How to Write a Memoir

How to write memoirThere are some reasons why people write memoir: sharing their interesting personal life, understanding themselves, creating a legacy to the children or grandchildren, or getting attention from public. Although it talks about yourself, writing memoir is not as easy as you read it. You must show your very interesting moment of life, have knowledge in language and writing, do not expose yourself too much, and be sincere. Continue Reading →

Lan Fang, The Wrong Man or The Man Who is Wrong

Lan FangLan Fang, in memoriam Indonesian literary circles mourn following the unexpected death of a prolific writer namely Lan Fang on X-mas yesterday. Lan Fang was born in Banjarmasin, South Borneo, on March 5, 1970. She is first of two daughters of the late Johnny Gautama and Yang Mei Ing. She had her first short story published in Anita Cemerlang magazine in 1986. She was a prolific writer, be for novels and short stories. But now she can no longer write. So long, Lan Fang…. Continue Reading →

FAQ (Frequently Accused-Questions) to Fiction Writers

Evil judgeHave you, as a fiction author, ever been asked by people pretended to know everything about work of writing and publishing? Were you boxed into a corner by those questions? I was. I have ever faced few “judges” like that. But I never give a damn, ha-ha. I have a list of what did my friends negatively say about work of fiction. Unfortunately, I didn’t have time to translate those into English. But I bet you already knew things like: all fiction writers are liar, a words waster, ones who live in imagination without seeing the real world, blah. Insignificant accusations that can be easily countered. Continue Reading →

3 Things to Build Your Personal Library

Personal libraryDo you want to share books and knowledge to others? To organize your reading materials? To familiarize your family (especially children in the house) to see and to love books? To be considered as an intellect? Whatever it is, build a personal library is indeed a good idea. And here are things you need to think before:

  1. Room. You need to consider a room which is spacious enough to put the cabinets, tables, chairs, and for few people to pass by within. Provide some good ventilation as well.
  2. Cabinet. Choose cabinets in shelves model, not a wardrobe model, so fit to put your book collection and easy to classify.
  3. Archiving. Record your entire collection at least: title, author, publisher, published years, genre, brief description, date purchased/acquired, and library code.

* * *

Apa alasan orang ingin membuat perpustakaan pribadi? Untuk berbagi buku atau ilmu? Untuk menata bahan-bahan bacaan sehingga sewaktu-waktu hendak meriset jadi mudah? Untuk membiasakan keluarga (terutama anak kecil) melihat dan mencintai buku? Untuk kelihatan intelek? Kalau alasan saya sih, semua itu sekaligus, hahaha.

Yang jelas, saya pikir membuat perpustakaan pribadi itu ide yang bagus, apapun motivasi Anda. Tak perlu membayangkan perpustakaan itu harus besar dengan koleksi buku yang lengkap. Anda pun dapat membuat perpustakaan dengan koleksi buku yang ada sekarang. Dan inilah tiga hal yang perlu Anda perhatikan.

Ruangan

Jangan berpikir bahwa perpustakaan pribadi harus dibangun di ruang atau bahkan gedung khusus. Hanya bermodalkan lemari pun sebenarnya bisa. Letakkan lemari itu di ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga atau dimana saja. Tapi bila Anda ingin membuat perpustakaan terbuka (teman-teman atau tetangga bisa dengan mudah berkunjung dan membaca), jelas Anda butuh ruangan khusus. Dan apapun pilihannya, Anda harus mulai berpikir perluasan perpustaaan secara berkala.

Yang perlu Anda perhatikan dalam memilih ruangan adalah luas yang harus cukup untuk menampung lemari, meja, kursi dan beberapa orang. Hindari ruangan yang letaknya rendah, agar perpustakaan Anda tidak kebanjiran ketika hujan. Pastikan juga ventilasinya baik. Udara segar baik buat buku maupun orang.

Lemari

Pilihlah lemari dengan model rak-rak, bukan model lemari pakaian, supaya pas untuk meletakkan koleksi buku Anda dan mengklasifikasikannya. Lemari yang terbuat dari kayu yang tahan lama dan tahan rayap tentu yang terbaik. Tapi jika berbujet kecil, Anda dapat membuatnya sendiri, semampu Anda. Pokoknya yang tertutup dari debu.

Lebih cantik bila ada kaca yang memungkinkan orang melihat koleksi-koleksi buku dari luar meskipun lemari dalam keadaan tertutup. Kalau tempat Anda langganan banjir, antisipasilah dengan lemari yang berkaki.

Arsip

Sebaiknya Anda mencatat seluruh buku koleksi perpustakaan, supaya segera tahu bila ada yang hilang. Alih-alih mencatat di buku, saya sarankan gunakan komputer, agar Anda bisa melakukan prosedur searching dengan cepat. Informasi yang perlu dicatat setidaknya: judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, genre, deskripsi singkat, tanggal dibeli/didapat, dan kode. Anda bisa menempeli punggung buku dengan kode yang telah Anda tentukan sendiri. Bebas saja.

Jika Anda berniat meminjam-minjamkan koleksi Anda kepada orang lain, sebaiknya Anda juga menyediakan catatan khusus tentang buku apa saja yang dipinjam, kapan, dan oleh siapa, lengkap dengan alamat dan nomor teleponnya. Tapi kalau saya, takkan mau meminjamkan! Saya memang pelit untuk urusan ini, hehehe. Mau baca, baca saja di tempat.

Setelah tiga hal itu terpenuhi, seiring dengan waktu, yang perlu Anda pikirkan kemudian adalah pengembangannya. Misalnya, penambahan koleksi bukunya, ruangannya (kalau semakin penuh bagaimana?), kenyamanannya (perlukah menambah AC untuk mengurangi debu, sofa untuk membaca santai, dispenser untuk menyuplai air panas/dingin bagi pembaca?), dan seterusnya. Selamat merancang perpustakaan sendiri!

Mind Mapping for Fiction Writing

Mind mapping exampleDo you make a skeleton before writing your work of fiction? I do. It is important for me. The skeleton is like a railroad that makes the machinist saves his time from thinking all the time, “Where do I go after this station?” You can say, skeleton for a novel is the same as scenario for a movie. The audience does not need it, but the storymakers do. Continue Reading →