Memberi Nama Tokoh Fiksi

Memberi Nama Tokoh Fiksi

Shakespeare boleh bilang, “What is a name.” Namun, bagi segelintir orang, nama adalah sesuatu yang sakral. Orang tua tidak boleh asal-asalan memberi nama kepada si bayi. Nama anak harus punya arti yang bagus, karena nama sama dengan doa.

Maka tak heran, beberapa orang tua sibuk mencari nama yang bagus bagi anaknya. Jika sempat, mereka mencari di buku nama-nama bayi. Ada juga yang menelusuri berbagai website yang menyajikan nama plus artinya. Atau, membuka kamus. Atau, buka White Pages.

Bagaimana dengan penulis fiksi?

Kurang lebih sama saja. Mereka juga pasti ingin memberikan nama yang keren bagi tokoh-tokoh dalam ceritanya. Penamaan tokoh tergantung pada ceritanya juga. Misalnya, tokoh cerita itu seorang perempuan cantik, bunga desa, maka namanya bisa jadi Jasmin atau Rosa.

Contoh lain Gadis Pantai, salah satu novel karya Pramoedya Ananta Toer yang bercerita tentang kehidupan seorang perempuan yang dinikahi pembesar santri nan kaya raya. Karena gadis itu berasal dari pantai, maka namanya Gadis Pantai.

Kenal Elektra, tokoh utama Supernova: Petir? Si tokoh diberi nama Elektra karena latar belakang kehidupannya akrab dengan listrik. Ayah Elektra adalah tukang servis barang-barang elektronik. Elektronik dan Elektra, hubungannya sangat dekat, kan? Belum lagi kakaknya bernama Watti, dengan “t” dobel.

Akan tetapi, ada juga pengarang yang tidak memperhatikan arti sebuah nama, alias penganut Shakespearean. Bukan berarti salah juga.

Semua tergantung kebutuhan dan selera. Kalau Kakak mau nama-nama tokoh cerita fiksi Kakak memiliki arti yang bagus, ya jangan malas-malas buka buku nama-nama, kamus, White Pages, browsing di internet, atau minimal nama-nama orang yang unik di Instagram.

Namun, bila Kakak penganut Shakespearean, asal comot nama pun tidak apa-apa. (Seperti kata Mario Teguh) Lalu perhatikan apa yang terjadi.

BAGIKAN HALAMAN INI DI

9 thoughts on “Memberi Nama Tokoh Fiksi”

  1. Kalau buka Yellow Pages, biasanya nemu nama2 yg jadul, hehehe. Tp itulah nama2 riil yg ada di masyarakat. Bila karya fiksinya bergenre drama, realistis, bersetting budaya yg kuat, kayaknya nama2 dari sumber Yellow Pages bisa diandalkan.

    Tp utk cari nama2 keren yg kurang membumi, pergi aja ke SD atau SMP swasta yg elite, dan lihat daftar presensi murid di sana. Banyak nama “futuristik” di sana. Bagaimanapun, nanti nama2 spt itu yg akan menghiasi Yellow Pages belasan tahun ke depan.

    Reply
  2. Ya, ya, itu kalo tokoh2nya manusia. Kalo bukan? Pake nama manusia, yg jadul atau modern, nggak lucu. Jd hrs bikin nama lain. Nggak harus keren, yg penting lucu. Dan aku payah sekali dlm memberi nama tokoh cerita. Bantuin dong, Brahm.

    Reply
  3. Lha dipikir aku jago kasih nama? Sulit, apalagi utk cerita2 bersetting spt itu. Tp, bukannya tokoh2 nonmanusia jg meniru nama2 manusia (krn toh yg baca jg manusia)? Novelet2 atau majalah2 anak2 referensinya.

    Reply

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Don't do that, please!