Google Books dan Ambisi Mendigitalisasi Buku Seluruh Dunia

Google Books dan Ambisi Mendigitalisasi Buku-buku di Seluruh Dunia

Google Books bisa jadi merupakan salah satu proyek gila. Mungkin lebih gila dari ide membuat ensiklopedia daring yang masif tetapi gratis. Melalui proyek ini, Google berniat mendigitalkan buku-buku di seluruh dunia. Ini sudah mereka lakukan sejak 2004.

Google Books: Book to .PDF

Google Books: Book to .PDF

Dengan Google Books, ketika Anda hendak mencari buku yang sudah menjadi ranah publik atau buku-buku yang diikhlaskan penerbit dan pengarangnya, Anda tinggal membacanya, bahkan mengunduh .PDF-nya. Tanpa beli. Tanpa mengorek-ngorek lapak toko buku seken yang berdebu.

Terlihat seperti merugikan pelaku industri buku?

Tidak juga. Sebab, Google selalu memberi kita pilihan untuk ikut atau tidak pada proyek ini. Kalaupun memilih ikut, Anda bisa menentukan buku Anda bisa diakses Full View (semua halaman), Limited Preview (sebagian halaman dengan jumlah persentase yang Anda tentukan sendiri), atau No Preview (tidak ada halaman yang bisa dibuka oleh pengguna Google Books kecuali spesifikasi buku).

Apapun pilihan Anda, dengan berpartisipasi dalam Google Books, Anda dapat memperbesar keterlihatan buku Anda di jagat maya.

Membangun Perpustakaan Digital Pribadi

Membangun Perpustakaan Digital Pribadi

Dari sisi pembaca, kita juga banyak diuntungkan. Google Books membuat kita tidak perlu repot-repot pergi ke perpustakaan atau toko buku saat ingin meriset sesuatu. Bayangkan, ada sejuta lebih buku dengan status public domain (hak ciptanya milik umum karena penulisnya sudah meninggal selama puluhan tahun). Alih-alih mengunjungi perpustakaan, Anda bisa membangun sendiri perpustakaan digital yang megah. Begini caranya:

  1. Kunjungi Google Books dalam keadaan signed in ke akun Google.
  2. Cari judul buku (atau kata-kata tertentu di dalam buku) yang Anda mau. Gunakan fitur Advanced Book Search untuk hasil pencarian buku yang lebih baik.
  3. Arahkan kursor ke tombol “Add to My Library”, lalu pilih bookshelf (rak) yang Anda inginkan. Nanti Anda pun bisa membuat bookshelf baru dengan label apapun.
  4. Anda bisa membagikan perpustakaan pribadi ini dengan mengatur statusnya menjadi “Public”. Sebaliknya, Anda bisa merahasiakannya dengan mengatur bookshelf itu menjadi “Private”.
  5. Mau mengkloning perpustakaan Anda? Atau memindahnya ke akun yang lain? Ekspor saja ke .XML. Lalu, unggahlah berkas .XML itu ke akun baru. Setiap produk Google memiliki fasilitas ekspor-impor begini.

Voilà! Lihatlah, Anda dapat menyimpan buku-buku dalam bentuk e-book. Hebatnya, semua itu tanpa perlu repot-repot menyediakan peladen atau media penyimpanan, karena beban ruang penyimpanan ditanggung Google!

Kenapa Harus Google Books

Kenapa Harus Google Books

Membaca e-book memang tidak senyaman membaca buku fisik, tetapi ada beberapa keunggulan juga. Salah satunya adalah sistem navigasi yang memungkinkan pembaca langsung menuju halaman tertentu. Anda juga mudah mencari kata tertentu.

Bayangkan seandainya itu buku fisik, tentu repot sekadar untuk mencari kata, misalnya “bisnis penginapan”, di dalam ratusan halaman kertas.

Dan ini bukan hanya soal buku. Namanya perpustakaan, majalah dan jurnal juga pasti ada. Semoga nanti koran dan tabloid menyusul bergabung di Google Books Project ini. Melalui Google Books, Anda bisa membaca dan menyimpan Majalah Intisari, National GeographicTempo, Swa, dan lain-lain. Meskipun barangkali bukan bukan edisi-edisi terbarunya.

Google Books Indonesia

Google Books Indonesia

Yang jelas, semua kegiatan digitalisasi buku ini legal, karena telah melewati persetujuan penerbit. Google Books pun telah hadir di Indonesia dengan nama Google Buku.

Di sisi lain, orang Indonesia sudah dapat berjual-beli buku lewat Google Play Store. Anda dapat menjadikannya alternatif untuk melakukan self-publishing. Sebab, buku-buku Anda juga bisa dijual lewat Google Books, dengan pemasaran melalui Google Play. Buku Anda pun dapat menjangkau pengguna Google di seantero dunia.

Sayangnya, di sisi lain, kita juga tidak menutup mata bahwa di Google pun banyak terjadi pembajakan buku. Buku-buku ilegal sulit diberantas karena sedikit yang melaporkannya dan banyak yang menikmatinya. Ini dipersulit dengan pelapornya harus penulis atau penerbitnya sendiri. Google akan meminta bukti kepemilikan (hak cipta) sebagai kelengkapan pelapor. Prosedur semacam ini memang masuk akal, tetapi sungguh merepotkan.

Maka jika kebetulan menemukan buku Anda terpampang di Google Books tanpa seizin Anda, segera hubungi penerbit Anda. Mungkin mereka sudah ada kesepakatan dengan Google. Jangan berprasangka buruk dulu, karena penerbit pun pasti tidak mau buku penulis-penulisnya digratiskan begitu saja. Pasti ada rencana marketing dari mereka. Tanyakan saja.

Kalau Anda menerbitkan buku sendiri dan tidak merasa menjadi Project Partner, tidak setuju dengan proyek ini, tetapi buku Anda terpajang di Google Books, berarti ada yang tidak beres! Segera lapor Google Books Indonesia dan memintanya untuk menarik buku tersebut dari direktori Google Books.

Dengan demikian, Anda turut membantu Google memberantas oknum-oknum pembajak di lingkungannya.

BAGIKAN HALAMAN INI DI

4 thoughts on “Google Books dan Ambisi Mendigitalisasi Buku Seluruh Dunia”

  1. Kak Bram, Amina kan punya buku diterbitin sendiri. Amina pengen buku itu masuk Google Books. Tapi kok bingung sendiri. Ajarin dunks cara masukinnya.

    Sebelumnya, Amina ucapkan terima kasih

    Reply
  2. Udah punya akun Google Books? Oke, kalau gitu lanjut:

    (1) Sign in ke http://books.google.com/partner.
    (2) Klik tab “Preview Program” lalu subtab “Manage Books”.
    (3) Cari link “Add Books”. Lalu masukkan keterangan bukumu. Google akan memastikan kamu memang pemilik hak cipta dari buku itu.
    (4) Upload bukumu, antara lain sampul depan, sampul belakang, dan isi buku. Atau kalau duitmu banyak 😛 kirim lewat pos.
    (5) Selesai. Kalau ada masalah, Google akan menghubungimu. Kalau lancar, dalam beberapa hari bukumu akan nongol di Google Books. Default-nya, bukumu akan ditampilkan 20% isinya. Kamu bisa mengatur ini kapan saja.

    Semoga membantu, Amina 🙂

    Reply

Leave a Reply to Brahmanto Anindito Cancel reply

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No right-click, please!