah optimasi kinerja untuk meningkatkan efisiensi.
  45. /outline: Menyusun kerangka karangan atau outline dokumen secara logis.
  46. /paraphrase: Mengubah struktur kalimat dengan kosakata baru tanpa merubah makna dasar.
  47. /persuasive: Menyusun paragraf bernada persuasif yang mampu memengaruhi sudut pandang pembaca.
  48. /playbook: Menyusun buku panduan standar operasional (playbook) sebagai acuan tim.
  49. /polish: Menghaluskan gaya bahasa agar narasi tulisan terasa leluasa dan elegan.
  50. /pomodoro: Merancang alokasi jadwal pengerjaan tugas menggunakan teknik Pomodoro.
  51. /presentation: Menyusun kerangka materi dan tata slide untuk presentasi.
  52. /prioritize: Mengurutkan daftar tugas berdasarkan tingkat urgensi dan dampaknya.
  53. /productivity: Memberikan strategi perbaikan alur kerja untuk meningkatkan produktivitas.
  54. /professional: Menyesuaikan nada penulisan agar formal dan mencerminkan etika bisnis baku.
  55. /proofread: Memeriksa dan membenahi kesalahan ejaan serta ketepatan tanda baca.
  56. /proposal: Menyusun dokumen proposal proyek atau kerja sama bisnis yang profesional.
  57. /report: Menyusun draf laporan formal dengan struktur penyampaian yang sistematis.
  58. /rewrite: Menulis ulang kalimat agar memberikan kesan segar tanpa mengubah pesan utama.
  59. /riskmatrix: Memetakan daftar risiko ke dalam tabel matriks berdasarkan tingkat probabilitas dan dampak.
  60. /roadmap90: Menyusun alur peta jalan eksekusi target rencana untuk durasi 90 hari.
  61. /roadmapyear: Menyusun alur peta jalan target strategis jangka panjang selama satu tahun.
  62. /scrum: Merancang alur pengerjaan tugas menggunakan kerangka kerja (framework) Scrum.
  63. /shorten: Meringkas kalimat agar lebih padat tanpa menghilangkan substansi inti.
  64. /simplifytext: Menyederhanakan frasa dan istilah bernada rumit menjadi mudah dipahami.
  65. /sixsigma: Menerapkan pendekatan Six Sigma untuk meminimalkan variasi dan cacat proses.
  66. /smartgoals: Merumuskan sasaran berdasarkan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).
  67. /sop: Menyusun Prosedur Operasional Standar (SOP) pelaksanaan kerja secara baku.
  68. /story: Mengemas pesan atau materi ke dalam bentuk narasi cerita yang menarik.
  69. /template: Menyusun pola kerangka (template) dokumen yang dapat digunakan berulang.
  70. /timemanagement: Memberikan taktik pengelolaan alokasi waktu secara efektif.
  71. /todo: Menyusun daftar tugas pekerjaan (to-do list) yang runtut.
  72. /whitepaper: Menyusun kerangka dokumen panduan teknis mendalam (white paper).

