Writer v Instant Writing Software

Android writerI was stunned when I watched presentation of an automated article wizard. It showed that such software can handle 90% of writing jobs. You will save a lot of energy and time since the software does online researching and also filter out the related details in seconds. Then you can pick the facts gathered, spin it, edit it, and voilà: a unique, new article!

Obviously, the software allows you to become a specialist in any niche market you want. You don’t even need to know what and how the cruise line is, and you still can maintain a blog of cruise line. Awesome! Think about the potentials of this tool. However, it still needs a writer to analyze, locate ideal data, spin, and edit the software output. Or else, your new article looks as ridiculous as spammers’ articles.

That’s why I don’t recommend such software. Beside, it’s expensive too. If you don’t know how to write but need some writing tasks to be done, use your money to hire a real writer, instead of buy the software (and hire someone to operate it).

The craftsmen, batik artists, programmers, firefighters, and others, are likely replaced by robots. But replacing human writer? It’s possible, of course. Just, it takes more time. Replacing human fiction writer with robot or software does even take time longer. 🙂

* * *

Terus terang, saya terperangah ketika menonton presentasi sebuah software penulis otomatis. Dengan software tersebut, waktu penulisan artikel yang berjam-jam sampai berhari-hari, bisa dipangkas jadi satu jam saja. Ini tentu inovasi dalam dunia kepenulisan nonfiksi. Dan konsekwensinya:

  1. Kerja penulis jadi mudah. Terutama karena kita sangat terbantu dalam hal riset online.
  2. Orang yang tadinya tidak bisa menulis, mendadak produktif menghasilkan tulisan. Bahkan tulisan-tulisan unik yang tidak terdeteksi sebagai plagiasi atau copy-paste.
  3. Orang yang tidak tahu-menahu bidang tertentu, misalnya kapal pesiar, tiba-tiba mampu membuat blog yang isinya spesifik membahas kapal pesiar dengan meyakinkan.

Wow!

Penasaran, saya coba software-software semacam ini. Eh, ternyata hasilnya tidak sehebat yang digembar-gemborkan. Hasil akhirnya seperti artikel-artikel spammer yang asal membentuk paragraf-paragraf, asal memasukkan kata kunci (keywords). Artikel-artikel yang “dilaknat” dewan search engines dan bakal kena tendang Google Panda, hehehe….

Bagaimanapun, konsekwensi pertama yang saya sebut tadi bukanlah isapan jempol. Software-software semacam ini memang bisa mempersingkat waktu riset Anda. Anda tinggal memasukkan kata kunci, umpamanya “keliling dunia murah”. Software akan mengubek-ubek belantara internet demi menemukan kalimat-kalimat yang berhubungan dengan kata kunci tersebut. Lalu menyusunnya sebagai tulisan utuh yang jumlah kata-katanya Anda tentukan sendiri.

Anda pun dapat menyettingnya hanya sebagai pencari fakta (fact finder). Istilah ini sebenarnya rancu. Sebab, yang dimaksud dengan “fakta” bukan sesuatu yang valid secara keilmuan, melainkan sekadar suatu kalimat yang ada di internet, yang sumbernya pun tidak jelas: tepercaya atau tidak.

Terlepas dari itu, “fakta-fakta” tersebut akan ditampilkan dalam bentuk daftar panjang. Anda bisa memilih dengan mencentang “fakta-fakta” mana saja yang mau dimasukkan ke dalam calon tulisan. Klik OK, dan secara ajaib, software akan menyusunkan artikel berdasarkan “fakta-fakta” tersebut.

Setelah itu, Anda masih diberi kesempatan untuk membaca ulang dan mengedit. Software juga menyediakan fasilitas spinner yang fungsi utamanya mengubah kata dengan sinonimnya dan membolak-balik urutan paragraf. Ini supaya artikel baru tidak terdeteksi oleh tools semacam Copyscape sebagai artikel duplikasi.

Dengan software penulis otomatis ini, Anda berpeluang menciptakan satu artikel dalam beberapa menit hanya dengan memasukkan satu ide mentah yang berupa kata kunci.

Bayangkan berapa banyak waktu yang bisa dihemat dengan software ini! Anda yang berkecimpung di dunia internet marketing pasti langsung ngiler dengan software ini dan menggadang-gadangnya sebagai penghasil dollar.

Namun, saya tidak merekomendasikannya.

Pertama, karena ia asal mencomot “fakta” di internet. Kedua, tetap saja ia memerlukan insting penulisan dan penyuntingan manusia, karena kalau tidak begitu, yang dihasilkan hanyalah artikel-artikel yang menggelikan.

Ketiga, kalau Anda tidak puas dengan hasilnya, Anda harus mengulang-ulang prosesnya, dan ini bisa lebih lama dari menulis artikel secara manual dari nol. Dan terakhir, karena harganya relatif mahal. Ada sih yang gratisan, tapi hasil artikelnya hanya akan bikin ketawa.

Bagaimanapun, ini adalah sebuah terobosan. Silakan memanfaatkannya bila merasa cocok. Namun bila Anda tidak bisa menulis, ingin atau butuh tulisan, dan punya uang, saran saya, sewa saja penulis profesional, alih-alih duitnya untuk membeli software. Toh software semacam ini harus dijalankan oleh seorang penulis juga agar optimal.

Pengrajin, pembatik, programmer komputer, pemadam kebakaran, dan lain sebagainya, akan bisa digantikan sepenuhnya oleh robot. Tapi untuk menggantikan peran penulis manusia? Bukan mustahil sih. Cuma, butuh waktu yang lebih lama. Apalagi untuk mengganti peran penulis fiksi manusia. [Photo from abcnews.go.com]

8 Replies to “Writer v Instant Writing Software”

  1. Jesse

    I agree with your point, replacing writers with software is definitely ridiculous. The reason is simple, without a person to operate the software, it is worthless.
    Jesse´s last blog post ..learn photography

    Reply
  2. Lizard Wijanarko

    Automated article wizard? sounds legit at first thought. Easy, honey, money. For pros, I dont think so. Prefer hire a ghostwriter 😀 or use crowdsourcing systems, truly a lifesavers.

    “Replacing human fiction writer with robot or software does even take time longer”.
    Never think about it, even in my wildest dreams. hmmm. no, not yet!
    Lizard Wijanarko´s last blog post ..Contoh Logo Stempel

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge