Refreshment is No Sin

Have fun!

A writer is also made of flesh and blood. S/he cannot write all the time. A writer needs some refreshment. Let yourself away from the activities associated with writing. Do outing, sport, watch TV/movies, play a game you like, go hangout with friends, cook, sleep, or whatever aside from writing and reading.

Like “refresh” option on computer, refreshing activities are good. Occasionally, the inspiration and motivation come up after. Because when you are working, your brain focus on what you are doing. Meanwhile, when you are relaxing, your mind is free. So, it would be a lot more you see, hear and feel.

Refreshment is not a sin. Just do not overdo it. By the time your body and mind have been refreshed, get back to the writing.

* * *

Penulis juga manusia. Dia tidak bisa terus dipaksa menulis. Penulis juga perlu refreshing. Benar-benar lepas dari kegiatan yang berhubungan dengan dunia tulis. Bisa dengan tamasya, olahraga, menonton TV/film, tidur, main game, mengobrol dengan orang-orang tercinta, bahkan memasak.

Dengan refreshing, kadang malah muncul inspirasi. Seperti sewaktu browsing dan halaman yang Anda inginkan tidak membuka, refresh-lah halaman itu dengan menekan F5 atau Ctrl+R, kadang keajaiban terjadi: halaman yang semula berat, akan tampil dengan lengkap.

Begitu juga cara kerja manusia. Ketika sedang bekerja, otak Anda terfokus pada apa yang sedang Anda kerjakan. Ide-ide bisa jadi tidak keluar. Maka jangan ragu, pergilah refreshing! Karena saat Anda sedang bersantai, pikiran Anda bebas. Akan lebih banyak yang Anda lihat, dengar, dan rasakan. Alam bawah sadar Anda menyerap lebih baik saat kondisi otak rileks.

Jadi, kalau Anda terserang writer’s block, syukuri saja dan gunakan kesempatan itu untuk refreshing beberapa jenak. Ingat, menulis itu bukan pekerjaan robot. Penulis tidak harus menyembunyikan wajahnya di balik buku atau berhadapan terus dengan layar komputer. Justru dengan melakukan hal-hal di luar menulis dan membaca, wawasan akan bertambah.

Refreshing bukanlah dosa. Itu adalah kebutuhan. Asal jangan kebablasan saja. Kalau badan dan pikiran sudah kembali segar, segeralah kembali menulis.

BAGIKAN HALAMAN INI DI
Posted in fiction writing | Tagged , , , | 2 Replies

About Rie Yanti

Has a bachelor degree from Padjadjaran University in French Literature Studies. She has been writing since her childhood and has produced both short stories and poetry. Rie loves writing about animals and small things that happen in her life. She has published three books, Satin Merah (GagasMedia 2010), Bukan Manusia (Lulu 2011), game Precious Time (Nusa Project 2017), et cetera.

2 Replies to “Refreshment is No Sin”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.