Logika Bertutur dalam Fiksi

Logika bertutur maksudnya logika dalam menyajikan atau mengungkapkan pesan ke pembaca/penonton. Layaknya bahasa pemrograman, logika diciptakan untuk mendesain sekaligus membatasi tingkah-polah makhluk-makhluk yang berhubungan dengannya. Andaikan tak pernah ada pembatasan itu, tokoh Superman bisa saja tiba-tiba mengeluarkan jaring seperti Spiderman, tokoh Werewolf sah-sah juga bila mendadak menjelma Babi Ngepet. Karya yang logikanya tak konsisten semacam ini jelas menggelikan.

Read more

Meminimalkan Dialog Sumpah Serapah, Maukah Kita?

Baru-baru ini, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merilis 13 program televisi yang dianggap mengandung makian, kekerasan, seks, atau pelecehan. Tayangan itu adalah Jelita (RCTI), Namaku Mentari (RCTI), Silet (RCTI), Rubiah (TPI), Dangdut Mania Dadakan 2 (TPI), Si Entong (TPI), Mask Rider Blade (Antv), Mister Bego (Antv), Extravaganza (TransTV), Insert (TransTV), I Gosip Siang (Trans7), Super Seleb Show (Indosiar) dan Cinta Bunga (SCTV).

Read more

Breaking News: Resume Film Layar Lebar Indonesia 2007

Finis! Secara psikologis, tahun 2007 sudah habis. Kalau tak salah catat, industri perfilman kita merilis 48-an film bioskop tahun ini. Dan Tiga Besar Sementara-nya: Nagabonar Jadi 2 (film Komedi dengan 1,3 juta penonton), Get Married (film Komedi dengan 1,2 juta penonton), dan Terowongan Casablanca (film Horor dengan 1,1 juta penonton). Saya sebut “sementara” karena ada film yang berpeluang menyodok ke posisi Tiga Besar, seperti Quickie Express (Komedi) dan Film Horor (Komedi). Cuma lantaran rilis mereka baru November, belum bisalah kita membandingkannya dengan film-film lain yang telah mencapai ujung lifecycle-nya pada tahun ini juga. Tapi ngomong-ngomong, dari film-film yang saya sebutkan tadi apakah Anda menangkap bahwa kilau film Horor mulai meredup?

Read more

Don't do that, please!