SEO Copywriting Tips

SEO Copywriting Tips

Anda pasti sudah mengetahui apa itu copywriter dan tugas-tugasnya. Nah, SEO copywriting sedikit berbeda tekniknya. Tugas sang penulis sebenarnya sama seperti lazimnya copywriter, tetapi dia harus memikirkan satu pihak lagi sebagai pembacanya, yaitu mesin penelusuran atau search engines.

Jadi setiap kali seorang SEO copywriter menulis, harapannya tulisan tersebut berada di urutan setinggi mungkin di halaman hasil pencarian search engines (SERP). Sehingga, tulisan tersebut (atau situs web yang menampungnya) dapat menjaring lebih banyak pengunjung.

Jangan Lakukan Ini untuk SEO Copywriting

Sayangnya, seorang SEO copywriter terkadang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Misalnya, dengan membeli backlinks, melakukan keywords spamming dalam tulisan-tulisannya, menciptakan backlinks dari blog-blog dummies yang isinya serba copy-paste atau spun articles, membangun link farms, dan seterusnya.

Trik-trik semacam ini memang sempat mengalami masa keemasannya, terutama pada kisaran tahun 2007-2011. Namun, search engines terus berkembang semakin canggih. Satu per satu situs web yang melakukan cara-cara kotor semacam itu terkena penalti. Sanksinya, situs-situs web tersebut ditendang dari SERP.

Dulu ketika masih musim PageRank sebagai salah satu indikator sehatnya sebuah situs web, Warung Fiksi mengelola beberapa blog (Blogger.com) dan situs web gratisan (50megs.com). Aset-aset itu tidak pernah kami perbarui lagi sejak 2009. Sesekali kami menengoknya, PageRank-nya tetap 1-2. Namun, sejak akhir 2012, satu per satu PageRank itu terpukul menjadi 0.

Itulah bukti betapa algoritma search engines terus berevolusi. Semakin lama, semakin sadis tak kenal kompromi. Bukan salah mereka. Lantaran jumlah halaman web terus bertambah berkali-kali lipat, mau tak mau, mesin penelusuran harus semakin tegas. Persaingan antar pemilik konten pun jadi semakin ketat, dan semakin keras ke depannya.

Namun, kita tidak perlu galau. Tak perlu menghalalkan segala cara untuk memenangkan persaingan itu.

 

Pahami Ini Sebelum Melakukan SEO Copywriting

Sebelum berkutat dengan pekerjaan-pekerjaan teknis seputar SEO copywriting, camkan di benak dulu hal-hal berikut ini.

1. Lakukan SEO Copywriting untuk Manusia

Karena itu, yang paling awal, kita harus mengerti teknik-teknik menjadi copywriter dulu. Sepanjang sebuah profesi ada embel-embel “writer”-nya, tentu kita harus mau mempelajari teknik-teknik dasar penulisan. Ya, termasuk pelajaran bahasa tentang tanda baca, kosakata, dan struktur SPOK yang “membosankan” itu, tahu kapan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) harus dipatuhi dan kapan harus dilanggar (supaya pesan tersampaikan secara lebih efektif).

Google sendiri menyarankan, “Buatlah situs web untuk pembacamu saja. Anggap search engines tidak pernah ada.” Artinya, ketika kita menulis konten atau artikel, fokuslah kepada pembaca manusia. Lebih spesifiknya, pembaca manusia yang merupakan segmen Anda. Tak perlu repot-repot mengamati perkembangan algoritma search engines kalau memang tidak hobi.

2. Pelajari situs web Anda

Cari tahu, apa tujuan dari situs web itu? Gaya bahasanya bagaimana? Frekuensi postingnya berapa kali? Mengapa begitu? Adakah yang bisa diperbaiki di sana? Matangkan rencana itu, lalu jalankan.

Namun ingat, kita sedang membicarakan situs web, bukan media sosial. SEO hanya berlaku untuk web. Anda tidak bisa mengoptimasi media sosial dengan teknik SEO, karena algoritmanya berbeda dan di media sosial, akses kita sangat dibatasi.

3. Lakukan hanya langkah-langkah SEO yang legal

Jangan pernah tergoda untuk mencurangi search engines, karena itu akan menjadi bumerang. Barangkali, Anda bisa aman untuk sementara. Namun ingatlah, orang-orang yang ada di balik mesin penelusuran tidak bodoh. Cepat atau lambat, mereka pasti akan mencium trik-trik kotor Anda dan segera menjatuhkan penalti bagi situs web Anda.

Daripada bersusah payah mempelajari trik-trik black SEO (teknik ilegal) tetapi hasilnya tidak jelas, lebih baik curahkan energi untuk meriset kata kunci dan membuat tulisan-tulisan yang bermanfaat. Setuju?

4. Fokus ke konten-konten edukasi atau rekreasi

Menurut Chris Crum dari WebProNews, search engines juga mempertimbangkan popularitas sebuah halaman di jagat media sosial. Salah satunya, berapa kali ia dibagikan. Konten yang disukai dan biasanya dibagikan (secara sukarela) di medsos, biasanya hanya ada dua jenis: edukatif (memberi ilmu) atau rekreatif (menghibur). Maka anjurannya, atur headline dan isi tulisan Anda agar menjadi berguna, informatif, lucu menggelitik, unik, atau membangkitkan emosi dan empati, sehingga orang tertarik membagikannya di medsos masing-masing.

Jika diperlukan, Anda bisa melakukan keyword research dulu, entah melalui Google Trends, trending topic di Twitter, online tools tertentu, atau dengan menanyakan langsung ke pembaca Anda terkait tema-tema yang ingin mereka baca. Ini untuk memastikan saja kalau tulisan Anda memang sedang dibutuhkan. Tanpa konten yang berguna atau menarik untuk dibagikan, dioptimalkan seperti apa pun tetap saja nihil hasilnya. “You can’t optimize something that’s dead,” sindir Brian Clark.

5. Bangunlah komunitas Anda sendiri

Teknik yang biasa dilakukan adalah dengan menjaring data pengunjung yang antusias dengan konten Anda melalui landing page. Begitu pangkalan data (database) peminat produk Anda terkumpul, Anda bisa berkomunikasi dengan mereka secara lebih tertarget.

Lalu untuk membuat komunitas lebih hidup, buatlah alur komunikasinya dua arah, atau bahkan multiarah. Tiap anggota bisa berbicara dengan anggota lainnya.

6. Isi situs web dengan konten secara rutin

Banyak alasan untuk tidak menulis. Salah satunya yang paling klasik, “Blog gue sepi, Bos! Nggak ada yang komen. Nggak kayak di FB!” Wah, seandainya tahu betapa “beruntungnya” memiliki blog yang sepi komentar, pasti dia tidak akan pesimistis begitu.

Di lain sisi, kalau rumah Anda sepi, apakah Anda malah meninggalkannya? Mencari keramaian di luar? Bahkan tidur di luar setiap hari? Kalau itu Anda lakukan, dijamin rumah Anda semakin sepi tak terselamatkan!

Ingat, situs web yang lama tak terurus (tidak terisi) pelan-pelan akan ditinggalkan pembaca dan search engines. Tugas utama seorang SEO copywriter seharusnya merawat rumah tersebut, sehingga menarik bagi tamu-tamu yang ingin berkunjung, lalu membuat mereka betah berlama-lama di dalamnya, dan setelah pulang, mereka akan tergoda untuk berkunjung kembali.

Langkah-langkah Teknis SEO Copywriting

SEO copywriting adalah proses penulisan yang dilakukan secara sistematis untuk meningkatkan jumlah dan kualitas kunjungan ke sebuah web melalui search engines. Teknik dasar SEO selalu sama: in site (pengoptimalan di dalam situs web) dan off site (pengoptimalan luar situs web). Apa saja langkah-langkahnya?

1. Domain naming

Nama domain membantu proses SEO Anda sebesar kurang-lebih 30%. Maka kalau jualan Anda adalah jaket kulit rusa, belilah domain JaketKulitRusa.com. Jangan malah sok narsis memilih NamaAnda.com. Kalau belum mampu membeli domain (dan memperpanjangnya tiap tahun), setidaknya nebenglah di Blogspot.com atau WordPress.com menggunakan user JaketKulitRusa.

2. Web optimizating

Mengoptimalkan situs web sesuai standar search engines, seperti judul, deskripsi, keywords, permalink, pengaturan meta tag, dan lain-lain. Meta description, meskipun tidak mempengaruhi ranking, tetapi sekitar 150 karakternya akan muncul sebagai snippet (deskripsi singkat di bawah judul) di SERP. Jadi buatlah semenarik mungkin, agar pencari mengklik link Anda, alih-alih sembilan links yang lain di SERP.

