Semanyun Senyuman Mahasiswa

Semanyun Senyuman Mahasiswa
Jenis: Kumpulan cerita pendek (kumcer)
Penulis: Brahmanto Anindito
Format: Buku cetak & e-book
Tebal: 129 halaman
Dimensi: 14,8 cm x 21,0 cm
Berat buku cetak: 0,24 kg
ISBN: 978-0-557-45145-6
Penerbit: Lulu

Masa mahasiswa masa penuh kesan. Di situlah masa dimana kita menentukan diri menjadi apa. Dulu, saat masih kecil dan ditanya cita-cita, kita bebas menjawab: menjadi arsitek, dokter, pengacara, bahkan presiden. Tapi, itu semua cuma khayalan seorang bocah. Baru saat masuk menjadi mahasiswa, di jurusan yang tepat, khayalan tersebut naik kelas menjadi rencana.

Namun masa mahasiswa sendiri tidaklah selalu indah. Buku berisi 13 cerpen ini akan menceritakannya. Kadang dengan lugu. Kadang satir. Kadang kritis. Kadang menggelikan. Kadang ceria dan segar. Kadang hitam penuh dendam.

Jika Anda ingin sejenak mengenang masa-masa mahasiswa dulu, atau ingin merasakan bagaimana menjadi mahasiswa, ambillah buku ini. Kumcer (kumpulan cerpen) Semanyun Senyuman Mahasiswa ini akan menjadi pelipur Anda.

“Ini bukan perploncoan,” sebuah suara bergaung dari ujung koridor. “Sebaliknya, maksud kalian tuh baik: mendewasakan adik kelas! Mau menggunduli mereka kek, membentak-bentak kek, memberi tugas yang aneh-aneh kek, itu kan bagian dari kurikulum pendewasaan.”

Aku tahu benar pemilik suara ini. Dia mahasiswa yang mestinya sudah lulus tiga tahun silam. Namun lelaki itu bukan tipe mahasiswa “mestinya”, jadi memang belum pantas kalau mengenakan toga.

“Mendewasakan junior-junior itu berarti mencetak bibit-bibit bangsa yang kuat dan terlatih,” lanjutnya, “Kuat dimaki-maki dan terlatih disuruh-suruh! Lha untuk mahasiswa senior, inilah kesempatan melatih diri menjadi atasan yang berwibawa.”

Sanusi manggut-manggut mirip kerbau. Sebuah ironi. Dari cerita yang kudengar, dua tahun lalu saat masih jadi mahasiswa baru, Sanusi sempat memboikot Student Day lantaran tak terima diperlakukan persis budak. Namun begitu jadi senior? Lihat saja sendiri.

Petikan cerpen Psikopat

Pembuktian diri, cinta, uang, dan beberapa permasalahan tidak biasa dari mahasiswa-mahasiswa biasa dikisahkan. Semanyun Senyuman Mahasiswa bukanlah kumpulan sastra koran. Anda takkan menemui cerpen-cerpen semacam ini di rubrik budaya koran-koran Hari Minggu.

“Aku tak sependapat! Itu ilmu. Saat teman-teman kelasku bergelut dengan buku-buku Ekonomi Makro, aku sudah mempraktikkan semuanya.”

Itu ilmu? Hahaha, pasti itu yang dikatakan si broker saham jahanam untuk menghiburmu! Dan dia pasti melengkapinya dengan, “Main saham, kalau tidak ada yang kalah, mana ada yang menang? Yakinlah setelah ini Anda yang menang!” Oh ya, ceritakan pula bagaimana kau bermain valas. Kau pernah bilang valas lebih mudah dari saham.

“Sudahlah, kau tahu aku juga hancur di forex.”

Aku bisa bilang apa lagi? Mungkin memang seluruh dunia kompak membencimu! Surga tak pernah ada di dunia, teman. Surga hanya ada setelah kita mati. Maka tak ada jalan lain. Kalau bungee jumping tanpa tali dari lantai tiga ini terlalu menakutkanmu, masih banyak metode lain. Aku punya buku panduan 99 Cara Mengusir Nyawa Sendiri, barangkali kau tertarik.

