Tips Mengelola Bisnis Penginapan Sederhana

Tips Mengelola Bisnis Penginapan Sederhana

Di masa pandemi seperti sekarang, banyak bisnis penginapan (termasuk homestay, guest house, kos-kosan, hostel, losmen, dan hotel) gulung tikar. Apakah ini berarti bisnis akomodasi tidak memiliki masa depan? Salah! Indonesia adalah negeri tujuan wisata. Para pelancong, baik mancanegara maupun domestik, akan selalu membutuhkan penginapan di sini.

Pemain lama di bisnis ini boleh bertumbangan, tetapi pemain baru sebaiknya mulai bersiap-siap. Karena begitu wabah korona reda, niscaya bisnis penginapan berjalan kembali, bahkan berlari!

Kita tahu, kebijakan karantina dan isolasi selama pandemi membuat orang stres tidak bisa bepergian. Maka begitu keadaan membaik, mereka sudah pasti ingin merayakannya dengan traveling ke mana-mana. Inilah peluang kita!

Namun tahukah Anda, sampai sepuluh tahun yang lalu, berbisnis penginapan masih sulit dilakukan. Hanya pebisnis besar yang mampu bersaing, karena pemiliknya harus membangun gedung bertingkat, mengurus perizinan, dan sebagainya. Sekarang? Siapapun bisa ikut berbisnis penginapan!

 

Bagaimana Cara Memulai Bisnis Penginapan

Bagaimana Cara Memulai Bisnis Penginapan

Di sini, asumsinya Anda telah memiliki properti yang siap disewakan. Berita buruknya, (masih) sulit sekali masuk ke dalam bisnis yang persaingannya ketat ini sendirian, apalagi bila Anda harus memulainya dari nol.

Maka tengoklah peluang dari Online Travel Agency (OTA) atau Virtual Hotel Operator (VHO) seperti ZenRooms, RedDoorz, OYO, dan semacamnya. Cukup miliki rumah sederhana yang memiliki tiga kamar ber-AC dengan kamar mandi dalam, Anda sudah bisa memulai bisnis penginapan.

OTA memiliki sistem yang tinggal Anda ikuti. Sebagai balasannya, mereka akan membantu mempromosikan, menjualkan, merapikan sistem hotelier Anda, bahkan memberi pelatihan untuk staf-staf Anda. Mereka juga akan memasok paket goody bag, kudapan, serta air minum kemasan bagi tamu-tamu Anda.

Bagaimana caranya bergabung? Daftar saja ke AirBNB, Agoda, atau OTA-OTA lainnya.

Biasanya, tidak ada biayanya. OTA akan menyurvei penginapan Anda. Jika mereka menilainya memenuhi syarat, selamat, Anda resmi menjadi mitra mereka! Pihak OTA akan mengutip komisi sebesar 5-30% dari setiap tamu yang mereka datangkan ke penginapan Anda.

Untuk memperbesar peluang penginapan diterima, tambahkan fasilitas-fasilitas lain yang sekiranya dibutuhkan oleh tamu-tamu penginapan. Misalnya:

    • Perabot semacam meja, kursi, lemari, cermin, bahkan sofa.
    • Sarapan gratis yang enak dan variatif.
    • Televisi dengan saluran minimal lokal-nasional. Lebih bagus lagi, berlangganan televisi kabel atau parabola yang dapat menangkap siaran-siaran populer di luar negeri.
    • Sinyal internet (wi-fi) yang lancar di kamar. Turis zaman sekarang biasanya lebih suka menonton YouTube ketimbang televisi.
    • Opsi air panas di pancuran kamar mandi dan keran wastafel.
    • Staf pelayanan kamar (room service) untuk membersihkan dan merapikan kamar, juga memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan tamu.
    • Ruang lobi di bagian paling depan. Lazimnya, di sini ada meja staf resepsionis sebagai pusat informasi dan pelayanan tamu, telepon, komputer untuk keperluan administrasi, sofa dan meja untuk tamu, koran-koran hari itu, majalah-majalah wisata, brosur penginapan, kartu nama, dan peta wisata. Idealnya staf di sini berjaga 24 jam (tentu dalam sif) untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan tamu.
    • Halaman yang luas dan asri. Mungkin selain untuk tempat parkir, juga tempat tamu duduk santai di bawah suasana yang asri dan adem.

Memang, ada tamu-tamu yang tidak membutuhkan semua itu. Mereka hanya memerlukan bed & breakfast plus toilet, sambil berharap tarif per malamnya dapat ditekan semurah mungkin.

Namun, apakah Anda mau mengambil risiko dengan memberikan fasilitas standar turis backpacker belaka? Jika memang demikian, selain akan membuat profil penginapan jadi tidak menarik, penginapan Anda juga akan terus berkutat di tarif rendah. Percayalah, profit dari bisnis penginapan murah jangan diharap bisa “tebal”.

Di samping itu, penginapan berfasilitas minim rentan sekali mendapat review pas-pasan di internet. Review buruk akan mencederai citra bisnis. Bukan tidak mungkin, ke depannya itu berakibat pada seretnya tingkat okupansi penginapan tersebut.

 

Tips Marketing Berbiaya Rendah untuk Bisnis Penginapan

Tips Marketing Berbiaya Rendah untuk Bisnis Penginapan

Kamar-kamar telah siap, staf-staf sudah tidak sabar untuk melayani tamu. Maka inilah saatnya membuka pagar, pintu, dan gorden penginapan. Waktunya seluruh dunia tahu, bahwa penginapan Anda telah beroperasi.

Berikut ini beberapa tips untuk memasarkan kamar-kamar penginapan Anda dengan biaya yang minim sekali, bahkan gratis:

  1. Umumkan kepada kenalan terdekat. Beritahu teman, kerabat, kolega, klien, keluarga, atau siapapun, bahwa Anda sekarang membuka penginapan. Selama masa promo ini, mereka boleh menginap dengan potongan khusus. Bisa juga Anda membuat pengumuman ini di akun media sosial (medsos) pribadi, komunitas-komunitas wisata yang Anda ikuti, atau dengan memasang iklan baris yang gratis.
  2. Milikilah Media Sosial yang Profesional. Jangan sampai penginapan Anda tidak punya akun medsos, atau punya tetapi dikelola asal-asalan. Setiap hari, isilah dengan teks, gambar, maupun video yang relevan. Jawab setiap komentar atau pesan yang masuk dengan ramah dan informatif. Sesekali, berikan promo-promo menarik. Jika target tamu Anda wisatawan luar, sebaiknya gunakan dwibahasa di setiap konten. Tidak punya waktu dan tenaga untuk mengurus medsos? Anda selalu bisa menyewa tenaga social media manager yang berdedikasi.
  3. Pastikan penginapan terdaftar di Google Bisnisku. Inilah salah satu fitur Google yang siap menampilkan profil penginapan Anda di Google Maps dan hasil penelusuran Google Search. Setelah Anda mendaftar (gratis) dan Google memverifikasi lokasi penginapan di Google My Business, semua informasi penting akan terlihat: nama penginapan, alamat, peta lokasi, nomor telepon, foto-foto, alamat situs web, rating, hingga testimoni tentang penginapannya.
  4. Buatlah situs web resmi. Medsos dan Google Bisnisku tidaklah cukup. Karena platform itu bukan milik Anda, sehingga sewaktu-waktu Anda dapat diblokir bila melanggar aturan mereka. Penginapan Anda harus punya situs web sendiri sebagai pusat informasi yang dapat sepenuhnya Anda kendalikan. Banyak platform pembuat situs web yang gratis, seperti WordPress, Blogger, Joomla, dan sebagainya. Namun, demi penampakan kesan profesional, Anda tetap perlu membeli domain. Isi situs web itu minimal dengan profil penginapan, foto-foto fasilitas, harga, artikel-artikel tentang pariwisata, dan agenda kota. Repot? Silakan sewa jasa profesional pembuatan dan pengelolaan situs web.
  5. Rangkullah Bloger, Instagrammer, YouTuber, dan Tiktoker. Bukan dengan cara mengundang mereka untuk menginap gratis. Ya, kalau ada dananya, silakan saja. Tetapi merangkul mereka juga bisa dilakukan dengan memberi pelayanan maksimal ketika mereka menginap. Jangan melarang-larang ketika mereka berfoto atau menyuting properti penginapan Anda. Bila perlu, antarkan mereka ke spot-spot terbaik di penginapan dan jawab pertanyaan-pertanyaan mereka layaknya seorang sahabat. Di era internet ini, kita tidak pernah tahu, mana tamu yang suka memberikan review dan mana yang tidak. Jadi, berikan pelayanan optimal kepada setiap tamu. Sekalipun itu tamu yang datang karena promo.

Seorang WNI yang juga merupakan pengelola penginapan di Arles, Prancis, Fransisca Ripert, memberikan tips pemasaran tambahan agar penginapan Anda selalu ramai. Silakan tonton video ini untuk detailnya:

Demikian tips membangun bisnis penginapan sederhana. Murah dan tidak terlalu sulit dilakukan. Jadi, tunggu apa lagi?

  • Photos by Brahmanto Anindito