3. Original content filling

Isilah situs web Anda dengan artikel-artikel original yang relevan dengan tema web. Semakin spesifik tema tersebut, semakin bagus. Hanya, Anda harus putar otak agar tidak kehabisan ide tulisan.

4. Keyword Density Setting

Mengatur persentase keyword 4-6%. Rumusnya, jumlah kata dalam tulisan Anda dibagi jumlah pengulangan keywords, lalu dikali 100% (keyword/words x 100%).

Misalkan Anda mengincar keywordskomunitas pengusaha Surabaya” dan tulisan Anda adalah 600 kata. Maka, usahakan frase “komunitas pengusaha Surabaya” muncul atau diulang dalam tulisan sebanyak 24-36 kali. Kurang dari itu, search engines bisa jadi menganggap tulisan itu bukan tentang komunitas pebisnis Surabaya. Namun, lebih banyak dari itu, search engines bisa menganggapnya tulisan spam.

5. Words emphasizing

Memakai penekanan dengan bold (cetak tebal), italic (cetak miring), atau underline (bergaris bawah) pada frase-frase atau kalimat-kalimat yang dianggap penting. Namun, jangan berlebihan. Sekali lagi, bila berlebihan, search engine berpeluang menganggapnya sebagai tulisan spam.

6. URL submissing

Mendaftarkan situs web di search engines dan direktori-direktori internet. Lakukan ini terutama bila situs web Anda masih baru. Lalu setelah proses memasukkan alamat web, lanjutkan dengan memasukkan ke social bookmark sites, seperti digg.com, stumbleupon.com, reddit.com, del.icio.us, dan lain-lain setiap mempublikasikan artikel. Ini untuk membantu artikel tersebut agar lebih cepat diindeks oleh search engines dan mengantarkan visitors baru ke artikel itu.

7. Social media updating

Media sosial sekarang bukan lagi ajang narsis para ABG labil. Ia telah menjadi alat marketing yang ampuh. Hanya, pastikan medsos itu terhubung (setidaknya melalui link) dengan web Anda. Lebih bagus lagi bila namanya sama dengan domain Anda. Umpamanya Anda punya domain JudulBuku.com, alangkah bagusnya kalau ada juga akun fanpage Facebook.com/Judul.Buku, Twitter.com/JudulBuku, dan Google+ bernama sama.

8. Link building

Menciptakan sebanyak mungkin tautan berkualitas yang mengarah ke web Anda. Sistem perangkingan di sebagian besar search engines adalah dengan menghitung berapa banyak links yang masuk ke web kita, dan seberapa berkualitasnya tautan-tautan itu. Seorang profesional (seperti dokter atau pengacara) yang dirujuk oleh banyak orang akan semakin laris dan eksis. Demikian pula web, semakin banyak dirujuk (dalam bentuk links) oleh web-web lain, semakin dipandang tinggilah ia oleh search engines.

Demikianlah dasar-dasar teknis SEO copywriting. Anda bisa bereksperimen alias mencoba-cobanya sendiri.

Studi Kasus SEO Copywriting: Novel Rahasia Sunyi

Ketika penerbit menentukan judul novel baru saya adalah Rahasia Sunyi, saya merasa biasa-biasa saja. Saya memang bukan tipikal penulis yang mempermasalahkan hal-hal kecil. Toh saya yakin penerbit sudah mempertimbangkan segalanya, termasuk dari sudut pandang marketing, sebelum mengganti Kirey (judul yang saya ajukan) menjadi Rahasia Sunyi.

Tapi saya terkejut saat browsing “rahasia sunyi” untuk kroscek. Hasil pencarian urutan pertama di Google adalah artikel yang mengadvokasi kaum lesbi! Wah, gawat. Rahasia Sunyi karya saya kan tidak menyinggung soal queer sedikit pun. Takutnya ada yang menghubung-hubungkan.

Daripada timbul kesalahpahaman, saya putuskan untuk memisahkan antara Rahasia Sunyi saya dan artikel lesbianisme yang ditulis oleh RR. Sri Agustine itu. Saya pun mencoba menjauhkan hasil pencarian Google (dan search engines lainnya) antara novel saya dan artikel tersebut, sepanjang setidaknya 20 urutan, atau dua halaman hasil pencarian.