4. Marketing: Menjual atau Memasarkan Produk/Jasa

  1. /adcreative: Merancang ide materi promosi atau iklan yang berdaya pikat tinggi.
  2. /applekeynote: Mengemas materi narasi presentasi dengan gaya impresif ala panggung Apple Keynote.
  3. /bbc: Mengemas narasi video bergaya dokumenter ilmiah khas BBC.
  4. /blog: Menyusun draf artikel blog yang informatif dan menarik untuk pembaca.
  5. /branding: Merancang strategi pemosisian identitas merek di mata pelanggan.
  6. /brandvoice: Mengadaptasi nada komunikasi penulisan sesuai kepribadian merek (brand voice).
  7. /broll: Merekomendasikan daftar adegan B-roll gambar pendukung untuk memperkaya visual video.
  8. /cameraangles: Memberikan rekomendasi sudut pandang pengambilan gambar kamera untuk video.
  9. /campaign: Merancang strategi kampanye pemasaran terpadu untuk mencapai target bisnis.
  10. /caption: Menyusun teks takarir (caption) media sosial yang memikat minat interaksi.
  11. /caption10: Menghasilkan 10 alternatif pilihan teks takarir (caption) media sosial.
  12. /carousel: Menyusun naskah konten berformat komedi/slideshow carousel untuk Instagram atau LinkedIn.
  13. /ceo: Menyajikan pertimbangan strategis dari sudut pandang gaya kepemimpinan seorang CEO.
  14. /challenge: Merancang ide kampanye pemasaran berbasis tantangan interaktif (challenge).
  15. /coldemail: Menyusun pesan email penawaran (cold email) yang berdaya respon tinggi.
  16. /commentbait: Merancang kalimat pemicu untuk meningkatkan diskusi di kolom komentar.
  17. /communitypost: Menyusun draf postingan interaktif khusus untuk tab Komunitas YouTube.
  18. /contentaudit: Menganalisis dan menilai daya pikat serta performa kualitas konten yang ada.
  19. /contentcalendar: Merancang kalender publikasi jadwal konten teratur untuk media sosial.
  20. /copywriter: Menyusun teks naskah pemasaran konversi tinggi menggunakan teknik copywriting.
  21. /cta: Menyusun kalimat ajakan bertindak (Call to Action) yang kuat dan persuasif.
  22. /curiosity: Membangkitkan rasa penasaran pemirsa melalui kalimat pembuka yang memikat.
  23. /customer: Menganalisis kelebihan dan kekurangan produk dari sudut pandang persepsi pembeli.
  24. /dopamine: Merancang retensi konten agar memiliki unsur pemikat yang membuat pemirsa betah.
  25. /emailmarketing: Menyusun alur email pemasaran berurutan (email nurture sequence).
  26. /emotion: Menggugah keterikatan emosional audiensi melalui penyampaian narasi.
  27. /engagement: Merancang materi konten interaktif untuk meningkatkan keterlibatan pengikut.
  28. /evergreen: Merancang ide konten yang relevan digunakan dalam jangka panjang (evergreen).
  29. /facebook: Menyusun postingan pemasaran yang tepat sasaran untuk pengguna Facebook.
  30. /fear: Menerapkan pemicu rasa khawatir kehilangan kesempatan (FOMO) secara terukur.
  31. /founder: Menyajikan pandangan strategis dari perspektif seorang pendiri startup (founder).
  32. /hashtags: Mengidentifikasi daftar tagar (hashtags) yang relevan untuk memperluas jangkauan.
  33. /headline: Menyusun judul promosi yang menarik perhatian calon pembeli.
  34. /herojourney: Mengemas naskah pemasaran menggunakan struktur narasi Perjalanan Pahlawan (Hero’s Journey).
  35. /hook: Menyusun kalimat pembuka pertama (hook) untuk menghentikan perhatian pembaca.
  36. /hook10: Menghasilkan 10 pilihan kalimat pembuka (hook) variatif untuk media sosial.
  37. /hook50: Menghasilkan 50 alternatif kalimat pembuka (hook) konten secara komprehensif.
  38. /instagram: Menyusun takarir dan ide visual khusus yang teroptimasi untuk Instagram.
  39. /investorview: Menilai kelayakan proyek dan proyeksi imbal hasil dari sudut pandang investor.
  40. /johnnyharris: Mengemas naskah bercerita dengan gaya eksploratif sinematik ala Johnny Harris.
  41. /keywords: Mengidentifikasi kata kunci (keywords) potensial untuk optimasi mesin pencari.
  42. /kurzgesagt: Mengubah materi rumit menjadi penjelasan bergaya visual animasi ala Kurzgesagt.
  43. /landingpage: Menyusun teks naskah penawaran untuk Halaman Pendaratan (Landing Page).
  44. /launch: Merancang langkah strategi peluncuran produk baru (product launch).
  45. /linkedin: Menyusun postingan berformat profesional yang dioptimalkan untuk platform LinkedIn.
  46. /magnatesmedia: Mengemas naskah studi kasus bisnis bergaya dokumenter ala MagnatesMedia.
  47. /monologue: Menyusun naskah bicara tunggal (monolog) yang menggugah perhatian.
  48. /motiongraphics: Merancang ide grafis bergerak (motion graphics) untuk memperjelas visual video.
  49. /narration: Menyusun naskah narasi pengisi suara yang mengalir.
  50. /natgeo: Mengemas teks narasi dengan nada observasi mendalam khas National Geographic.
  51. /netflix: Mengemas alur narasi dengan nada sinematik khas serangkaian dokumenter Netflix.
  52. /newsletter: Menyusun draf email buletin (newsletter) berkala bagi para pelanggan.
  53. /offer: Merancang paket penawaran nilai produk yang bernilai konversi tinggi.
  54. /openloop: Menerapkan teknik open loop dalam narasi untuk menjaga rasa penasaran pemirsa.
  55. /patterninterrupt: Menyisipkan kejutan dinamika dalam video untuk mencegah rasa bosan penonton.
  56. /pitch: Menyusun teks presentasi ringkas (pitching) untuk investor atau calon pembeli.
  57. /podcast: Menyusun kerangka babak dan alur pembicaraan untuk episode podcast.
  58. /poll: Merancang pertanyaan jajak pendapat (polling) untuk memicu interaksi pengikut.
  59. /positioning: Memetakan strategi pemosisian (positioning) produk Anda di pasar.
  60. /postingplan: Menyusun alokasi jadwal waktu publikasi konten media sosial secara berkala.
  61. /productmanager: Menganalisis prioritas fitur dan produk dari kacamata Manajer Produk (PM).
  62. /psychology: Menerapkan prinsip-prinsip psikologi perilaku konsumen dalam penyusunan teks.
  63. /reels: Merancang konsep video pendek yang teroptimasi untuk Instagram Reels.
  64. /repurpose: Mengubah materi konten lama menjadi bentuk format publikasi baru.
  65. /retention: Merancang alur konten video agar mempertahankan tingkat tonton pemirsa (retensi).
  66. /retentioncurve: Mengatur penempatan momen menarik sepanjang video untuk mengoptimalkan grafik retensi.
  67. /sales: Menyusun pesan penawaran langsung bernada persuasif yang memicu tindakan pembelian.