Petikan cerpen Teman Lintas Ras

Semua cerpen ditulis oleh Brahmanto Anindito, pengarang novel Pemuja Oksigen (diterbitkan JP Books, 2010) dan co-writer novel Satin Merah (akan diterbitkan oleh Gagas Media). Dengan gaya tutur yang khas, kisah demi kisah mengalir lancar, bernas, dan bersahaja, laiknya kehidupan mahasiswa itu sendiri. Namun begitu, dijamin, Anda tetap takkan mudah menebak alur ceritanya.

Perjalanan mudikku ke Banjarmasin berakhir tragis. Seolah belum puas mengaramkan kapal kami, angin itu meniup sekoci-sekoci hingga segelintir penumpang yang berhasil melompat ke atasnya kocar-kacir, terdorong hingga ribuan meter entah kemana.

Pesawat Nomad TNI AL, CN-235 TNI AU, helikopter Polri, dan KRI dikerahkan. Semua pulang dengan tangan hampa. Padahal perairannya terbuka. Tak ada satu pun yang menyembunyikan aku dan sekoci itu.

Cuaca yang bedebah tampaknya membuat segalanya rumit. Ombak bergulung-gulung dua sampai empat meter merupakan tontonan live yang rutin. Aku hanya bisa pasrah. Kulitku melepuh gara-gara matahari. Tapi tatkala malam dinginnya bukan kepalang!

Aku makin menggigil sewaktu merasakan ada yang berkecipak mendekat, beberapa meter dari sekociku. Entahlah. Apapun itu, fisiknya cukup besar. Entah paus remaja yang belajar mengambil oksigen. Entah gurita raksasa. Entah demit laut yang mulai mengerjaiku. Seisi tubuhku membeku ketakutan saat menebak-nebak dalam gelap.

Petikan cerpen Di Laut yang Sama

Semanyun Senyuman Mahasiswa dapat dipesan di Lulu (dalam bentuk buku fisik maupun e-book) dan melalui Warung Fiksi (dalam bentuk e-book). Warung Fiksi tidak menyediakan buku fisik.

Jika Anda berdomisili di Indonesia dan tak keberatan membaca e-book, sebaiknya memesan lewat Warung Fiksi. Namun bila Anda menginginkan buku cetak (berbentuk jilidan perfect-bound) atau posisi Anda di luar Indonesia, order sebaiknya dilakukan melalui Lulu.

Buku Cetak melalui Lulu

  1. Harga USD 10,1 (belum termasuk biaya shipping)
  2. Pembayaran via kartu kredit atau Paypal.
  3. Pesanan akan sampai sekitar 7 hari kerja (tergantung jauhnya lokasi dari UK), di kota manapun di seluruh dunia.
  4. Untuk memesan, klik di sini. Anda harus menjadi anggota Lulu dulu (daftar gratis).
  5. Ikuti instruksi selanjutnya dari Lulu.

E-book (.pdf) melalui Lulu

  1. Harga USD 4.
  2. Pembayaran via kartu kredit atau Paypal.
  3. Setelah pembayaran terkonfirmasi, Anda langsung diberi link download-nya.
  4. Untuk memesan, klik di sini. Anda harus menjadi anggota Lulu dulu (daftar gratis).
  5. Ikuti instruksi selanjutnya dari Lulu.

E-book (.pdf) melalui Warung Fiksi

  1. Harga Rp 32.000.
  2. Pembayaran via transfer bank.
  3. Setelah pembayaran terkonfirmasi, e-book akan ada di inbox email Anda dalam dua hari kerja. Pastikan inbox itu tersisa 700 KB.
  4. Untuk memesan, transfer Rp 32.000 ke BCA 518 0056 001 a.n. Brahmanto Anindito. Lalu kirim SMS berisi nama Anda, email, tanggal dan jam transfer ke 08155093515.

Sebenarnya, Warung Fiksi dan Lulu tidak berada dalam satu managemen. Masing-masing punya standar pelayanan. Namun keduanya sama-sama terpercaya. Lulu sudah melayani jual-beli semacam ini sejak tahun 2002.

Sedangkan Warung Fiksi adalah organisasi kreatif di bidang penulisan yang berdiri sejak 2007. Pengarang Semanyun Senyuman Mahasiswa sendiri ialah salah satu pendirinya. Di Warung Fiksi, pesanan Anda akan dikirim sesuai janji, atau uang Anda kembali penuh.

Masa mahasiswa masa penuh kesan. Kenang kembali masa-masa yang takkan terulang itu. Selamat membaca Semanyun Senyuman Mahasiswa!

Tags:

Comments are closed.