Setiap kali orang mengetikkan “rahasia sunyi” di Google, saya ingin 20 hasil pencarian awalnya adalah situs-situs yang berhubungan dengan novel thriller Rahasia Sunyi.

Bagaimana caranya? Yah, boleh dikata, dengan SEO copywriting di atas.

Misi ini susah-susah gampang. Susah karena artikel itu sudah bertengger di SERP Google sejak 2011. Ditambah lagi, artikel-artikel lainnya yang berkaitan dengan artikel Rahasia Sunyi, baik yang pro maupun yang kontra dengan lesbianisme. Mereka semakin memperberat misi menggeser urutan di halaman pencarian ini.

Gampang, karena saya tidak bekerja sendirian. Saya dibantu beberapa resensi dan artikel dari penerbit, GoodReads, toko daring, dan lain-lain. Belum lagi kicauan medsos dan tulisan-tulisan saya sendiri (salah satunya yang sedang Anda baca ini).

Misi itu akhirnya berhasil dalam waktu enam bulan. Apa rahasianya? Hanya dengan langkah-langkah yang telah disampaikan di atas.

Masa Depan SEO Copywriter

Brian Clark dari CopyBlogger selalu berpesan, “Jangan terlalu bergantung pada strategi-strategi media sosial atau mesin penelusuran dalam membangun brand di jagat maya. Berdirilah di atas kaki sendiri.”

Maksudnya, Brian ingin mengatakan bahwa jika Facebook suatu saat tutup, strategi-strategi Facebook Marketing yang Anda pelajari akan jadi ilmu yang tidak berguna. Bila Kaskus berhenti beroperasi, cendol-cendol Anda akan basi. Seandainya Google bangkrut (siapa bilang tidak bisa?), situs-situs web yang terlalu mengandalkannya sebagai sumber trafik pun pasti anjlok drastis pengunjungnya.

Maka dari itu, Brian menyarankan setiap kegiatan SEO copywriting bertujuan untuk memberi konten yang bermanfaat kepada komunitas sendiri dan membangun online brand tanpa ketergantungan terhadap situs-situs web populer di luar sana.

Apakah ini artinya era SEO atau search engines optimization sudah berakhir? Tidak juga. Search engines masih merupakan tool tak tergantikan dalam mencari sesuatu di internet. Lagi pula, search engines bersifat inklusif, tidak perlu mendaftar (login) untuk memanfaatkannya.

Jika Facebook bangkrut, hilanglah semua peradaban di dalamnya, seperti Benua Atlantis! Atau perumpamaan yang lebih realistis: seperti Friendster, Multiply, atau Google+! Mana mungkin teman Facebook Anda dapat dikonversi menjadi pengikut di Instagram? Atau status-status fanpage Anda ditransfer jadi status di Twitter?

Sementara, seandainya Google kolaps? Kita masih bisa melakukan pencarian lewat Bing. Pengguna Bing Search pun bisa sewaktu-waktu menjadi pengguna Ask, AOL, dll. Menariknya, algoritma masing-masing search engine itu mirip. Karena apa yang mereka tuju sama: memberi pengguna hasil pencarian terbaik, yaitu halaman-halaman situs web dengan konten yang serelevan mungkin dengan kata-kata yang sedang ditelusuri.

Jadi, sampai kapan pun, search engines masih akan terus ada dan dibutuhkan. Demikian pula SEO dan SEO copywriter.

BAGIKAN HALAMAN INI DI

8 thoughts on “SEO Copywriting Tips”

  1. Bener banget. Seach engine mati satu kita masih bisa pake satunya. Bahkan mati satu bisa tumbuh seribu. Ga usah kuatir, ilmu SEO masih panjang nafas. Jauh lebih panjang dari usia jejaring sosial FB.

    Reply
    • Terima kasih, Mas (Mbak?) Nali.

      Oh ya, mau menambahkan. Inti dari SEO (buat yang tidak mau ribet-ribet mempelajarinya) menurutku hanya dua: konten yang berkualitas dan backlinks yang berkualitas. Nah, tugas SEO copywriter adalah memperbanyak keduanya. Tapi usahakan secara natural 🙂

      Reply

Leave a Reply to Arvib Fazriansyah Cancel reply

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No right-click, please!