To Brainstorm More Effectively

This is a common term in creative industry. Brainstorming is a group creativity method designed to generate ideas. It was first coined by Alex Faickney Osborn in his book, Applied Imagination. Osborn proposed that groups could double their creative output with brainstorming.

Anyway, there are problems against its effectiveness, i.e. free rider phenomenon, evaluation apprehension, and blocking. These are what you (your group) should do to avoid those:

  1. Give each participant a blank paper to write down their ideas (work alone).
  2. Discuss the topic (work in group). Don’t go here with an empty paper.
  3. When a participant utters any similar idea, he who has the same idea must utter it too in his own version.
  4. Continue to generate ideas.
  5. Make sure that all ideas in the lists have been spoken.
  6. Select the most relevant ideas. Evaluate, elaborate and improve them.

* * *

Kebanyakan penulis bekerja sendiri dalam menghasilkan karya. Namun ketika berhadapan tenggat yang padat (seperti penulis-penulis industrial), dia tak bisa lagi mempertahankan kesendiriannya. Ide harus segera mucul, tak peduli kita dihinggapi ilham atau tidak.

Solusinya? Mintalah orang lain bersama-sama memikirkan ide itu.

Dalam industri kreatif, ada istilah brainstorming. Metode ini sudah lama terbukti produktif menelurkan ide-ide kreatif secara berkelompok. Cara kerjanya sederhana. Para anggota yang mengikuti brainstorming harus mengutarakan ide sebanyak mungkin, segila mungkin, sambil menghindari penghakiman atas ide-ide orang lain.

Tapi tahukah Anda, pada tahun 1987, Michael Diehl dan Wolfgang Stroebe dari Tubingen University di Jerman mempertanyakan efektivitas metode ini. Ide-ide yang dihasilkan dalam sesi brainstorming, kata mereka, ternyata lebih sedikit dari ide-ide yang berhasil dikumpulkan ketika masing-masing orang bekerja sendirian.

Kenapa bisa begitu? Ada beberapa alasan di sini:

  • Free rider phenomenon. Beberapa anggota sengaja menyimpan pendapatnya dan membiarkan anggota lain berpartisipasi. Bisa jadi mereka merasa sesi tersebut takkan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi diri mereka sendiri.
  • Evaluation apprehension. Para anggota kemungkinan tidak berani menghasilkan ide-ide yang berkualitas karena takut ditertawakan.
  • Blocking. Sewaktu rekannya berbicara, sementara muncul ide baru di otak, seorang anggota harus menunggu giliran. Manusia mudah lupa. Dia sulit menciptakan ide baru saat masih harus mengingat ide sebelumnya. Bahkan bisa saja dia malah melupakan semuanya.

Namun demikian, kelebihan brainstorming yang tidak bisa ditandingi oleh berpikir sendirian adalah kemampuannya dalam menggabungkan ide dari beberapa individu. Jadi, yang harus dipikirkan adalah memanfaatkan kelebihan sambil mengurangi kelemahannya. Cobalah langkah-langkah ini:

  1. Masing-masing peserta diberi kertas untuk menuliskan daftar idenya (kerja individu).
  2. Adakan diskusi (kerja berkelompok).
  3. Bila seorang peserta lain kebetulan menyinggung ide yang mirip, dia (yang punya ide sama) harus mengutarakan versinya untuk memperkaya ide tersebut.
  4. Terus kumpulkan ide-ide lain.
  5. Pastikan semua ide pada daftar peserta sudah dibahas.
  6. Pilih ide-ide yang paling relevan. Evaluasi. Gabungkan. Kembangkan.

Dengan cara tersebut, metode brainstorming diharapkan lebih optimal. Selamat mencoba!

6 Replies to “To Brainstorm More Effectively”

  1. Daniel Revita

    Hi,

    I am emailing from a leading advertising agency based in London.

    I am getting in touch with you as I am looking for quality websites,

    such as yours, to place some adverts on your website and would like

    to know if this is something which would be of interest to you?

    The placement of our adverts are contextually matched to the content on

    the page, therefore relevant.

    Do let me know if you are interested to discuss any partnerships with us

    as we feel the positioning of your website will have strong benefits for

    both parties.

    Please email me back with your thoughts or questions.

    Kind regards,

    Daniel

    Daniel Revita

    New Media Specialist

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.