Coto that Only be Enjoyed by Madura’s Nobles

Once upon a time in Dutch colonization period, proletariat could not taste this delicious soup. Chicken coto of Pamekasan was exclusively served for the nobles. By chance, my grandfather, R. Soenarto Hadiwidjojo, was the last Resident of Madura, a noble. A Resident here means the second highest post in a province, just under the Governor of East Java. So, my grandfather was the number one person in Madura Island. Continue Reading →

Pasar Durian Widodaren yang Kini Terpinggirkan

Pasar Durian Widodaren yang Kini Terpinggirkan

Pada era ’70-an, pasar tradisional masih memiliki taji sebagai pusat perbelanjaan masyarakat Surabaya. Cerita menjadi lain setelah pasar-pasar modern mulai bertumbuhan di bumi pahlawan. Pasar tradisional mulai terpinggirkan. Walau begitu, tercatat beberapa pasar tradisional masih meniupkan nafas kehidupan bagi penghuninya. Salah satunya Pasar Durian Widodaren yang terletak di Jalan Anjasmoro, sebelah barat Jalan Kedungdoro, Surabaya. Continue Reading →