  68. /salespage: Menyusun teks penawaran komprehensif pada Halaman Penjualan (Sales Page).
  69. /saveworthy: Merancang konten bernilai edukasi tinggi yang mendorong pemirsa untuk membagikan/menyimpan postingan.
  70. /sceneplan: Menyusun rencana adegan demi adegan untuk pengerjaan produksi video.
  71. /script: Menyusun draf naskah video secara terstruktur.
  72. /script180: Menyusun naskah video padat berdurasi 3 menit (180 detik).
  73. /script30: Menyusun naskah video pendek berdurasi 30 detik.
  74. /script60: Menyusun naskah video berdurasi 60 detik.
  75. /script90: Menyusun naskah video berdurasi 90 detik.
  76. /seo: Mengoptimalkan penulisan materi konten agar ramah terhadap mesin pencari (SEO).
  77. /series: Merancang alur ide konten berseri yang saling berlanjut.
  78. /shareworthy: Menyusun isi konten yang memiliki nilai relevansi tinggi untuk dibagikan oleh audiens.
  79. /shock: Merancang kalimat pembuka pertama yang mengejutkan untuk memikat perhatian instant.
  80. /shorts: Merancang naskah video pendek yang teroptimasi khusus untuk YouTube Shorts.
  81. /shotlist: Menyusun daftar daftar rincian adegan gambar (shot list) untuk proses perekaman video.
  82. /storyboardpro: Menyusun papan cerita (storyboard) profesional tingkat rinci untuk produksi video.
  83. /storytelling: Mengemas pesan pemasaran menggunakan teknik narasi cerita (storytelling).
  84. /strategy: Menyusun rencana aksi strategis untuk pencapaian target bisnis.
  85. /surprise: Menambahkan elemen kejutan (plot twist) pada alur cerita untuk meningkatkan daya pikat.
  86. /thumbnailaudit: Menilai dan memberikan masukan kritis terhadap rancangan konsep gambar sampul (thumbnail).
  87. /thumbnailtext: Menghasilkan alternatif teks singkat yang mencolok untuk dipasang pada thumbnail.
  88. /tiktok: Menyusun naskah konten pendek bergaya santai yang teroptimasi untuk TikTok.
  89. /titleaudit: Mengevaluasi tingkat daya pikat dan potensi klik (CTR) dari suatu judul.
  90. /titles: Menghasilkan beberapa alternatif pilihan judul konten yang memikat.
  91. /transitions: Merekomendasikan ide transisi penyuntingan video yang mengalir.
  92. /trend: Memanfaatkan fenomena tren yang sedang hangat untuk dijadikan materi konten.
  93. /twitter: Menyusun utas (thread) atau postingan ringkas yang cocok untuk platform X (Twitter).
  94. /usp: Merumuskan Proposisi Penjualan Unik (Unique Selling Proposition) dari produk Anda.
  95. /valueprop: Merumuskan Proposisi Nilai (Value Proposition) manfaat utama bagi pembeli.
  96. /viral: Mengoptimalkan struktur narasi tulisan agar memiliki potensi tularan (viral) tinggi.
  97. /viralhook: Merancang pembuka kalimat yang efektif menghentikan guliran (scroll) pengguna media sosial.
  98. /viralreel: Merancang konsep video Reels dengan elemen penarik agar ditonton hingga selesai.
  99. /viralshorts: Mengoptimalkan format naskah video pendek khusus untuk YouTube Shorts.
  100. /voiceover: Menyusun draf naskah pengisi suara (voice over) yang nyaman didengarkan.
  101. /vox: Mengemas naskah penjelasan mendalam berbasis data visual dengan gaya narasi Vox.
  102. /youtube: Menyusun struktur naskah komprehensif untuk format video panjang di YouTube.

5. Visualizing: Menciptakan Gambar

  1. /360drone: Merancang prompt visual sudut pandang udara 360 derajat menggunakan drone.
  2. /360view: Merancang deskripsi visual interaktif dari segala sudut pandang 360 derajat.
  3. /3drender: Merancang instruksi prompt gambar untuk menghasilkan pencahayaan render 3D realistis.
  4. /80s: Mengarahkan estetika gaya visual bergaya retro tahun 1980-an.
  5. /90s: Mengarahkan estetika gaya visual bernuansa tahun 1990-an.
  6. /acrylic: Merancang visual gambar dengan efek tekstur lukisan cat akrilik.
  7. /advertising: Merancang ide komposisi visual untuk iklan komersial.
  8. /aesthetic: Menghasilkan gambar dengan komposisi estetika yang serasi, modern, dan artistik.
  9. /anime: Merancang prompt gambar dengan gaya ilustrasi animasi khas Jepang (anime).
  10. /architecture: Menggambarkan ilustrasi arsitektur bangunan atau struktur sistem visual.
  11. /architecturephoto: Merancang deskripsi foto profesional untuk subjek arsitektur bangunan.
  12. /backlit: Merancang komposisi pencahayaan dari arah belakang subjek (backlit).
  13. /beforeafter: Memvisualisasikan perbandingan kondisi sebelum dan sesudah secara berdampingan.
  14. /billboard: Memvisualisasikan tata letak promosi pada papan reklame (billboard).
  15. /birdseye: Merancang tampilan visual dari sudut pandang tinggi lurus ke bawah (bird’s-eye view).
  16. /blackandwhite: Menghasilkan visual fotografi bernuansa monokrom hitam putih yang klasik.
  17. /blender: Merancang gaya instruksi visual 3D sesuai standar pencahayaan perangkat lunak Blender.
  18. /bluehour: Merancang nuansa pencahayaan foto pada momen pasca-matahari terbenam (blue hour).
  19. /blueprint: Merancang ilustrasi gaya cetak biru teknis (blueprint) terstruktur.
  20. /bokeh: Menghasilkan efek buram latar belakang yang lembut berbentuk pendaran bulat (bokeh).
  21. /brandingmockup: Memvisualisasikan penerapan identitas merek pada berbagai atribut produk fisik.
  22. /characterdesign: Merancang detail tampilan fisik dan atribut karakter visual secara rinci.
  23. /charcoal: Merancang gaya lukisan sketsa menggunakan tekstur arang (charcoal).
  24. /cinematic: Merancang tampilan gambar yang memberikan suasana nuansa layar lebar sinematik.
  25. /cinematicphoto: Merancang prompt fotografi dengan tata cahaya sinematik layaknya potongan film.
  26. /cinematicsketch: Merancang sketsa visual kasaran bernuansa sudut pandang sinematik.
  27. /cityscape: Memvisualisasikan lanskap pemandangan tata kota (cityscape).
  28. /clayrender: Menghasilkan visual render 3D dengan tekstur halus menyerupai tanah liat (clay).
  29. /comic: Menggambarkan urutan kejadian menggunakan tata letak panel komik.
  30. /comicbook: Merancang gaya visual ilustrasi bergaya buku komik klasik.
  31. /conceptart: Merancang seni konsep (concept art) visual untuk kebutuhan ide produksi.
  32. /cover: Merancang tata letak dan visual untuk sampul buku atau laporan.
  33. /crosshatching: Mengarahkan efek teknik gambar menggunakan gaya arsiran silang (cross-hatching).
  34. /crosssection: Menampilkan gambar penampang melintang dari suatu objek.
  35. /cutaway: Menyajikan ilustrasi potongan untuk memperlihatkan struktur bagian dalam objek.
  36. /cyberpunk: Merancang visual futuristik dengan latar pencahayaan neon bergaya Cyberpunk.
  37. /cycle: Memvisualisasikan proses siklus yang berulang dalam format diagram visual.
  38. /dashboard: Merancang tata letak visual dasbor pemantauan indikator kinerja.
  39. /depthoffield: Mengatur efek kedalaman bidang fokus tipis dengan latar belakang buram.
  40. /desert: Memvisualisasikan latar lanskap suasana gurun pasir.
  41. /diagram: Menyajikan informasi konsep ke dalam bentuk diagram visual.
  42. /dieselpunk: Merancang visual bertema mesin berbasis era industri bergaya Dieselpunk.
  43. /digitalpainting: Merancang prompt gambar dengan teknik dan gaya lukisan digital.
  44. /dramaticlighting: Merancang tata cahaya kontras tinggi untuk menciptakan kesan dramatis.
  45. /droneview: Menghasilkan gambar dari sudut pandang foto udara menggunakan drone.
  46. /editorial: Mengarahkan pencahayaan dan komposisi gaya foto majalah editorial.
  47. /environmentart: Merancang seni konsep fokus pada tata lingkungan dan latar tempat.
  48. /evolution: Menggambarkan tahapan perkembangan atau evolusi subjek dari waktu ke waktu.
  49. /explodedview: Menampilkan gambar rakitan komponen objek yang terpisah-pisah (exploded view).
  50. /fantasy: Merancang karya seni visual bergenre dunia fantasi.
  51. /fashion: Mengarahkan tata gaya dan sudut pengambilan foto busana (fashion).
  52. /filmgrain: Menambahkan efek butiran tekstur kasar ala rol film klasik pada foto.
  53. /fisheye: Mengarahkan tampilan distorsi cembung menggunakan efek lensa fisheye.
  54. /flowchart: Menyusun langkah-langkah alur kerja ke dalam bagan alur (flowchart).
  55. /forest: Memvisualisasikan suasana lanskap pemandangan dalam hutan.
  56. /fujifilm: Menghasilkan nada warna khas dari karakteristik simpul rol film Fujifilm.
  57. /galaxy: Memvisualisasikan keindahan pemandangan pemetaan galaksi luar angkasa.
  58. /ghibli: Merancang visual ilustrasi bergaya hangat terinspirasi dari Studio Ghibli.
  59. /goldenhour: Merancang suasana foto berpencahayaan hangat keemasan saat matahari terbit/terbenam.
  60. /handwritten: Mengubah format teks menjadi tampilan catatan tulisan tangan di lembaran buku.
  61. /headshot: Mengarahkan tata foto potret formal bagian wajah untuk kebutuhan profil profesional.
  62. /heatmap: Memvisualisasikan sebaran tingkat intensitas atau kepadatan data dalam format peta kalor.
  63. /highangle: Merancang sudut pengambilan gambar kamera dari atas mengarah ke bawah.
  64. /hyperrealistic: Merancang deskripsi visual berakurasi tinggi hingga detail rinci terhalus.
  65. /iconset: Merancang satu set koleksi ikon dengan gaya estetika visual yang seragam.
  66. /imageprompt: Menerjemahkan gagasan konsep menjadi deskripsi instruksi gambar AI yang presisi.
  67. /infographic: Menyusun data menjadi tata letak infografis yang informatif dan intuitif.
  68. /inkdrawing: Merancang lukisan ilustrasi menggunakan goresan garis tinta.
  69. /interior: Memvisualisasikan tata ruang dan tata cahaya desain interior.
  70. /isometric: Merancang ilustrasi 3D dengan sudut pandang miring (isometrik).
  71. /journey: Menggambarkan urutan alur perjalanan dari awal hingga akhir secara visual.
  72. /kodak: Menghasilkan nada warna foto hangat khas dari rol film Kodak.
  73. /layers: Menguraikan susunan objek lapis demi lapis untuk memperjelas komponennya.
  74. /lifestyle: Mengarahkan tata foto suasana gaya hidup sehari-hari yang alami.
  75. /logo: Merancang identitas visual berupa logo yang bersih dan mudah diingat.
  76. /lowangle: Merancang sudut pengambilan gambar kamera dari bawah mengarah ke atas.
  77. /lowpoly: Merancang ilustrasi gaya 3D berstruktur poli rendah (low-poly).
  78. /luxury: Mengarahkan komposisi pencahayaan dan suasana visual bernuansa mewah.
  79. /macrophoto: Merancang teknik fotografi makro dari jarak sangat dekat untuk menonjolkan detail.
  80. /manga: Merancang gaya visual ilustrasi hitam-putih khas komik Jepang (manga).
  81. /map: Memvisualisasikan pemetaan wilayah atau peta hubungan konsep secara jelas.
  82. /mascot: Merancang karakter maskot visual yang unik sebagai representasi merek.
  83. /mattepainting: Merancang gaya visual pemandangan latar dengan teknik matte painting.
  84. /midjourneystyle: Menyusun prompt gambar terstruktur mengacu pada estetika Midjourney.
  85. /mindmap: Menyusun gagasan ke dalam peta pikiran (mind map) yang saling terhubung.
  86. /minimal: Mengarahkan tata visual bersih dengan gaya desain minimalis.
  87. /minimalinterior: Memvisualisasikan tata ruang interior berkonsep minimalis dan rapi.
  88. /mockup: Memvisualisasikan rancangan desain produk pada media fisik nyata (mock-up).
  89. /modern: Mengarahkan tampilan visual dengan estetika modern yang bersih.
  90. /moody: Mengatur pencahayaan bernuansa gelap dan dramatis untuk membangun suasana.
  91. /mountains: Memvisualisasikan pemandangan lanskap pegunungan yang megah.
  92. /nebula: Merancang karya lukisan visual pemandangan awan nebula luar angkasa.
  93. /neon: Merancang nuansa visual dengan aksen pendaran lampu neon.
  94. /network: Memvisualisasikan simpul-simpul jaringan hubungan antar elemen.
  95. /nightmode: Mengatur komposisi pencahayaan dan suasana fotografi malam hari.
  96. /ocean: Memvisualisasikan lanskap pemandangan laut yang luas.
  97. /octanerender: Merancang prompt visual dengan detail render tinggi khas Octane Render.
  98. /oilpainting: Mengarahkan efek gambar dengan gaya tekstur lukisan cat minyak.
  99. /packaging: Memvisualisasikan kemasan produk dalam bentuk tampilan 3D.
  100. /pencilsketch: Merancang efek lukisan sketsa garis pensil.
  101. /photorealistic: Merancang deskripsi prompt visual agar menghasilkan foto mirip tangkapan kamera nyata.
  102. /pixar: Merancang karakter dan latar bergaya animasi 3D ala film keluarga Pixar.
  103. /pixelart: Merancang gambar dengan estetika seni piksel retro (pixel art).
  104. /planet: Memvisualisasikan bentuk ilustrasi planet di luar angkasa.
  105. /polaroid: Menghasilkan visual foto bergaya foto instan kamera Polaroid.
  106. /portrait: Merancang deskripsi foto potret (portrait) profesional.
  107. /postapocalyptic: Merancang visual bertema suasana kehancuran pasca-kiamat.
  108. /poster: Merancang tata letak dan grafis poster promosi.
  109. /posterdesign: Merancang konsep komposisi desain poster yang menarik.
  110. /premium: Menghasilkan estetika tampilan bergaya mewah khas majalah kelas atas.
  111. /process: Memvisualisasikan alur pengerjaan proses secara berurutan.
  112. /productphoto: Merancang tata cahaya dan studio pemotretan produk komersial.
  113. /prototype: Memvisualisasikan bentuk fisik atau sampel awal dari rupa produk.
  114. /quotevisual: Mengubah teks kutipan menjadi desain grafis gambar yang menarik dibagikan.
  115. /retro: Mengarahkan tampilan gambar berkonsep gaya desain retro.
  116. /rimlight: Merancang aksen efek pencahayaan pada garis tepi objek (rim light).
  117. /roadmap: Memvisualisasikan alur peta jalan (roadmap) pengembangan proyek.
  118. /scale: Menggambarkan perbandingan ukuran proporsi antar objek secara visual.
  119. /schematic: Merancang gambar skema teknis visual secara sederhana.
  120. /scifi: Merancang visual bergenre fiksi ilmiah masa depan (sci-fi).
  121. /silhouette: Merancang gambar dengan komposisi bayangan siluet.
  122. /socialvisual: Merancang gambar desain grafis yang siap dipublikasikan ke media sosial.
  123. /solarpunk: Merancang suasana visual masa depan futuristik yang ramah lingkungan (solarpunk).
  124. /space: Memvisualisasikan keindahan pemandangan alam luar angkasa.
  125. /steampunk: Merancang tema gaya mesin uap futuristik bergaya Steampunk.
  126. /stickynotes: Mengorganisasikan gagasan ke dalam visual lembaran-lembaran catatan tempel (sticky notes).
  127. /storyboard: Merancang alur visual adegan demi adegan (storyboard) produksi.
  128. /streetphoto: Mengarahkan gaya fotografi dokumenter jalanan (street photography).
  129. /sunrise: Merancang suasana pemandangan pagi saat matahari terbit.
  130. /sunset: Merancang nuansa pemandangan saat matahari terbenam.
  131. /telephoto: Mengarahkan tampilan foto lensa tele dengan latarnya yang tampak mampat.
  132. /thumbnail: Merancang konsep visual gambar sampul (thumbnail) yang berdaya pikat tinggi.
  133. /timeline: Menyusun rentetan peristiwa secara kronologis ke dalam garis waktu visual.
  134. /topdown: Mengarahkan komposisi sudut foto lurus dari atas ke bawah (flat lay).
  135. /travelphoto: Mengarahkan gaya foto suasana perjalanan dan wisata.
  136. /underwater: Memvisualisasikan suasana lanskap pemandangan bawah air.
  137. /unrealengine: Merancang visual sinematik dengan detail pencahayaan khas Unreal Engine.
  138. /vector: Merancang prompt gambar berformat ilustrasi grafis vektor bersih.
  139. /vintage: Mengarahkan estetika visual bergaya jadul dan bernuansa klasik.
  140. /visualize: Menerjemahkan deskripsi tulisan menjadi bentuk penjelasan visual yang konkret.
  141. /volumetriclight: Merancang efek sorot berkas sinar cahaya yang terlihat bentuk ruangnya.
  142. /voxel: Merancang ilustrasi 3D berstruktur seni kotak-kotak piksel 3D (voxel art).
  143. /watercolor: Mengarahkan efek lukisan gambar bertekstur cat air.
  144. /wideangle: Mengarahkan pengambilan gambar menggunakan lensa sudut lebar (wide-angle).
  145. /wildlife: Mengarahkan teknik fotografi dokumenter khusus satwa liar di alam bebas.
  146. /wireframe: Merancang kerangka kasar tata letak (wireframe) halaman aplikasi atau web.
  147. /xray: Memvisualisasikan gambaran struktur bagian dalam menggunakan efek sinar-X.

6. Coding: Prompt Praktis untuk Memprogram Sesuatu

  1. /aiworkflow: Merancang alur kerja pemrograman yang terintegrasi dengan teknologi AI secara efisien.
  2. /algorithm: Merancang logika algoritma yang efisien dan optimal untuk pemrosesan data.
  3. /api: Merancang spesifikasi endpoint dan arsitektur API secara terstruktur.
  4. /architect: Merancang arsitektur sistem lunak dari sudut pandang arsitek perangkat lunak.
  5. /automation: Mengidentifikasi bagian alur kerja yang dapat diotomatisasi menggunakan skrip program.
  6. /automationplan: Menyusun alur peta jalan strategi otomatisasi untuk sistem pekerjaan.
  7. /bestpractice: Memastikan penerapan standar praktik terbaik (best practices) dalam penulisan kode.
  8. /coding: Menuliskan kode program yang bersih sesuai spesifikasi bahasa yang diminta.
  9. /csv: Mengolah, memformat, dan menghasilkan susunan data berformat CSV.
  10. /datastructure: Memilih dan merancang struktur data yang paling efisien untuk aplikasi.
  11. /debug: Menganalisis dan melacak akar penyebab kesalahan (bug) pada kode program.
  12. /designer: Menganalisis antarmuka pengguna (UI/UX) dari perspektif seorang perancang desainer.
  13. /experiment: Merancang prosedur pengujian atau pengujian A/B eksperimental secara terstruktur.
  14. /explaincode: Menjelaskan alur pemikiran dan fungsi eksekusi baris kode secara rinci.
  15. /json: Menyusun, memvalidasi, dan merapikan struktur format data JSON.
  16. /masterprompt: Menggabungkan berbagai teknik pembuatan prompt menjadi satu perintah komprehensif.
  17. /metaprompt: Merancang instruksi prompt tingkat tinggi yang bertugas membuat prompt otomatis.
  18. /optimizecode: Meningkatkan kecepatan eksekusi dan efisiensi memori dari kode program.
  19. /persona: Merancang profil karakter persona pengguna aplikasi secara mendalam.
  20. /pipeline: Merancang alur pemrosesan data otomatis (CI/CD Pipeline).
  21. /promptaudit: Mengevaluasi efektivitas prompt guna memaksimalkan hasil keluaran model.
  22. /promptchain: Menggabungkan rangkaian prompt berurutan untuk menyelesaikan instruksi kompleks.
  23. /promptengineer: Memperbaiki susunan prompt agar hasil respons model lebih konsisten dan presisi.
  24. /promptlibrary: Merapikan dan mengelompokkan koleksi repositori instruksi prompt.
  25. /pseudocode: Menerjemahkan logika algoritma menjadi kode semu (pseudocode) yang mudah dipahami.
  26. /refactor: Merapikan dan memperbarui struktur kode tanpa mengubah fungsionalitas aslinya.
  27. /regex: Menyusun pola pencocokan ekspresi reguler (RegEx) untuk pemrosesan teks.
  28. /reviewcode: Mengulas kualitas kode program untuk memastikan kepatuhan terhadap standar terbaik.
  29. /simulateexpert: Menirukan kerangka dan pola pemikiran mendalam dari seorang pakar ahli.
  30. /sql: Menyusun kueri basis data SQL yang teroptimasi dengan baik.
  31. /systemprompt: Menyusun instruksi pengondisian dasar (system prompt) untuk model AI.
  32. /workflow: Merancang alur tahapan pengerjaan sistem secara terstruktur.
  33. /xml: Menyusun, memvalidasi, dan merapikan struktur data berformat XML.
  34. /yaml: Menyusun dan memvalidasi konfigurasi struktur data berformat YAML.

Buat Sendiri Prompt Praktis Kakak

Bagaimanapun, AI Kakak belum tentu memahami kode-kode prompt praktis ini. Jika setelah Kakak jajal berkali-kali, hasilnya tetap tidak sesuai keinginan, cobalah mendefinisikan prompt praktis itu terlebih dahulu di bagian pengaturan Instruksi Personal atau Memori.

Di Gemini, fitur tersebut ada di: Setting –> Personal Intelligence –> Instructions for Gemini.

Di sana, Kakak dapat memasukkan definisi prompt praktis buatan sendiri. Umpamanya:

“/ytdesc = Buatlah deskripsi video YouTube dengan panjang maksimal 2 paragraf, untuk segmen penonton 18-35 tahun, lengkap dengan CTA, tags, 5 alternatif judul yang menarik, dan 5 alternatif judul versi pendek buat thumbnail.”

Dengan pendefinisian prompt praktis yang jelas begitu, Kakak tak perlu mengulang-ulang instruksi. Lain kali membutuhkan deskripsi YouTube, tinggal masukkan skrip video atau URL videonya (jika sudah tayang) dan ketik “/ytdesc”.

Selamat, Kakak sekarang memiliki prompt praktis pribadi sebagai mesin untuk meringankan beban penulisan! Personal atau Memori.

BAGIKAN HALAMAN INI DI

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Don't do that, please!